Kenapa AIMI Tidak membuat iklan ASI

Banyak yang bertanya,, kenapa sih iklan tentang ASI dan Menyusui jarang sekali tampil di TV? Ini penjelasannya Lianita Prawindarti MinLi dari AIMI..
Sudah pernah tahu berapa hitung2an pembuatan iklan di media terutama media elektronik? kalau belum, saya berikan gambarannya

Kalau boleh saya kasih gambaran, di Indonesia saja, perusahaan sufor adalah pengiklan tertinggi dalam kategori minuman. Tahun 2011 saja total budget iklan mereka di kuartal pertama (4 bulan pertama) di thn 2011, mencapai lebih dr 497 milyar Rupiah. Hehehhe, Coba kalau angka ratusan milyar itu dibuat pelatihan nakes dan subsidi ke RS dan klinik agar bisa lebih pro ASI, saya rasa akan lebih tepat sasaran, ketimbang habis sekian ratus milyar utk kita beriklan agar bisa mengimbangi iklan iklan sufor untuk durasi iklan yg hanya 1 menit saja, tapi kalau ada masalah menyusui masyarakat kita blm dapat dukungan nakes dan konselor menyusui yang mumpuni utk membantu kita semua.

Untuk perbandingan, anggaran kementerian kesehatan untuk promosi kesehatan anak dan ibu dalam satu tahun hanya 2,9 milyar.
Dan angka 2,9 milyar itu bukan hanya mencakup isu ASI saja ya. Secara matematika keuangan negara kita (plus donasi sana sini) ga mungkin bisa menyaingi biaya iklan perusahaan sufor.

Tapi justru dengan keterbatasan ini yuk kita edukasi diri sendiri dan lingkungan. Yg namanya iklan produk sudah pasti ga akan menjelek jelekkan produknya sendiri, jadi lebih baik mulai mengedukasi lingkungan terdekat untuk lebih menggunakan logika dalam mencermati iklan2 produk di media, apapun itu iklannya
Secara logika cost dan benefit, pembuatan iklan dengan budget yg besar besaran sebetulnya tidak tepat sasaran. Yuuk, kita coba kalkulasikan kira2 masuk akal nggak

Pertama, yg kita lawan, minimal ada 5 perusahaan sufor yg wira wiri di TV setiap hari. Minimal ya. Katakanlah satu perusahaan ngiklan 3 kali per hari, berarti kita mesti ngiklan setidaknya 15 kali sehari agar secara frekuensi bisa mengimbangi secara kuantitas. Itu baru di satu stasiun TV, kita punya banyak stasiun tv nasional.

Membuat video iklannya bisa jadi terjangkau secara finansial, tapi membayar slot timing penayangannya untuk jangka panjang, anggaran kemenkes untuk semua masalah kesehatan per tahun semua dialihkan ke iklan ga akan bisa menutup costnya Apa mau gara2 iklan ASI kita jadi ga punya obat murah? mesti bayar kalau mau nimbang ke posyandu? mesti bayar mahal utk imunisasi di puskesmas? ya jangan sampai kan? Ada banyak kebutuhan kesehatan lain yg juga penting untuk diatasi pemeriintah kita dengan dananya yg terbatas...

Sementara kami di AIMI ini semua pendanaannya kami cari lewat sumber2 yang "aman". Tidak dari perusahaan sufor dan dot, tidak boleh dari perusahaan2 negative list yang punya saham sufor dan dot, tidak boleh dari parpol. Karena AIMI non profit dan non partisan. Mau cari dana utk buat event seminar saja sulitnya setengah mati. Apalagi mau bicara membuat iklan yg bsia mengimbangi iklan sufor. Sementara dari pemerintahpun dananya juga terbatas sekali.

jadi, alih alih heboh buat iklan yang durasinya pendek dan efektifitasnya tidak terukur serta biayanya besar sekali, plus bayar slot iklannya di TV yang luar biasa mahaal, kita memilih jalur2 yg lebih kreatif dengan edukASI publik dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Kedua, dengan uang sebanyak itu, kenapa tidak digunakan utk sesuatu yg lbh strategis, misal: subsidi ke RS dan klinik bidan agar nakes2nya bisa ikut pelatihan manajemen laktasi. Itu sudah bisa mengcover banyak propinsi, banyak RS, banyak nakes se-Indonesia.

Ketiga, isu menyusui tidak hanya berhenti di masalah edukasi apakah kita memberi asi atau sufor utk si kecil, tapi apa yg terjadi jika ada masalah menyusui. Kalaupun sudah banyak orang yg memutuskan menyusui tapi kemudian ketika ada mslh menyusui dan nakesnya tidak paham ttg bagaimana membantu ibu menyusui, bagaimana membantu menyelesaikan masalahnya, ya percuma juga kan?

Keempat, sufor bisa membuat iklan seperti itu karena mereka adalah perusahaan multi nasional, beroperasi di seluruh dunia. keuntungan mereka sebagian besar lari ke promosi dan iklan. Sementara gerakan AIMI dan gerakan2 sejenis sifatnya sukarela, non bisnis.

Oiya, AIMI dengan segala keterbatasan sumber dayanya sudah beberapa kali membuat video promosi dan edukASI:
https://www.youtube.com/watch?v=n7qrtVoB3ds
https://www.youtube.com/watch?v=CVIa8jo0rgI

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives