Saturday, November 28, 2015

Axel's Open Heart Surgery

0 comments
Pertama datang di JHC, persiapan MRS
Jika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi.
Hari Rabu tanggal 21 Oktober jam 13 tiba2 aku ditelpon oleh RS JHC Jakarta. Tepat mau nidurin anak2...
Di seberang, mbak Eva bagian penjadwalan operasi mengabari kalau Axel bisa operasi tgl 27 Oktober dan haru pemeriksaan awal dulu di tanggal 23 Oktober. 
Semua mengejutkan...alhamdulillah sudah ada kepastian jadwal tapi juga kaget karena 2 hari kemudian harus berangkat.

Segera cari tiket pesawat dan booking apartemen dimajukan.
Pada hari keberangkatan juga ada ujian. Ternyata aku salah terminal keberangkatan, yang mengakibatkan aku tidak boleh boarding. Pesawat seharusnya jam 9.35, alhasil ikut penerbangan selanjutnya yaitu jam 12.55 dengan membayar penalti sebesar Rp 975.000,-

Sedih dan stres karena jadwal periksa jam 16.30 dan aku bawa ASI Perah utk persediaan selama Axel terpisah dari aku. Takut banget kalau ASIPnya mencair semua.

Allah Maha Besar, meski pesawat delay 1 jam. Kami sampai Jakarta jam 15.30 dan langsung menuju apartemen untuk segera memasukkan ASIP.

Alhamdulillah semua ASIP masih beku. Jam 16.30 tepat kami sampai apartemen dan langsung masukin ASIP trus langsung pergi lagi ke RS. 

Sampai RS kami sudah ditunggu oleh dokter, untungnya nggak ditinggal pulang..
Hasil echo bagus, Axel boleh pulang dulu dan dijadwalkan seninnya yaitu tanggal 26 Oktober Axel mulai MRS.

Senin jam 8 pagi kami berangkat ke RS dan masuk ke kamar rawat inap biasa.
Selasa mulai jam 10 pagi Axel mulai puasa (6 jam sebelum operasi yg dijadwalkan jam 16) tapi ternyata operasi baru mulai jam 17. Sediih banget lihatnya karena Axel sudah terlihat lemas. Awalnya rewel minta nyusu, maka suami yang gendong terus. Jam 15 sudah mulai  lemas dan ngantuk, sudah mau aku gendong tanpa minta nyusu :(
Mungkin saking lemasnya ya...sehingga dia tidur terus di gendonganku. Akhirnya jam 17 tepat aku serahkan Axel yang masih tertidur ke gendongan perawat di kamar persiapan operasi.

Perasaanku sangat kacau, bayangkan melihat anak sendiri yang masih bayi dan dalam kondisi tertidur, kemudian kita serahkan ke tangan tim medis untuk dioperasi! Operasi besar yang sangat berisiko, even for adults! Bayangkan dada dibuka dan tulang dada dipotong. Semua bisa terjadi saat itu.

Peristiwa ini semakin memperjelas kebesaran Allah, kewenangan Allah.

Prediksi operasi selama 4-6 jam, ternyata Axel selesai dalam 3 jam, alhamdulillah! Jam 20 kami diberitahu kalau Axel sudah di ICU. Kami hanya bisa masuk ke ICU sebentar dan diberi penjelasan oleh ketua tim dokter mengenai pelaksanaan operasinya. Melihat Axel terkulai lemas dengan segala selang di hidung dan mulut, infus di kedua kaki, drain di dada, kateter urine, kabel2 indikator di tangan dan dada, ventilator di mulut dan ditutupi selimut thermoregulator. Mata Axel terbuka sedikit, tapi belum bergerak. How do you think my feeling is?

Rabu 28 Oktober 2015, jadwal besuk jam 17-18.30 terlewati karena kami tidak diperbolehkan masuk ICU karena ada pasien dewasa kritis. Sediiihh sekali rasanya...

Kamis 29 Oktober 2015, kami bisa masuk ke ICU pada jam besuk. Dan ternyata Axel sudah bisa merespon, meski belum banyak bergerak, tentu saja masih dibius karena banyaknya peralatan yang menempel di tubuh mungilnya.

Jumat 30 Oktober 2015, kami bisa masuk pada jam besuk. Axel sudah mulai bisa mengeluarkan suara. Ventilator sudah dilepas. Tapi malamnya kami diberi penjelasan dokter bahwa ada cairan di paru2nya, sehingga kami diminta persetujuan tindakan punctie jika memang diperlukan. Astaghfirullaaah....aku tahu sekali punctie sangat sakit karena mama pernah mengalaminya juga. Punctie adalah tindakan mengambil cairan di paru dengan semacam jarum besar yang disuntikkan dari luar tubuh menembus ke paru2.
Aku menandatanganinya, meski sedih sekali.


Sabtu 31 Oktober jam 03 pagi, aku mendapat telpon dari perawat ICU bahwa Axel bisa turun ke Intermediate Ward (IW)! Alhamdulillaaah...
Oh ya, sejak Axel masuk ICU, kami tidak diperbolehkan menginap di kamar rawat inap lagi. Kalau mau menginap, boleh tapi membayar dengan harga yang mahal. Jadi saya ikut numpang menginap di hotel bapak. Kebetulan bapak mendapat kamar yang ukuran suite di hotel Balairung. Jadi Ayra dan Adi juga ikut menginap di sana. Khusus Adi, setiap malam aku suruh menginap di RS :D

Hari pertama di IW, sejak morfinnya hilang, Axel reweeeell terus... Nangiiss... Tapi untungnya dokter memperbolehkan aku menyusui Axel langsung. Dengan segala macam kabel monitor, selang infus, drain dan selang NGT yang masih menempel di tubuhnya, aku berusaha menyusui, membuat Axel senyaman mungkin. Di IW, hanya ada 2 pasien. Pasien yang satunya bayi berumur 1 bulan, persiapan akan operasi. Kasihan sekali lihatnya. Memang nggak serewel Axel yang paska operasi, jadi keluarganya sering tanya Axel kok rewel terus. Sejak diperbolehkan makan di IW, Axel makan banyak sekali, bahkan jam 23 selalu terbangun karena minta makan, jam 2 pagi juga demikian. Oh ya di IW hanya bisa ditunggu 1 orang, meski keluarga pasien yang satunya bawa pasukan 3 org di bangsal.


Senin 2 November 2015 Axel diperbolehkan turun ke kelas rawat biasa. Alhamdulillah ya Allaah...
Satu persatu peralatan dilepas. Bersamaan dengan itu aku mendengar kabar kalau bayi yang bersama kami di IW, meninggal dunia sebelum sempat di operasi :( innalillahi wa innailaihi rojiun...
Rabu 4 November 2015 Axel boleh keluar dari RS. Allahuakbar...dan tindakan punctie tidak perlu dilakukan..

Jumat 6 November 2015 suami pulang ke Surabaya bersama Ayra karena Ayra sudah bosan di Jakarta. Sedangkan aku belum bisa pulang karena 1 minggu lagi Axel masih harus lepas jahitan. Sangat sedih karena ini pertama kalinya aku berpisah kota dengan Ayra, dan langsung selama 1 minggu!
Jumat malam, Axel kontrol ke dokter anak dan di-echo lagi. Alhamdulillah jantung dan paru2nya bagus.
Rabu 11 November 2015 Axel kontrol ke dokter bedah dan angkat jahitan. Alhamdulillah bagus semua.
Kamis 12 November 2015 kami pulang ke Surabaya






 





















Aku percaya semua hal di dunia itu terjadi bukan kebetulan, semua sudah diatur Allah untuk kita ambil pelajaran darinya.
Setelah mempunyai anak yg CHD, aku jadi tahu banyak jenis kelainan jantung lainnya yang jauh lebih parah. Tahu perjuangan mereka lebih berat, tahu bahwa semua hal di dunia ini hanya sementara dan hanya titipan. Dalam hitungan detik, Allah bisa mengubah segalanya. Itu yang aku lihat sendiri dari pengalaman teman2 dengan anak PJB yang lebih berat.

Saat ini Axel sudah stabil dan sehat aktif. Semua pelajaran berharga ini insyaAllah akan menjadikan aku jadi lebih baik lagi terutama untuk anak2 dan keluarga. Semoga aku bisa bermanfaat di sepanjang usiaku.

Kematian adalah hal yang pasti. Kematian tidak datang menunggu usia tua, tidak menunggu sakit, tidak menunggu kesiapan. Karena manusia tidak akan pernah siap, dan itu manusiawi.
Maka aku berupaya menjadikan setiap detik hidupku sebagai bekalku nanti.

3 peristiwa pentingku:
1. Kematian mama, melihat dengan mata kepala sendiri 4 hari terakhir di rs, melihat saat sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi utk mama. Melihat dan memegang mama utk pertama kalinya aku sadar bahwa aku selalu butuh mama.
2. Kelahiran Ayra, benar2 mengurus sendiri seorang bayi kecil karena mama sudah meninggal, mertua di luar kota, jadi benar2 sendiri from day 1. Membuatku sadar bahwa menjadi orang tua adalah tanggung jawab yang besar, melihat sendiri dari tiada menjadi ada.
3. Operasi jantung Axel

Aku masih banyak sekali kekurangan, semoga Allah memberi kesempatan untuk mempersiapkan bekalku nanti dan mempersiapkan anak2ku agar jadi muslim/ah yang baik. Amiin yra..





Thursday, October 8, 2015

Axel's Trip to be (more) Healthy

0 comments

Awal September kontrol rutin ke dr. Mahrus, saya menunjukkan growth chart Axel yg sudah jauh di bawah garis merah. Memang saat itu Axel susah makan karena tumbuh gigi. Melihat GCnya, dr. Mahrus menyarankan utk dioperasi. Waktu itu beliau bilang tidak bisa kateterisasi karena BB <10kg. Jadi harus open heart surgery dan ini tidak bisa dilakukan di Sby. Harus di Jakarta atau Kuala Lumpur.

Sangat shock! Dan bingung...
Setelah melalui sholat istikharoh beberapa hari, akhirnya dimantapkan memilih Jakarta Heart Center (JHC). RS swasta tapi bisa menerima BPJS.

29-30 September aku bawa Axel periksa awal ke JHC sambil melihat "medan perang". Di JHC bertemu dg dr. Jusuf Rahmat, SpBTKV. Sayangnya tidak ada dokter anak saat itu.

Dr. Jusuf menjelaskan bahwa Axel memang harus open heart karena letak lubangnya di bawah katup jantung. Jadi meski BB >10kg tetap saja tidak bisa cath.
Entah kenapa aku tetap tenang mendengar itu.

Aku tahu ini harus dilakukan demi kesehatan Axel. Tidak ada manfaatnya lagi ditunda. Takut, sedih, stres pasti...buktinya hasil perah masih bertahan di 40cc saja per pumping.

Semua peristiwa ini menyadarkan aku bahwa semua milik Allah. Segala daya upaya hanya bisa terjadi atas izin Allah.
Apapun yg terjadi sudah sesuai dengan waktuNya.

Begitu pula dg proses pengurusan akta lahir, KK dan BPJS. Karena KK bermasalah di kecamatan, aku harus ulang urus ke RT, RW, Kelurahan dan Dispenduk.
Utk pengurusan BPJS dan semua urusan rujukan selesai hanya dalam 2 hari.
Jadi total semua selesai sejak aku pulang dari Jakarta yaitu 5 hari. Subhanallah..

Sekarang sedang ikhtiar penjadwalan operasi dan mencari apartemen yg tepat. Karena aku berencana membawa Ayra juga. Bismillah...

Friday, August 28, 2015

A Letter for My Children

0 comments

Dear Ayra dan Axel...

Mama tulis ini karena maut bisa menjemput kapan saja. Apapun penyebabnya dan kapanpun waktunya.
Siap atau tidak, mama akan berpisah dengan kalian.

Mama rasa harus tulis sesuatu untuk kalian. Meski mungkin nggak akan lengkap.

Yang harus kalian tahu dan ingat untuk selamanya, adalah mama sayang kalian. Sebesar apapun di dunia ini. Kalian nggak akan bisa membayangkannya sampai nanti kalian punya anak sendiri.

Saat mama tulis ini, Ayra berumur 3 tahun 3 bulan dan Axel umur 8 bulan.
Ayra, sudah banyak yang kita lalui bersama, mungkin kamu nggak akan ingat. Tapi mama akan ingat selamanya. Kamu adalah anugerah pertama buat mama dari Allah. Kamu sudah mengajarkan mama banyak hal.
Ayra, kamu akan tumbuh jadi gadis yang menarik dan cerdas. Jaga keseimbangan dunia dan akhiratmu ya nak..

Axel, kamu adalah anugerah kedua dari Allah. Kamu mengajarkan mama kerendahhatian, kekuatan yang lembut, bukan kekerasan. Kamu membuat mama belajar lagi. Kamu meruntuhkan kesombongan mama akan keberhasilan mama dalam membesarkan kak Ayra.
Kamu anak laki-laki mama yang membuat mama menjadi merasa bodoh lagi. Mama nggak pernah tahu bagaimana membesarkan seorang anak lelaki.
Semoga mama bisa membimbingmu menjadi lelaki yang kuat fisik, mental, iman dan islamnya.

Dear anak2 mama...
Mama harap kita akan masih bisa melalui banyak waktu bersama. Kalau bisa sampai kalian tumbuh dewasa, dan sama2 punya anak. InsyaAllah..

Monday, August 24, 2015

Update Axel (6-7m) dan Perkembangan (Mama)nya

0 comments
Sudah cukup lama saya nggak update tentang Axel.
Begitu banyak cerita, sebenarnya, bahkan dalam hitungan hari. Saya akan tuliskan beberapa poin penting saja.

Selama masa lebaran, ART pulang kampung selama 2 minggu, otomatis saya harus di rumah saja tidak bisa bekerja sama sekali. Bahkan di rumah pun tidak sempat buka laptop.
Skip cerita ribetnya urus rumah tanpa ART....
Dengan pekerjaan RT yang seperti tidak ada hentinya, mengurus 2 anak sendirian (well literally yang sendirian cuma 4 hari aja, karena selain itu suami cuti), saya merasa rutinitas anak2 terganggu. At least untuk Axel yang harusnya masih banyak jam tidurnya. Sedangkan tahu sendiri kaann...Axel ini super sensitif, nggak bisa ditaruh di kasur kalau saya nggak ikut tiduran juga di kasur, yang mana saya jadi ikut tidur juga pastinya. Kali ini saya nggak bisa ikut tiduran karena saya harus nungguin Ayra juga. Pagi Ayra sudah nggak ada jadwal tidur lagi. Alhasil Axel yang kacau jadwal tidurnya. Kadang ya bisa tidur sambil saya gendong (sambil saya ngerjain yang lain) atau malah nggak bisa tidur.

Saya sampai takut lihat timbangan. Takut lihat BB Axel turun lagi. 
Ternyataaa...selama 2 minggu itu Axel malah naik 450gr lho!
Begitu ART balik, pekerjaan kantor saya menumpuk, dan saya langsung tancap gas kerja. Minggu pertama saya tinggal kerja, Axel turun 100gr. Minggu kedua dan puncak acara RS tempat saya kerja, turun lagi 150gr!
Super down lah aku...padahal selama aku tinggal, frekuensi & porsi makan & ASIPnya tetap sama. Kata pengasuhnya juga nggak rewel selama ditinggal, bisa tidur spt biasa juga.

Well he's a special baby..
He has CHD and Allah has sent him to me, not to be ignored. But He wants me to take care of Axel.
I promise, I'm gonna change all my routinity. I should be healthy, so my children are healthy too.

Work and other activities are also good for my mental/soul health, but it needs to be compromised for the sake of Axel!

Suami nggak pernah meminta aku untuk resign, tapi tentu saja aku tahu, apa yang terbaik untuk kami adalah saya perlu menyeimbangkan dua dunia ini.
Saya "tidak baik" berada terus menerus di rumah, bisa jadi destruktif..hehee...buat saya pribadi maupun untuk orang2 di sekitar saya (suami saya paham sekali yang ini).
Tapi di sisi lain, Axel juga butuh saya, Ayra juga tentunya.

Satu sisi, saya ingin bisa melakukan semuanya sendiri: antar jemput Ayra sekolah, antar anak2 imunisasi, baby spa, dll.
Di sisi lain, saya cuma manusia biasa. Saya punya keterbatasan, dan juga ada keterbatasan untuk anak2 (misal, Axel nggak boleh ke tempat2 yang bikin capek, dsb).

Ah entahlah....
Sampai di titik ini saya semakin sadar bahwa tidak ada yang sempurna. Tidak ada orang yang bisa melakukan semuanya sendirian.
Masih ada impian-impian saya, yang entah bagaimana sampai saat ini masih tersimpan rapi, tapi saya pun masih takut untuk mewujudkannya.

Semoga Allah selalu membimbing semua langkah saya. Amiin..











Monday, July 13, 2015

In Love with Yoga!

0 comments
Pada minggu pertama Ramadhan, secara tidak sengaja saya melewati sebuah studio yoga saat saya mau mengambil keperluan untuk Axel. Iseng2 saya berhenti dan menanyakan beberapa informasi. Saat itu juga dijelaskan sama seseorang beretnis China yg kemudian saya ketahui bernama ce Lisa.
Diajak ikut keesokan harinya secara gratis.
Iseng2 besoknya saya datang. Kaku dan berat sekali rasanya ikut yoga ini.
Keesokan harinya badan njarem semua.
Hingga akhirnya rutin setiap nungguin Ayra sekolah, aku yoga.
Nggak terasa, sampai di penghujung Ramadhan, aku rutin ikut yoga 2-3x/minggu.
Kenapa pilih studio yg ini?
1. Lokasinya dekat rumah
2. Kelas ada setiap hari dan ada kelas pagi. Jadi bisa sambil nunggu Ayra sekolah atau sebelum berangkat kerja
3. Biayanya paling murah diantara studio yoga lainnya
4. Tempatnya nyaman. Bukan rumah biasa. Tapi memang studio yoga
5. Orang2nya ramah meski saya satu2nya yg jilbaban di sana.
setau saya di sby belum ada studio yoga yg khusus cewek terutama dekat rumah saya.
Kenapa saya pilih olahraga yoga?
Krn saya ada skoliosis, jd olahraga tdk bisa yg high impact, cuma bisa renang dan yoga saja :)
Saya juga suka renang tp kl renang butuh wkt lbh banyak krn stlhnya hrs ngeringin rambut dulu. Apalagi kl pas sinusitis kambuh, ga bisa renang jg.
Jd yoga ini paling memungkinkan utk saya. Bisa dilakukan sambil nunggu anak sekolah atau sblm kerja :)
Bagaimana hukum Islam tentang yoga?
sebelumnya aku memang pernah baca ttg kontroversi yoga. Tapi karena waktu itu belum mendalami yoga, aku ga seberapa memperhatikan.
Ini fatwa MUI tentang Yoga:
1. Yoga yang murni ritual dan spiritual agama lain, hukum melakukannya bagi orang Islam adalah haram.
2. Yoga yang mengandung meditasi dan mantra atau spiritual dan ritual ajaran agama lain hukumnya haram, sebagai langkah preventif (sadd al-dzari'ah).
3. Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

Menurut saya pribadi, sejauh ini saya jadi member yoga, tidak pernah ada sekalipun ritual atau mantra2 yg dibacakan. Yang ada "bentakan" instrukturnya: itu bokongnya kok naik, sapa yg suruh berdiri, dll...hehe..
Niat saya hanya untuk olahraga dan yang terpenting sudah dapat ijin dari suami :)

Tuesday, June 30, 2015

Axel's Circumcision

0 comments
Setelah menimbang kemungkinan sunat sejak Axel usia 4 bulan (karena BBnya mulai stagnan), kami berpindah2 dokter untuk konsultasi.
Alasan kami mempertimbangkan sunat adalah karena BB Axel mulai stagnan saat usia 4 bulan. Untuk bayi normal usia 3-6 bulan adalah wajar jika kenaikan BB tidak sebanyak saat usia 0-3 bulan. Tapi karena Axel ada PJB juga, maka saya sangat concern. Anak dg PJB memang terkenal dg slow weight gain. Kami juga sudah membawa Axel ke IBCLC utk konsul mengenai asupannya. Baca di sini
Saat itu dilihat memang lubang pipisnya Axel agak kecil. Tidak sampai ada gejala klinis pada Axel, tapi ISK pada anak2 biasanya memang tanpa gejala. Akibatnya bisa menyebabkan BB tidak naik.
Kami sudah membawa Axel ke dokter urologi saat usia 5 bulan yg menyatakan Axel tidak perlu sunat krn tidak ada gejala klinis ISK. Rupanya dokter urologi ini kurang paham ISK pada anak. Karena semua dokter anak dan beberapa dokter obsgyn yg saya kenal menyatakan ISK pada anak bisa tanpa gejala.
Akhirnya saya konsul ke dokter bedah anak pada hari Senin 29 Juni 2015. Dan langsung di-acc utk sunat utk besoknya. Sudah membawa surat pengantar dari dokter anak konsultan jantungnya, ternyata sunat utk Axel harus opname krn menggunakan bius total. Tidak bisa bius lokal seperti anak lain.
Hari ini 30 Juni 2015, Axel disunat jam 10. Dengan puasa 3 jam sebelumnya (karena harus bius total dan pengerjaannya di OK).
Gimana perasaanku? Sangat kacau!
Mendengar Axel nangis keras saat dipasang infus di ruang tindakan, padahal aku di kamar inapnya. Setelah infus terpasang, aku diperbolehkan menggendong dia. Tidak lama, dia langsung diam. Aku menggendongnya sampai ke OK.

Aku berusaha menguatkan diri demi Axel. Dan berjanji tidak akan membiarkan apapun atau siapapun membuatnya sakit.

Proses khitan sekitar 30 menit di OK. Aku dipanggil menuju ruang recovery. Di sana Axel dipasang selang oksigen dan menangis keras. Alhamdulillah, meski PJB, Axel memang tidak pernah biru. Bukan tipe yg cyanotic. 

Masa observasi 1 jam di RR. Awalnya perawat tidak membolehkan saya menyusui Axel sampai Axel tidak nangis lagi. Alasannya takut tersedak. Dalam hati, gimana bisa diam kalau dia nggak boleh menyusu?
Setelah ditawar, boleh diberi air putih. Perawat juga awalnya bilangnya tunggu diam dulu. Akhirnya setelah agak memaksa sedikit, diperbolehkan diberi air putih setetes2 saja. Terlihat Axel langsung meminum airnya. Haus sekali kelihatannya. Setelah beberapa sendok, dia mulai agak terkontrol nangisnya. Sekitar 10 menit kemudian, boleh disusui. Begitu tahu ditempelkan ke payudaraku, dia langsung menyusu dengan lahap dan diam menikmati dengan mata terpejam.
Kasihan sekali, nak...

Awal2 masih terputus diselingi dengan tangisannya. Hingga lama kelamaan dia tertidur di pelukanku.
Begitu aku bergerak sedikit, dia langsung nangis lagi. Di RR juga Axel sudah sempat bisa tersenyum2 saat digoda. Saat matanya melihatku, terlihat dia begitu lega berada di pelukanku.

Aku sendiri sudah 3x masuk OK sebagai pasien...1x operasi laparotomi dan 2x SC. Aku tahu sekali perasaan orang yang masuk OK. 
OK memang wajib dingin karena untuk menjaga sterilitas. Pasien juga dilarang menggunakan baju, biasanya pakai baju RS yang seperti kimono.
Jadi aku benar2 tahu rasanya. Rasanya benar2 tidak berdaya. Berada di ruangan sedingin itu tanpa menggunakan pakaian lengkap, apalagi kalau tidak kenal seorang pun di ruangan itu.
Sekarang bayangkan bagaimana perasaan bayi umur 6 bulan? Plus sunat itu sendiri tentu sakit kan...
Jadi tentu itu merupakan pengalaman traumatis untuk bayi sekecil Axel.





Sorenya Axel terlihat menghisap2 tangannya meski sudah aku susui, aku coba kasih makanan dari RS, ternyata dia mau!
Makanannya bubur halus, dan terasa plain :)






Aku yakin Axel anak yang kuat, mengingat perjalanan kami sejauh ini. Semoga setelah ini Axel bisa menjadi anak yang sehat dan kuat baik fisik, mental, iman dan Islamnya. Amiinn..

Even in hard times, there are always something to be grateful for.
Masa sulit kemarin pun, ada beberapa hal yg saya syukuri:
1. Suami mau ikut urus semuanya, ikut membantu mengurus anak2 100% padahal tetap puasa. Buka puasa juga cari makanan sendiri yg kemudian dimakan rame2 sama bapak dan adik juga. Cuma takjil aja yg dibawakan adik dan bapak saya dari rumah.
2. Ini yang paling membuat saya takjub: si kakak seharian saya cuekin karena adiknya rewel seharian paska khitan. Maunya nemplok nyusu terus. Alhamdulillah Ayra tidak pernah sekalipun rewel. Makan sama mbaknya, kalau pas mbaknya pulang, pipis dan mandi sama papa. Tidur sama papa (meski kesulitan tidur karena nggak suka sama tempat tidur di RS). Bahkan karena seringkali saya butuh bantuan papanya utk pegang adiknya, Ayra juga nggak mengeluh sama sekali, nggak rewel sama sekali. MashaAllah 😙😍
3. Axel juga nggak nyusahin sama sekali. Paska khitan cuma minta nyusu aja. Malam pun bisa nyusu sambil tiduran, jadi saya juga bisa istirahat meski kebangun2 jg. 7 jam paska khitan, mau makan buburnya. Dan keesokan harinya waktu nungguin penyelesaian administrasi, juga makan banyak. Proses lepas infus juga Axel ketawa2 aja diajak guyon sama perawatnya. Hari ini, atau H+1 paska khitan, Axel sudah nggak rewel sama sekali. Nyusu dan makan sudah normal lagi. Nangis cuma kalau ngantuk aja.
MashaAllaah 😙😙
Saya sangaaaattt bersyukur...alhamdulillaaahh...

Monday, June 29, 2015

Axel's Food Diary

0 comments
Tanggal
Jam Pemberian
Menu
Jenis
Acceptance
BAB
Reaksi Lain
Rabu,
17 Juni 2015
09.00
Bubur saring nasi + kaldu bawang + minyak goreng
Karbo
20 menit, mau sebagian, tidak habis
Ya, jam 12.00
-
17.30
Puree Pepaya
Buah (serat)
25 menit, habis
Belum
-
Kamis,
18 Juni 2015
07.45
Bubur saring nasi + sayur bayam + minyak goreng
Karbo, sayur
30 menit, tidak habis
Ya 2x sedikit2, tapi tidak mengejan

17.30
Puree tempe kukus + kaldu daging + margarin
Protein, lemak
20 menit, tidak habis


20.00
*tambahan: puree pepaya 1 potong kecil

2 menit, habis


Jumat, 19 Juni 2015

Bubur saring kentang + kaldu daging + minyak goreng
Karbo, lemak




Tim ikan + kaldu daging + minyak goreng
Protein, lemak


Bintik merah di belakang telinga
Sabtu, 20 Juni 2015

Tim ikan + kaldu daging + margarin
Protein, lemak
Habis
Tidak BAB


Puree pear


Tidak BAB

Minggu, 21 Juni 2015

Tim ikan + minyak goring + margarin
Prot + lemak




Puree tahu kukus + minyak goring + margarin




Senin, 22 Juni 2015

Puree ayam kukus

Tinggal sedikit



Ubi kukus + EVOO




Selasa, 23 Juni 2015

Ayam kukus + EVOO + margarin





Wortel rebus + EVOO




Rabu, 24 Juni 2015

Ayam kukus + EVOO + kaldu daging


Tidak BAB


Labu parang kukus + EVOO


Tidak BAB

Kamis, 25 Juni 2015

Daging giling + EVOO + margarin





Puree jagung kukus + EVOO

Sangat suka! Habis 1 buah
BAB banyak. Tekstur baik

Jumat, 26 Juni 2015
07.00
Daging giling + EVOO + margarin




10.30
Daging giling + bubur nasi saring




16.00
Jagung +EVOO

Habis 1 buah


Sabtu, 27 Juni 2015
07.00
Ati ayam kukus + margarin + EVOO

Habis
BAB 2x tekstur baik

16.30
Brokoli kukus + margarin + EVOO

Tinggal sedikit



Puree pepaya

Habis


Minggu, 28 Juni 2015
06.30
Ati ayam kukus + margarin + EVOO


BAB bangun tidur


Puree kentang kukus




Senin, 29 Juni 2015

Ubi kukus + margarin + EVOO





Ubi kukus + tahu kukus + kaldu daging




Selasa, 30 Juni 2015














































 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review