Ayra's 1st Hospitalization Experience

Berselang 3 jam setelah saya menulis postingan ini, Ayra panas tinggi dan kemudian muntah air.
Sepanjang pagi Ayra tetap panas sampai 39,6 derajat celcius, diare berulang yang sangat cair dan nggak mau makan apapun. Cuma masuk air putih dan setengah gelas milo. Sampai jam 11 siang nggak ada perubahan, akhirnya saya membawa Ayra ke RS.
Mengingat riwayat Ayra yang susah sekali minum obat, dokter menyarankan Ayra untuk langsung opname. Akhirnya jam 13 Ayra masuk IGD untuk pasang infus. Karena sudah di fase dehidrasi (ringan atau sedang), pembuluh darahnya susah ditemukan. jadilah berulang kali tusuk jarum di tangannya. Jelas Ayra jerit2 kesakitan.
Penderitaannya nggak berakhir di situ. Setelah infus terpasang, Ayra masuk kamar rawat inap. Ayra sudah mau sedikit bicara. Tiba2 saja Ayra kejang!!
Untungnya kami semua sedang siaga di situ. Ada adik juga yang seorang dokter. Rasanya benar2 nggak tega melihatnya seperti itu. Saat itu juga ternyata Ayra pup lagi, yang langsung dibersihkan. Kemudian dimasukkan obat penurun panas lewat dubur, dsb.

Sangat nggak tega melihatnya.
Oh ya sejak awal membawa Ayra ke RS, saya juga membawa Axel. Alasan kenapa saya membawa Axel ada di postingan ini.
Axel susaaaah sekali menyusu. Mungkin karena saya lagi panik dan stres, mungkin juga karena tempat baru.
Sampai jam 19.00 saya meninggalkan Ayra, Axel masih susah menyusu dan tidur. Akhirnya dengan berat hati, kami memutuskan saya dan Axel yang tinggal di rumah. Sedangkan suami dan adik yang menjaga Ayra di RS.

Ini pertama kalinya Ayra opname dan pertama kalinya saya tidur terpisah dari Ayra sepanjang malam :(

Selama 3 hari Ayra opname, Axel ikut aku riwa riwi RS dan rumah. Dengan pertimbangan yang sangat berat, Sabtu malam kami memutuskan Ayra untuk pulang saja. Pertimbangannya adalah Ayra sudah mulai membaik meski sebenarnya belum selesai obatnya. Jadi obatnya harus dilanjutkan secara per oral di rumah. Pertimbangan lain adalah kondisi Axel yang menurun karena kecapekan. Jadi saat itu keputusan kami benar2 sangat berat. Kalau pulang, Ayra berisiko kembali sakit karena sebenarnya pengobatan belum selesai. Kalau tidak pulang, Axel yang bisa sakit lebih parah. Karena sejak hari ke 3 Axel sudah banyak bersin2.

Jadilah mulai Minggu sampai Selasa merupakan masa2 isolasi untuk kedua anakku. Ayra dan Axel benar dijaga supaya tidak memburuk. Minggu Ayra BAB 7x yang membuat kami semua deg-degan. Obat penurun panas sudah siap sedia. Untungnya nggak ada demam lagi. Senin Ayra BAB 1x saja. Selasa pagi Ayra harus kontrol ke dokter, sedangkan selasa sore Axel yang kontrol ke dokter jantung anaknya. Karena sejak Axel diketahui ISK, aku belum update ke dokternya. Pemberian antibiotik ke Axel juga berdasarkan resep dari dokter di RS tempat Ayra opname.
Kami bertiga pun kena flu.

Alhamdulillah saat ini sudah membaik semua. Perjalanan masih panjang, karena pengobatan untuk ISK-nya Axel masih ada.

Semoga Ayra segera membaik, sehat terus semuanya...amiinn yra...

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives