Friday, August 28, 2015

A Letter for My Children

0 comments

Dear Ayra dan Axel...

Mama tulis ini karena maut bisa menjemput kapan saja. Apapun penyebabnya dan kapanpun waktunya.
Siap atau tidak, mama akan berpisah dengan kalian.

Mama rasa harus tulis sesuatu untuk kalian. Meski mungkin nggak akan lengkap.

Yang harus kalian tahu dan ingat untuk selamanya, adalah mama sayang kalian. Sebesar apapun di dunia ini. Kalian nggak akan bisa membayangkannya sampai nanti kalian punya anak sendiri.

Saat mama tulis ini, Ayra berumur 3 tahun 3 bulan dan Axel umur 8 bulan.
Ayra, sudah banyak yang kita lalui bersama, mungkin kamu nggak akan ingat. Tapi mama akan ingat selamanya. Kamu adalah anugerah pertama buat mama dari Allah. Kamu sudah mengajarkan mama banyak hal.
Ayra, kamu akan tumbuh jadi gadis yang menarik dan cerdas. Jaga keseimbangan dunia dan akhiratmu ya nak..

Axel, kamu adalah anugerah kedua dari Allah. Kamu mengajarkan mama kerendahhatian, kekuatan yang lembut, bukan kekerasan. Kamu membuat mama belajar lagi. Kamu meruntuhkan kesombongan mama akan keberhasilan mama dalam membesarkan kak Ayra.
Kamu anak laki-laki mama yang membuat mama menjadi merasa bodoh lagi. Mama nggak pernah tahu bagaimana membesarkan seorang anak lelaki.
Semoga mama bisa membimbingmu menjadi lelaki yang kuat fisik, mental, iman dan islamnya.

Dear anak2 mama...
Mama harap kita akan masih bisa melalui banyak waktu bersama. Kalau bisa sampai kalian tumbuh dewasa, dan sama2 punya anak. InsyaAllah..

Monday, August 24, 2015

Update Axel (6-7m) dan Perkembangan (Mama)nya

0 comments
Sudah cukup lama saya nggak update tentang Axel.
Begitu banyak cerita, sebenarnya, bahkan dalam hitungan hari. Saya akan tuliskan beberapa poin penting saja.

Selama masa lebaran, ART pulang kampung selama 2 minggu, otomatis saya harus di rumah saja tidak bisa bekerja sama sekali. Bahkan di rumah pun tidak sempat buka laptop.
Skip cerita ribetnya urus rumah tanpa ART....
Dengan pekerjaan RT yang seperti tidak ada hentinya, mengurus 2 anak sendirian (well literally yang sendirian cuma 4 hari aja, karena selain itu suami cuti), saya merasa rutinitas anak2 terganggu. At least untuk Axel yang harusnya masih banyak jam tidurnya. Sedangkan tahu sendiri kaann...Axel ini super sensitif, nggak bisa ditaruh di kasur kalau saya nggak ikut tiduran juga di kasur, yang mana saya jadi ikut tidur juga pastinya. Kali ini saya nggak bisa ikut tiduran karena saya harus nungguin Ayra juga. Pagi Ayra sudah nggak ada jadwal tidur lagi. Alhasil Axel yang kacau jadwal tidurnya. Kadang ya bisa tidur sambil saya gendong (sambil saya ngerjain yang lain) atau malah nggak bisa tidur.

Saya sampai takut lihat timbangan. Takut lihat BB Axel turun lagi. 
Ternyataaa...selama 2 minggu itu Axel malah naik 450gr lho!
Begitu ART balik, pekerjaan kantor saya menumpuk, dan saya langsung tancap gas kerja. Minggu pertama saya tinggal kerja, Axel turun 100gr. Minggu kedua dan puncak acara RS tempat saya kerja, turun lagi 150gr!
Super down lah aku...padahal selama aku tinggal, frekuensi & porsi makan & ASIPnya tetap sama. Kata pengasuhnya juga nggak rewel selama ditinggal, bisa tidur spt biasa juga.

Well he's a special baby..
He has CHD and Allah has sent him to me, not to be ignored. But He wants me to take care of Axel.
I promise, I'm gonna change all my routinity. I should be healthy, so my children are healthy too.

Work and other activities are also good for my mental/soul health, but it needs to be compromised for the sake of Axel!

Suami nggak pernah meminta aku untuk resign, tapi tentu saja aku tahu, apa yang terbaik untuk kami adalah saya perlu menyeimbangkan dua dunia ini.
Saya "tidak baik" berada terus menerus di rumah, bisa jadi destruktif..hehee...buat saya pribadi maupun untuk orang2 di sekitar saya (suami saya paham sekali yang ini).
Tapi di sisi lain, Axel juga butuh saya, Ayra juga tentunya.

Satu sisi, saya ingin bisa melakukan semuanya sendiri: antar jemput Ayra sekolah, antar anak2 imunisasi, baby spa, dll.
Di sisi lain, saya cuma manusia biasa. Saya punya keterbatasan, dan juga ada keterbatasan untuk anak2 (misal, Axel nggak boleh ke tempat2 yang bikin capek, dsb).

Ah entahlah....
Sampai di titik ini saya semakin sadar bahwa tidak ada yang sempurna. Tidak ada orang yang bisa melakukan semuanya sendirian.
Masih ada impian-impian saya, yang entah bagaimana sampai saat ini masih tersimpan rapi, tapi saya pun masih takut untuk mewujudkannya.

Semoga Allah selalu membimbing semua langkah saya. Amiin..











 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review