Full ASI!!

Kali ini saya mau menuliskan tentang tahapan perjalanan menyusui Axel.
Untuk yg belum tahu, Axel terlahir dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan sudah menjalani open heart surgery pada tanggal 27 Oktober 2015.
Axel sempat mix dengan susu formula khusus yang harganya mahaaal sejak usia 12 bulan....dengan alasan yg sudah saya tuliskan di postingan sebelumnya.


Namun kali ini, saya harus menceritakan tahapan selanjutnya. Dua bulan mengkonsumsi sufor, saya tidak menyadari ada yang berbeda dengan frekuensi BAB Axel. Dia BAB bisa 5-6x per hari, waktu itu saya berpikir wajar krn memang Axel makannya sangat banyak. Herannya memang BB Axel masih sulit naik. Tanggal 27 Mei saya membawa Axel ke dokter gizi lagi dan ternyata frekuensi BAB Axel tidak normal, setelah diusut, dokter menyatakan Axel tidak tidak cocok dengan sufornya. Sehingga fili ususnya mengalami semacam aus (atau apalah namanya...saya agak lupa). Jadi apapun yang dimakan, tidak bisa diserap sempurna oleh Axel.

Dua hari kemudian, tanggal 29 Mei Ayra dan Axel sempat mengalami keracunan makanan (karena makan makanan yg sudah agak basi), dua2nya muntah tanpa henti. Keduanya saya bawa ke IGD di hari Minggu jam 23.00. Keadaan benar2 emergency.. Axel sudah tidak bisa diberi asupan apapun termasuk ASI, setiap kali disusui, langsung muntah lagi.

Singkat cerita, Axel diharuskan diinfus malam itu juga karena khawatir dehidrasi. Sedangkan Ayra tidak perlu infus tapi tetap ikut menginap di RS. Karena kondisi Ayra masih lebih baik, masih bisa masuk makanan.

Sejak itu saya memutuskan menghentikan semua asupan sufornya. Kembali full ASI lagi, dan alhamdulillah didukung oleh dokter anak yg merawat Axel di RS.

Bulan pertama suami masih tergoda untuk memberi sufor lagi supaya BB Axel bisa naik cepat. Padahal paska opname, dan full ASI dalam 1 minggu BB Axel naik 100gr, justru tidak turun meski habis opname.

Di bulan kedua saya menegaskan komitmen saya untuk tidak menggunakan sufor lagi pada suami. Bahkan dengan nada sedikit mengancam, saya akan kembali memberikan full ASI with or without his support. At least kalau dia tidak mendukung, dia harus melewati saya dulu.
Saya sudah pasrah kalau nanti terjadi pertengkaran dg suami terkait hal ini. Di luar dugaan, suami mendukung dengan syarat saya harus benar2 membuktikannya.

Akhirnya sekarang, 3 bulan paska Axel lepas sufor, kesehatannya lebih kuat. Tidak pernah tertular sakit kakaknya dan saya. Alhamdulillaah...suami juga mengakui tumbuh kembang Axel sangat bagus dengan ASI saja. Dia jadi sangat aktif dan tidak mudah sakit.
Masalah BB, sudah mengalami kenaikan meski tentu saja masih mengejar ketertinggalannya selama dia masih PJB dulu.





Post a Comment

Designed by FlexyCreatives