Thursday, April 23, 2015

Tentang Axel (3m)

Sudah lama saya nggak update tentang Axel.
Banyaaak hal yang terjadi sampai saat saya menulis postingan ini, meski hanya baru 3,5 bulan lalu saya melahirkan Axel.
Postingan pertama tentang Axel ada di sini.
Melanjutkan postingan tersebut, saat Axel usia 1,5 bulan yaitu 6 Februari 2015, kami membawa Axel ke dokter anak konsultan jantung anak, dr. Mahrus, SpA(K). Dan hari itu juga dilakukan pemeriksaan echo. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa Axel memiliki 2 lubang di jantungnya, yaitu tipe ASD dan VSD. Yang mana saat pemeriksaan dilakukan, ASDnya sudah menutup sendiri. Sedangkan VSD belum. VSD ini berukuran 3mm. Saat itu, dr. Mahrus hanya menyarankan terapi konservatif saja dulu, yaitu diberikan obat oral (Noperten) untuk meminimalisir hipertensi pulmonalis. Jangan tanya saya kenapa sakitnya di jantung, tapi hipertensinya di paru. You should ask the expert :D

Itu pukulan kedua bagi saya, setelah yang pertama mendengar diagnosis PJB pada hari kedua kelahiran Axel. Axel usia 2m1w, saya mulai kembali bekerja di RS 2x per minggu dan di Konsultan as per request :)
Oh ya, selain ke dr. Mahrus, Axel tetap saya bawa ke dr. Hartoyo untuk imunisasinya. Alasan lainnya adalah dr. Hartoyo adalah dokter anak langganan sejak Ayra lahir dan juga beliau seorang konselor laktasi (meski saya agak ragu, tidak bisa bersih dari sponsor susu yang bekerjasama dg RSnya).

Tumbuh kembang Axel bagus, menyusu juga normal, grafik Growth Chart bagus. Usia 1 bulan sudah senang mengangkat kepalanya. Usia 2 bulan sudah miring2 dan usia 2,5 bulan sudah tengkurap (meski habis itu langsung nangis).
dr. Hartoyo sudah pernah mengingatkan saya bahwa nanti masuk usia 4 bulan, kenaikan BBnya biasanya tidak sebanyak 0-3 bulan. Saya pun juga tahu teori itu, jelek2 gini kan saya juga konselor laktasi.

Tapiii...saya benar2 nggak menyangka kalau pelitnya sampai segininya. BB Axel benar2 stagnan di usia 3m2w. Kalau di GC jadinya sudah memotong garis kuning bawah. Alarm berbunyi!!
Stres jelas!
Saya cek frekuensi BAK masih lebih dari 6x, BAB juga golden feces.
Saya bawa ke dr. Rizal Altway, SpA, IBCLC, seorang dokter anak yang juga konsultan laktasi internasional (yang mana juga suaminya ketua AIMI Jatim). Pemeriksaan fisik sudah, nggak ada tongue tie, hanya saja dicurigai fimosis. Jadi disuruh cek lab. Kalau memang ada ISK, bisa jadi itu menyebabkan BBnya nggak naik.
Sampai postingan ini ditulis, saya belum terima hasil labnya.

3 hari kemarin merupakan hari2 yang sangat menekan saya. dr. Rizal sudah menyampaikan kemungkinan ditambah sufor. Saya stres. Saya nggak rela anak saya diberi sufor. Wong Ayra yang sehat saja, bisa saya susui 30m. Apalagi Axel yang notabene punya PJB, harusnya lebih dari 30m dong!
Saya percaya ASI memberikan perlindungan terbaik buat anak. Kami sudah lihat buktinya di Ayra.
Tapi setelah melalui pemikiran panjang, akhirnya saya ikhlas kalaupun memang Axel perlu diberi sufor.

Setelah keikhlasan pemberian sufor, ganti mendapat "ujian" dari suami. Dia mau memberikan sufornya dengan dot. Jelas langsung saya marah! Dot sangat haram bagi ibu yang berniat menyusui hingga 2 tahun atau lebih. Kalaupun diberi sufor, saya berencana memberikan dengan cupfeeder, seperti kebiasaan Axel minum ASIP selama ini.
Setelah berdebat keras, saya menangis, hasil ASIP menurun (yang mana suami lihat langsung memang nggak keluar), akhirnya suami melunak.
Malam itu saya bisa tidur dengan tenang.
Keesokann harinya kepala mulai normal. Tepat tanggal 21 April 2015, saya harus mengantar Ayra untuk acara Kartinian di sekolahnya. Saya bawa Axel juga. Saya yang biasanya well-prepared, kali itu go with the flow. Saya nggak mengharapkan apa2.

Malah Axel bisa menyusu banyak 2x selama menunggu Ayra, bahkan sampai tertidur...yah meski berkorban tangan kaku semua. 

Waktu acara di sekolah Ayra, Ayra terlihat begitu senang melihat saya di antara mama2 lainnya. Sorenya saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya di RS. Dan langsung disetujui suami. Saat itu juga saya tembak suami untuk "membayar" pengorbanan saya untuk tidak pernah menggunakan dot. And he said yes!

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review