Thursday, December 21, 2017

Review Beco Toddler

0 comments
Sejak anak pertama lahir, saya sudah banyak browsing mengenai alat gendongan. Saat itu yang menjadi pilihan saya adalah model baby wrap.


Setelah Axel lahir, dia kurang suka dengan babywrap. Entah saya yang sudah tidak telaten atau memang anaknya yang kurang suka. Alhasil saya beli lagi gendongan dengan tipe Soft Structure Carrier (SSC). Sampai di usia 3 tahun ini Axel masih sering sekali minta gendong, terutama kalau dia kurang familiar dengan tempatnya, tapi memang paling utama karena dia paling suka digendong.
Alhasil dengan gendongan SSC yang saya beli di awal, sudah tidak muat lagi untuk Axel. Jadi saya beli lagi SSC untuk ukuran toddler, pilihan saya jatuh ke Beco Toddler.
Alasan utama karena seorang teman saya yang juga konsultan babywearing menyarankan merk ini daaan....merk ini sedang diskon 50%!



Monday, December 18, 2017

Naik Kereta Api...tut tut tut!

13 comments
Oke jujur saja, tugas ODOP kali ini tentang review transportasi umum membuat saya pusing. Karena di Surabaya terakhir kali saya menggunakan angkutan umum adalah saat saya SMP, sekitar tahun 1997-1998. Waktu itu rumah saya lumayan di Surabaya pusat sehingga banyak angkutan umum berbagai jurusan. Tapi rasanya tidak valid kalau saya review tentang angkutan umum sekarang karena saya tidak tahu apa-apa.

Alat transportasi umum yang paling sering saya gunakan sepertinya adalah pesawat karena saya jarang keluar kota. Namun kalau saya review pesawat, tentu pesawat dan pelayanan setiap maskapai akan berbeda. Jadii saya akan pilih untuk review kereta api saja 😊

Sebenarnya dulu saya sering menggunakan kereta api saat masih ada kakek nenek di Malang. Kemudian entah kenapa belakangan, orang tua lebih memilih menggunakan mobil pribadi saat ke Malang. Namun sejak kakek meninggal pada 2002 dan nenek dibawa pindah ke Surabaya sekitar tahun 2004, kami semakin jarang ke Malang lagi.

Yang teringat pengalaman masa kecil menggunakan kereta api adalah kursinya tidak selalu dapat yang nyaman kecuali kita pilih kelas eksekutif. Yang paling saya sukai dulu adalah bisa pesan kopi susu dan nasi gorengnya yang khas. Kopi susunya tidak saya jumpai di tempat lain.

Setelah bertahun-tahun tidak menggunakan kereta api lagi, awal tahun 2017, saya dan suami mengajak anak-anak naik kereta api untuk pertama kalinya dengan tujuan Banyuwangi. Kami memilih kelas eksekutif. 

Ternyata pelayanan PT. KAI mulai membaik. Jadwal keberangkatan tepat waktu, tidak boleh ada penumpang yang naik tanpa beli tiket, beli tiket juga bisa online. Kebersihan di dalam gerbong juga dijaga. 

Sayangnya niiih....sudah tidak ada lagi kopi susu khas kereta api. Plus nasi goreng yang dijual di kereta api sekarang adalah model siap saji seperti di pesawat. Jadi rasanya kurang enak. Meskipun di kotaknya ada logo salah satu restoran terkenal di Surabaya.

Pengalaman naik kereta api cukup mengesankan untuk anak-anak. Mereka bisa lari-larian sepanjang perjalanan. Meski mereka bolak balik bertanya kapan sampainya. 
Untuk perjalanan luar kota selanjutnya, sepertinya saya masih tetap akan memilih pesawat dengan alasan efisiensi waktu. 

Harapan saya, di Surabaya akan ada sarana transportasi publik yang terjangkau, nyaman dan aman untuk semuanya seperti yang sudah ada di Singapura. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat.

#ODOPBatch4



Sunday, December 17, 2017

Kenjeran Park: Tempat Lama yang Mulai Cantik

3 comments
Rumah saya di daerah Surabaya Timur dekat dengan Kenjeran. Untuk orang Surabaya, pasti tidak asing dengan Kenjeran. Dulu Kenjeran identik dengan daerah yang kumuh, tempat banyak orang pacaran dan segala hal yang negatif. Namun sejak Surabaya dikepalai oleh bu Risma, sepertinya semua taman kota diperbaiki. Sehingga Kenjeran pun mulai tampak cantik.

Awalnya saya juga tidak pernah dan tidak ingin ke sana, karena sejak kecil tahunya Kenjeran ya untuk hal yang negatif. Namun kami lama-lama juga bosan kalau setiap minggu perginya ke mall. Taman kota juga mulai bagus, namun sayangnya ruang terbuka seperti itu masih banyak digunakan juga oleh perokok. Sehingga yang seharusnya jadi tempat yang menyehatkan untuk orang dewasa dan anak-anak, malah jadi bahaya karena harus menghisap asap rokok. Oleh karena itu, kalaupun harus ke taman, saya pilihnya yang agak luas, supaya tidak terlalu terganggu dengan asap rokok.

Nah Kenjeran ini memiliki lahan yang cukup luas. Di sana ada berbagai macam spot wisata.
Pintu masuk utama



Patung Dewi Kwan Im

Atlantis Land

Kami paling sering ke area ini, saya kurang tahu juga area apa namanya. Yang jelas banyak penjual mainan, persewaan mainan (seperti motor/mobil listrik), naik kuda, main pancing ikan, penjual makanan, penjual ikan, hamster dan kelinci, dan lain-lain.



Harga mainan, makanan dan lain-lain cukup murah. Jadi kami cukup senang di sini. Pastikan saja bawa tisu basah untuk lap tangan yang kotor yaa...dan hand sanitizer  untuk sebelum makan. 
Have fun!

Vision Board

1 comments
Vision board merupakan papan yang berisi impian, cita-cita dan tugas harian kita. Atau kalau mau kita tambahkan apapun juga boleh. Sebenarnya dengar tentang vision board ini sudah lama sekali, mungkin sejak jaman kuliah S1. Pertama tahu dari sebuah majalah. Melihat contoh2 vision board orang lain, rasanya ingiin banget...tapi kok tidak pernah terlaksana. Akhirnya ya memang tidak pernah kesampaian.

Sejak punya dua anak terutama setelah Axel masuk sekolah toddler, rasanya perlu banget bikin vision board. Meski hanya 3 kali seminggu, tapi sudah mulai ada tugas bawa ini itu. Meski hanya punya dua anak, tapi tugas dua anak ini cukup membingungkan saya. Tanggal sekian ada acara untuk kelas kakak, tanggal sekian jam sekian ada rapat, tanggal sekian si adek harus bawa ini, tanggal sekian deadline beasiswa, tanggal sekian tes IELTS dan seterusnya. Memang saya punya buku agenda, tapi kalau berupa buku, seringkali saya juga lupa untuk membukanya. Jadi saya perlu suatu tempat untuk menempelkan jadwal2 itu.

Selain untuk menempelkan tugas harian, fungsi utama vision board sebenarnya adalah untuk selalu mengingatkan kita akan visi kita. Terutama setelah saya berusia 30 tahun, seringkali saya berpikir, saya ini sebenarnya mau jadi apa sih, sudah ngapain aja saya selama ini, dan seterusnya. Bukannya tidak bersyukur, tapi saya tidak mau menyia-nyiakan usia saya. Dengan rutinitas harian yang padat, apalagi setelah punya anak, hari-hari terasa begitu pendek. Tahu-tahu sudah malam saja.

Akhirnya sejak saya mengalami dua kegagalan di tahun 2016 (IBCLC dan LPDP), saya bertekad harus membuat sesuatu untuk tetap menyalakan semangat saya. Untuk tetap istiqomah dalam mencapai visi saya. Sebenarnya saya pun sudah membuat semacam kerangka hidup saya di sebuah kertas sebelumnya, tapi sepertinya itu kurang bisa menjaga ke-istiqomah-an saya.
Karena dua kegagalan besar di tahun 2016, saya benar-benar merasa down, powerless dan merasa saya ini tidak bisa apa-apa. Akhirnya di bulan Desember 2016, saya membeli sebuah papan (saya kurang tahu namanya apa, yang pasti bukan papan kayu) dan mulai memasang gambar2 impian saya. Saya browsing dari internet dan mulai menggunting dan menempel, termasuk juga quote2 yang menarik untuk saya.


Semua yang saya tempel di vision board saya mempunyai makna. Saya pilih gambar burung hantu karena melambangkan pendidikan. Di pojok kiri bawah dan kanan atas ada gambar empat burung hantu menyimbolkan keluarga kami; saya, suami, Ayra dan Axel. Bagian pinggir saya lem permanen, tapi yang tengah menggunakan pin supaya bisa diambil jika sudah tidak digunakan. Bagian tengah ini yang biasanya berisi jadwal harian atau mingguan.

Setelah tahun 2017 ini mau berakhir, saya benar-benar merasakan manfaat vision board. Menjaga semangat kita dalam mencapai impian dan mengingatkan kita akan tugas-tugas harian. Selamat mencoba ya!



Friday, December 15, 2017

Pembuatan Paspor Warga Negara Indonesia tahun 2017

1 comments
Terakhir kali saya membuat paspor adalah Desember 2016. Saat itu juga sudah diminta untuk daftar online dulu dan bayar dulu sebelum datang ke kantor imigrasi. Tapi kenyataannya, pada saat datang ke kantor imigrasi, antrian tetap panjaaaangg...sampai mengular sekitar 1km.

Kali ini saya mau membuatkan paspor anak2 dan memperpanjang paspor suami. Saya browsing2, ternyata harus daftar online lagi melalui aplikasi di hape android atau melalui web antrian.imigrasi.go.id. Sistem ini baru dimulai sejak tanggal 7 Agustus 2017. Saya sempat pesimis dan skeptis. Halah paling juga sama seperti dulu...antri online tapi di sana tetap antri lagi.

Tapi saya tetap daftar online dulu. Saya coba buka via web, tapi pilihan tanggalnya tidak bisa diklik. Pindah ke tanggal2 lain pun tetap sama, bahkan sampai saya coba ke tahun 2018, tetap tidak bisa diklik. Lalu saya coba via aplikasi hape. Hasilnya pun sama.
Saya coba keesokan harinya, keesokan harinya lagi dan lagi, hasilnya masih sama. Akhirnya saya nekat datang langsung ke kantor imigrasi di Maspion Square Surabaya.

Saya berangkat jam 6 pagi dari rumah, sampai di sana jam 6.30...daann....sepiiiii sekali... Saya nekat langsung turun dan lihat pintunya terbuka, mau langsung masuk saja. Tiba-tiba ada seorang laki-laki paruh baya yang menyapa saya. Singkat cerita, saya ceritakan kalau saya sudah coba daftar online tapi tidak bisa diklik terus. Ternyata si bapak bilang kalau aplikasi maupun web hanya dibuka setiap 10 hari yaitu tanggal 10, 20 dan 30 setiap bulannya.
Ya Allaaah...saya cari dimana2 tidak ada info ini. Padahal info ini penting sekali. Pantas saja banyak orang mungkin merasa mengurus paspor itu ribet, akhirnya muncullah para calo itu. Karena prosedur remeh seperti ini tidak disebarluaskan.

Waktu itu tanggal 24 November, saya coba buka lagi tanggal 28, masih belum buka. Dan akhirnya tanggal 29 November sudah dibuka. Langsung saja saya daftar untuk suami dan anak2.

tampilan awal
setelah login, ini tampilannya
setelah pilih lokasi kantor imigrasi, ini tampilannya
Kalau pendaftaran berhasil, akan muncul seperti ini



Pada hari dan jam yang telah ditentukan kami datang sekeluarga. Karena jam suami dan anak2 beda, maka anak2 masih sekolah dulu paginya. Oh ya jangan lupa lengkapi dokumen yang dipersyaratkan yaa...kalau ada satu saja yang kurang, harus kembali lagi dan mengulang dari awal.

Syarat paspor dewasa:
1. KTP
2. KK
3. Akte lahir/Ijasah/Buku Nikah
4. Paspor lama (jika sebelumnya udh pernah punya)

Syarat paspor anak:
1. KTP kedua ortu
2. KK yg udh tercantum nama anaknya yg mau bikin paspornya
3. Akte lahir anak
4. Buku Nikah
dan harus didampingi oleh kedua orang tuanya, tidak boleh salah satu.

Karena e-KTP suami belum jadi, dia harus menyertakan surat keterangan dari Dispenduk. Ini yang lupa dia bawa. Alhasil saya kebut-kebutan bersama anak2 untuk mengantarkan suratnya. Alhamdulillah petugas masih membolehkan melanjutkan prosesnya.
Oh ya, semua dokumen difotokopi yaa...seukuran kertas A4, kemarin saya fotokopi langsung 5x semuanya. Mending kelebihan daripada kurang kan...

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, petugas akan memberikan map yang berisi beberapa form. Jangan lupa bawa bolpen hitam dan materai yaa..
Di dalam kantor imigrasi tidak banyak yang sedang antri, jadi saat nomer antrian saya dipanggil, saya malah belum selesai mengisi form2 itu. Jadinya malah mereka yang menunggu saya.
Setelah mengisi, kita akan dipanggil untuk foto. Alhamdulillah foto juga lancar, saya sempat khawatir Axel yang akan rewel saat foto, tapi ternyata tidak :)

Selesai proses, kami diminta pulang. Nanti akan disms untuk pembayarannya. Satu hari setelah foto, saya dapat sms untuk melakukan pembayaran. Rabu pagi saya bayar ke bank, dan lima hari setelahnya paspor bisa saya ambil di kantor imigrasi tersebut. Alhamdulillah lancar...






Wednesday, December 13, 2017

Keep Dreaming and Make it Happens!

2 comments
Alhamdulillah di tahun 2017 ini dua impian saya sudah terwujud, yaitu lulus International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC) dan lulus beasiswa LPDP. Rasanya saya tidak berani bermimpi lagi. It's already huge!

Namun impian tetap boleh ada lagi yaa...Salah satu impian lama yang belum terwujud adalah menerbitkan buku, baik yang antologi maupun yang solo. Manapun yang bisa terwujud lebih dulu....alhamdulillah...

Jadi resolusi untuk tahun 2018 adalah:

  1. Menulis buku bersama AIMI Jawa Timur. Sementara ini sudah terkumpul beberapa tulisan, hanya menunggu editing.
  2. Menulis buku solo
  3. Menulis artikel jurnal lagi. Sejauh ini baru satu artikel yang dipublish di Journal of Human Lactation. Satu artikel lagi masih dalam proses review. 

Kenapa saya tertarik untuk menulis buku?
Yang pertama, karena menurut saya, buku merupakan bukti eksistensi kita yang akan ada sepanjang masa. Saya pernah membaca satu quote yang menarik, "menulislah maka kau ada". Semacam itu lah...agak sedikit lupa :D
Yang kedua, dengan menulis buku, kita menyebarkan informasi yang (semoga) bermanfaat bagi masyarakat, sehingga ini bisa menjadi amal jariyah kita insyaAllah.
Yang ketiga, sebanyak apapun ilmu yang kita punya, jika hanya disimpan di kepala sendiri, maka ilmu itu tidak barokah. Dan sependek pengalaman saya, semakin saya menyebarkan ilmu, semakinn banyak pula ilmu yang akan kita dapatkan. Tidak ada gunanya pelit membagi ilmu.

Resolusi lain yang mungkin terdengar silly adalah saya berkeinginan mengetahui dan mempelajari budaya dan kebiasaan lokal masyarakat di Canberra, termasuk mengunjungi spot-spot menarik di sana, insyaAllah juga akan menuliskannya di blog. Tidak ada target waktu, tapi ini sudah masuk dalam daftar keinginan saya :)

Canberra Nara Candle Festival

Floriade

Lebih lengkap bisa dicek di https://visitcanberra.com.au/

Tuesday, December 12, 2017

2018's Lifestyle Resolution

7 comments
Kalau di postingan sebelumnya adalah resolusi untuk sehat, maka kali ini adalah resolusi untuk lifestyle. Meskipun sebenarnya gaya hidup sehat juga salah satu resolusi saya.
Tapi ada beberapa hal yang mungkin perlu saya jadikan resolusi terkait kebiasaan sehari-hari.


  1. Terkait anak-anak. Memiliki dua anak memang anugerah yang wajib kita jaga dengan penuh tanggung jawab. Bagaimana kita mendidiknya akan mempengaruhi masa depannya. Sejak awal saya berkomitmen untuk memberikan pendidikan agama (serta pengoptimalisasian tumbuh kembang fisiknya) terlebih dahulu dibanding pendidikan akademis lain. Oleh karena itu saya memasukkan Ayra ke kelas Toddler di Al Azhar sejak dia berusia 2 tahun 2 bulan (karena ilmu agama saya masih dangkal jadi saya butuh bantuan dengan bermitra dengan para guru di Al Azhar). Melihat dampak positifnya seperti Ayra hafal doa sehari-hari, surat pendek, mengucapkan salam dan segala macam adab muslim yang baik, maka saya memasukkan Axel juga di kelas Toddler saat usia 2 tahun 7 bulan. Saat ini Ayra usia 5,5 tahun dan insyaAllah Maret 2018 akan pindah ke Canberra sehingga dia akan sekolah di sana, maka ini menjadi PR tersendiri untuk saya untuk memastikan dan menjaga adab muslim-nya tetap baik, hafalan surat pendek juga terus bertambah, dan lain-lain. Begitu juga dengan Axel. Resolusi 2018 (terutama setelah Maret) adalah mengalokasikan waktu dua jam untuk belajar bersama anak-anak.
  2. Terkait pekerjaan. Pekerjaan saat ini sebagai konsultan RS dan konsultan laktasi. Lagi2 karena insyaAllah Maret 2018 saya akan berubah status menjadi student lagi maka akan berubah lagi pekerjaan sehari-hari saya. Resolusi saya untuk 2018 akan lebih fokus pada disiplin dalam manajemen waktu. Saya akan membuat alokasi waktu untuk membaca, menulis dan waktu untuk keluarga dan urusan rumah. Jika memang di sana nanti saya bisa gabung di organisasi volunteer mengenai breastfeeding, that’d be good, but it’s not my first priority on a couple first months. Mungkin jika saya dan keluarga sudah bisa stabil, saya akan mempertimbangkan join di organisasi volunteer.
  3. Terkait suami. It’s a bit complicated. Karena belum tahu kondisi di sana nanti, dan situasi akan berubah hampir 100%, maka resolusi saya terkait suami adalah lebih banyak mendengar daripada bicara. I know it’s huge for him specially if moving to Aussie was not part of his main dream. Being more empathetic is wise, I think.
  4. Terkait spiritualitas. Saya memang berencana untuk bergabung dengan komunitas muslim di Australia, maka itu memang salah satu bagian dari resolusi 2018 saya. Selain itu, saya juga nadzar untuk bisa khatam 1x per tahun selama di Aussie. Bismillaaah...

Monday, December 11, 2017

Being More Healthy is a Must!

11 comments
Siapa sih yang tidak mau sehat? Meski seringkali kita menyepelekan anugerah yang bernama kesehatan, tapi semua orang pasti mau sehat. Untuk yang terlahir sehat dan sempurna, selama masa anak dan remaja juga tumbuh sehat, biasanya menyepelekan hal ini.

Alhamdulillah saya juga terlahir sehat, namun saat SD saya ketahuan skoliosis (kelainan tulang belakang dengan bentuk C atau S). Kelainan ini bukan bawaan lahir, namun karena postur tubuh yang jelek. Saat SD sebenarnya masih 10 derajat dan disuruh dokter untuk menggunakan brace selama 23jam/hari setiap hari. Tapi karena masih kecil dan tidak tahu konsekuensinya, akhirnya saya malas menggunakannya. Selain itu, dokter juga menyarankan untuk olahraga supaya tidak semakin parah. Olahraga yang disarankan antara lain renang, berkuda dan bersepeda. Intinya olahraga high impact sudah tidak disarankan lagi. Namun karena saat itu saya belum bisa renang dan bersepeda, dan lagi berkuda juga entah dimana, maka saya juga tidak olahraga. Alhasil sekarang skoliosis saya 30 derajat.

Saat SMA saya baru les renang. Sejak saat itu saya mulai suka renang. Namun ada hambatan lagi yaitu untuk renang pasti harus ke kolam renang (ya iyalah ya 😆) serta yang paling penting adalah harus mengeringkan rambut setelah renang karena saya berjilbab. Alhasil saya juga jarang renang, biasanya 1-2 minggu sekali.

Kemudian saya tertarik dengan yoga, yang termasuk olahraga low impact sehingga aman untuk tulang belakang saya. Sejak pertengahan tahun 2015, saya gabung ke salah satu studio yoga. Biasanya kelas yoga berdurasi 1 jam sehingga saya yoga pada saat menunggu anak sekolah.

Sumber: http://www.luluelhasbu.com/2015/01/happy-soya-oil-for-happy-friends.html

Sumber:http://petiteyogilateschic-blog.tumblr.com/aboutnura


Dalam dua tahun ini memang pernah malas juga, tapi saya merasakan badan saya jadi lebih fit, tidak mudah sakit dan tidak mudah capek (apalagi buat ibu2 beranak dua dengan usia 30an 😆).
Jadii...resolusi sehat saya di tahun 2018 adalah yoga di studio minimal 1x per minggu dan di rumah setiap hari minimal 30 menit. Mengingat saya akan hijrah ke Canberra pada Maret 2018 insyaAllah maka kemungkinan besar tidak bisa yoga di studio lagi. Jadi harus lebih rajin yoga sendiri di rumah. Doakan yaa... bismillaaah 😊

Sementara itu, banyak sekali manfaat yoga untuk kesehatan tubuh dan jiwa, antara lain:
  • Mengurangi stresPada dasarnya hampir semua jenis olahraga dapat membantu seseorang yang sedang dalam keadaan depresi, begitu juga dengan yoga. Sebagian studi menunjukkan bahwa dengan melakukan yoga bisa mengurangi rasa gelisah, stres, serta meningkatkan mood maupun kesejahteraan fisik maupun psikis seseorang. Bahkan, manfaat yoga juga dapat dirasakan pada seseorang yang mengalami schizophrenia dan gangguan tidur.
  • Meningkatkan kebugaranTidak hanya dapat mengurangi stres, manfaat yoga lainnya untuk tubuh Anda adalah dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar, meningkatkan keseimbangan tubuh, serta menambah kekuatan tubuh, jangkauan gerak, dan kelenturan tubuh.
  • Membantu mengatasi masalah kesehatan
    Jika Anda memiliki risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, yoga bisa menjadi olahraga yang cocok. Karena yoga dapat membantu tubuh Anda untuk mengurangi risikonya. Yoga juga dapat meringankan gejala nyeri, gangguan cemas, insomnia, dan depresi.
  • Sakit punggungBagi Anda yang mengalami sakit punggung, yoga juga bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat. Bahkan, jika Anda mengalami sakit punggung kronis sekalipun. Salah satu penyebabnya, karena gerakan peregangan tubuh yang ada pada yoga dapat membantu Anda melenturkan tubuh.
  • Meringankan efek setelah mabukMungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh Anda untuk melakukan yoga, setelah malamnya minum minuman beralkohol hingga mabuk. Tapi jangan salah, ternyata melakukan yoga dapat membantu dalam meringankan efek pengar (hangover) pada pagi harinya karena gerakan yoga dipercaya dapat mendetoksifikasi (menetralkan) sistem tubuh kita. Beberapa gerakan yoga, seperti ‘plow’, atau ‘shoulder stand’ dapat meningkatkan sistem metabolisme dan melatih kelenjar tiroid. Selain itu, dengan melakukan gerakan yoga, darah yang mengalir ke otak menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan keseimbangan tubuh bahkan mungkin mengusir selulit Anda!
  • Mengurangi masalah asma 
    Asma yang kambuh dapat sangat mengganggu dan cukup menyiksa. Guna mengatasinya, cobalah untuk melakukan yoga secara rutin. Sebuah studi yang dilakukan pada penderita asma dewasa ringan hingga sedang menunjukkan, beberapa gerakan yoga yang berhubungan dengan pernapasan seperti Pranayamadapat membantu meringankan gejala asma.
Selain beberapa manfaat yoga di atas, manfaat utama yang tentunya dicari banyak orang adalah terbakarnya lemak dalam tubuh (sumber: http://www.alodokter.com/maksimalkan-manfaat-yoga-untuk-kesehatan-jiwa-dan-raga)

#onedayonepost
#nonfiksi
#resolusi2018

Wednesday, December 6, 2017

IELTS Test

0 comments
Sesuai postingan sebelumnya, insyaAllah akan saya bahas satu per satu langkah yang harus kita lakukan untuk mendaftar beasiswa LPDP. Satu syarat yang mutlak adalah skor IELTS. Terutama untuk yang akan mendaftar program S3 (doktoral), skor IELTS ini bekal utama. Karena saat mendaftar awal, kita harus sudah kontak profesor dan mendapatkan profesor yang bersedia menjadi supervisor kita. Cara mendapatkan supervisor, akan saya tulis di postingan terpisah yaa...

Setelah mendapatkan calon supervisor, kita harus mendaftar sebagai student ke unjveristas tersebut. Jadi sambil kontak dan mencari profesor yang bersedia menjadi supervisor, jangan lupa cek persyaratan masuk ke universitas tersebut yaa... salah satu syarat yang pasti ada adalah skor IELTS. Setelah tahu skor target kita, barulah kita bisa mulai merencanakan langkah2 selanjutnya. Kalau mau aman sih ambil target skor IELTS 7, untuk program doktoral skor 7 itu sudah aman. Saya sendiri cuma 6,5 😁 alhamdulillah universitas dimana profesor saya berada masih mengijinkan skor 6,5 dengan no band score below 6.

Saya pribadi belajar IELTS dengan mengikuti kursus di IALF. Ada program yang memang khusus untuk mempersiapkan diri mengikuti tes IELTS. Karena jaman saya dulu (sekitar tahun 2013-2014), masih belum banyak buku yang membahas IELTS, kebanyakan tentang TOEFL. 
Jadi agak susah mempelajari secara otodidak. 
Di kelas tersebut, kita akan diajari sejak awal mulai dari sistem soal2nya, jenis dan tipe soal, sampai tips menjawabnya. IELTS terdiri dari writing, listening, reading dan speaking. Dan menurut saya, IELTS lebih susah dibanding TOEFL. Oh ya, IELTS ada dua jenis yaa...kita harus pilih yang Academic.

Dengan kursus di IALF, salah satu keuntungannya adalah kita bisa mengakses student center, dimana kita bisa menggunakan berbagai macam buku dan latihan di komputer. Ada juga discussion class di luar jam kursus yang bisa diikuti student secara gratis. Kita bisa meminjam buku dibawa pulang dan difotokopi sehingga kita bisa berlatih lebih banyak di mana saja.

Saya tidak mempromosikan satu tempat kursus ya, saya cuma membagikan pengalaman saya. Saat SMA saya juga pernah les di EF, namun sampai saat ini sepengetahuan saya, yang menyediakan kursus persiapan IELTS hanya di IALF. Kelas IELTS Preparation di IALF ada 3 macam, yang seminggu 2x @3jam, seminggu 5x @3jam dan kelas sabtu saja (kalau tidak salah) @6jam.

Pelaksanaan tes IELTS dilakukan di hari Sabtu, mulai jam 8 pagi tapi kita harus mulai kumpul jam 7.30 maksimal. Karena akan ada pemeriksaan identitas. Jangan lupa sarapan dulu yaa... karena tes ini sangat lama. Sesi pertama adalah listening kemudian reading dan writing. Kemudian break sholat dan makan siang, jangan lupa bawa bekal sendiri yaa... setelah itu sekita jam 13 dimulai sesi speaking dengan beberapa interviewer. Kita akan diberi jadwal nomer urut berapa, dengan interviewer siapa dan perkiraan jam tesnya. Maksimal peserta terakhir jam 16. Jadi bersiap2lah untuk ujian full day yaa..
Kalau mau tahu seperti apa sesi speaking, bisa browsing di youtube yaa..

Kalau untuk yang masih single, mungkin tidak masalah tidak ikut kursus asalkan komitmen dan konsisten belajar sendiri. Untuk yang sudah beranak pinak begini, menurut saya, cukup membantu juga untuk ikut kursus karena secara “terpaksa” kita diwajibkan belajar. Apalagi ditambah pekerjaan kantor...wiiihh...sebuah tantangan besar 😆

Semoga sukses ya!


 

Sunday, November 19, 2017

Alhamdulillah Lulus LPDP

8 comments
Alhamdulillah saya dinyatakan lulus beasiswa LPDP pada tanggal 26 Oktober 2017. Seminggu kemudian saya dijadwalkan mengikuti kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) yang wajib diikuti oleh calon awardee LPDP. Itu sebabnya saya langsung menghilang dari dunia maya, karena terlalu mendadak 😅

PK dilaksanakan di Wisma Hijau Depok tanggal 6-10 November 2017. Sehingga semua pekerjaan dan persiapan anak harus dilakukan dengan cepat.

Mimpi saya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, tepatnya di Australia, sebenarnya sudah lama, yaitu menjelang lulus S1 tahun 2006. Saat itu almh mama sudah menyiapkan dana untuk melanjutkan S2 di Aussie. Saya juga sudah melihat2 uni yang ada di sana. Tapiii...rasa takut saya lebih besar. Alhasil saya mundur dan minta S2 di Indonesia.

Keinginan untuk melanjutkan kuliah di negara maju sebenarnya sudah lama. Alasannya karena deep inside my heart, saya sebenarnya sangat suka travelling, keliling dunia dan sejenisnya. Tapi lagi2 karena kendala biaya dan rasa takut saya sendiri, jadi saya selalu jalan di tempat. Seiring bertambahnya usia, saya tahu dengan berkunjung atau belajar dari negara lain akan membuka wawasan kita. Jadi saya mematangkan niat lagi. Suami juga sudah tahu impian saya ini sejak dulu (karena kami pacaran 5,5 tahun sebelum menikah dan sampai saat ini sudah 8 tahun menikah).
Dia tahu banget karakter saya seperti apa, impian yang  tinggi dengan karakter saya yang peragu dan penakut.

Banyak sekali keraguan dan ketakutan saya, mulai dari saya bukan orang yang pintar, saya bukan termasuk orang yang banyak prestasi, pekerjaan saya juga bukan di bidang yang mainstream, bukan di instansi yang besar juga. Hingga punya anak pertama, kemudian disibukkan dengan kondisi kesehatan anak kedua, hingga akhirnya alhamdulillah kami bisa stabil lagi. Banyak hal yang membuat saya maju mundur (tapi nggak cantik seperti Syahrini 😝 ).
Saya meminta ijin pada suami untuk apply beasiswa pada tahun 2016. Saya memilih beasiswa LPDP, dengan alasan utama adanya tunjangan keluarga yang diberikan. Karena tentu saja, meski saya mengejar impian saya dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, tapi saya ingin impian ini juga membawa manfaat untuk anak2 dan suami saya juga.

Untuk apply LPDP, persiapannya cukup banyak. Apalagi untuk seorang wanita yang sudah punya anak (dua pula!) mencari waktu untuk melakukan itu semua memang butuh konsistensi. Saya juga bekerja dan mengurus anak. Jika Allah tidak mengijinkan, tidak mungkin saya bisa menyiapkan semuanya. Diawali dengan mendapatkan skor ielts yang diinginkan. Saya mengambil kursus di IALF tahun 2014 sebelum anak kedua lahir dan langsung mengikuti tes ielts. Sayangnya skor pertama saya hanya 6. Tentu tidak berguna sama sekali untuk saya yang akan mendaftar program doktoral.

Saya mengikuti tes ielts lagi yang kedua pada tahun 2015 dan mendapat skor ielts 6,5 (dengan tidak ada band score di bawah 5,5). Berbekal skor ielts itu dan proposal penelitian, saya mencoba apply ke universitas2 (yang termasuk dalam universitas tujuan yang sudah ditentukan LPDP).
Proses apply ke uni dan mencari supervisor ini juga butuh ketelatenan. Saya membuat daftar universitas yang persyaratannya bisa saya penuhi, kemudian mencari profesor yang minat penelitiannya sama dengan saya, barulah saya kirim email ke beliau.
Saya membuat daftar nama universitas dan nama profesor yang sudah saya kirim email. Ada sekitar 50 orang yang saya kirim email. Dari sekian banyak, hanya 2 orang yang merespon positif. Dan hanya satu yang akhirnya berlanjut sampai sekarang. Jadi tahun 2016 awal saya sudah mendapatkan calon supervisor dan unconditional letter of offer dari universitas.

Setelah mendapatkan LoO, saya baru apply ke LPDP pada batch 4 tahun 2016 yaitu sekitar bulan September-Oktober. Pada seleksi LPDP ini, saya lulus sampai di seleksi substansi. Namun saya memang mengakui bahwa saat sesi interview, saya merasa jawaban saya sangat tidak meyakinkan.
Dan pada Desember 2016, keluarlah pengumuman bahwa saya gagal dalam seleksi substansi (pengumuman keluar selang 1 minggu dari pengumuman kegagalan saya tes IBCLC).

Setelah melewati "masa berkabung" karena gagal IBCLC dan LPDP, di awal tahun 2017, saya mendapat semangat baru lagi. Menanti pengumuman LPDP hingga Februari 2017, ternyata LPDP mempunyai kebijakan baru. Pendaftaran hanya dibuka 1x untuk tujuan dalam negeri dan 1x untuk tujuan luar negeri. Selain itu, ternyata sekarang ada kebijakan hanya boleh mendaftar maksimal 2x setelah gagal di seleksi substansi. Ini berarti saya tinggal punya 1x kesempatan lagi. Sebenarnya ada ketakutan juga kalau saya gagal lagi, maka selesai sudah kesempatan saya di LPDP ini. Namun karena masa berlaku skor ielts hanya dua tahun, dan saya ujian di tahun 2015, maka ini adalah tahun terakhir berlakunya skor ielts saya. Kalau lebih dari tahun 2017, maka saya harus ikut tes ielts lagi, yang mana biayanya juga cukup besar.

Saya ceritakan semua ke suami dan meminta pendapatnya. Belum lagi pertimbangan usia anak. Ayra tahun 2018 sudah masuk SD, semakin besar anak2, akan semakin susah untuk membawanya keluar negeri, karena pertimbangan sekolahnya. Setelah berkali-kali ngobrol, kami sepakat kalau saya akan coba daftar lagi tahun 2017.  Apapun hasilnya itu yang terbaik untuk keluarga kami. Akhirnya saya daftar lagi, dengan bekal proposal penelitian dengan topik sama tapi sudah diupdate dan LoO yang sudah saya defer ke tahun berikutnya. Deg-degan seleksi substansi tetap ada, tapi saya menjadi lebih matang dalam sesi interview. Dan setelah seleksi pun saya merasa lebih ikhlas. Apapun yang menjadi keputusan Allah, saya ikhlas.

Selesai seleksi substansi, saya menjalani hidup seperti biasa. Saya bahkan sudah mendaftarkan Ayra ke SDI Al Azhar 11 Surabaya. Hingga akhirnya tanggal 26 Oktober 2017, saya menerima email pengumuman bahwa saya lulus LPDP. Allahuakbar!



Cerita pasca pengumuman di postingan selanjutnya, insyaAllah...

Friday, November 3, 2017

Bolehkah Sewa Breastpump?

0 comments
Sebagai ibu baru, tentu kita ingin mempersiapkan segalanya. Salah satunya memilih breastpump (selanjutnya disingkat BP) yang paling bagus. Masalahnya tidak ada BP yang paling bagus, karena setiap ibu akan memiliki jawaban yang berbeda. Karena setiap ibu memiliki anatomi payudara yang berbeda sehingga kenyamanan pun berbeda. Belum lagi masalah harga yaa...

Ada yang menyarankan sewa saja atau sewa dulu sebelum membeli suatu merk.

Pompa ASI tidak boleh dipinjamkan atau disewakan...Yang boleh digunakan oleh lebih dari 1 orang adalah pompa hospital grade, yang bagian2 yang kena ASI harus diganti setiap kali digunakan oleh orang yg berbeda. Pompa hospital grade biasanya besar, dan memang botolnya diganti setiap dipakai orang yang berbeda....Kalau pompa individu, kalau mau diberikan atau dipinjamkan, semua bagian yg kena ASI HARUS diganti. Apalagi kalau sistemnya sewa, kita tidak tahu siapa yg menyewa sebelum kita, kesehatannya gimana, lalu bagaimana si orang itu dan tempat sewanya menjaga kebersihannya. Di luar negeri tidak boleh ada persewaan utk pompa individu, kecuali pompa kategori hospital grade...


ini penjelasan ttg keamanannya ya kenapa tidak boleh


US FDA (US Food and Drug Administration) dan LLL (La Leche league), sebuah kelompok pendukung ibu menyusui terbesar di dunia yang terdiri dari para ahli laktasi tidak menyarankan penggunaan pompa ASI personal bekas(non hospital grade) yang mana bagian2 yang terkena ASI-nya tidak diganti ketika digunakan oleh pengguna yang lain. Karena potensi penularan penyakit akibat virus terjadi akibat hal ini lebih besar. 


Quote dari website LLL http://www.llli.org/llleaderweb/lv/lvjunjul04p54.html: "A mother can have a virus in her milk without even knowing that she is a carrier. Some of the potentially dangerous viruses that can be transmitted through human milk include cytomegalovirus (CMV) and HIV (AIDS). Most mothers with CMV, for example, are unaware that they are a carrier. 


The FDA says:


There are certain risks presented by breast pumps that are reused by different mothers if they are not properly cleaned and sterilized. These risks include the transmission of infectious diseases...FDA believes that the proper cleaning and sterilization of breast pumps requires the removal of any fluid that has entered the pumping mechanism itself. If proper sterilization of the breast pump cannot be achieved, FDA recommends that it not be used by different mothers." dan It is not advisable to use a previously owned breast pump. Breast pumps are single-user products, or personal care items, much like a toothbrush, and are registered with the FDA as single user items. For safety, breast pumps should never be shared, resold, or lent among mothers. 


Dari FDA sendiri dijelaskan:


There’s also the decision of whether to buy or rent a breast pump. Many hospitals, lactation consultants and specialty medical supply stores rent breast pumps for use by multiple users, Daws-Kopp notes.


These pumps are designed to decrease the risk of spreading contamination from one user to the next, she says, and each renter needs to buy a new accessories kit that includes breast-shields and tubing.


“Sometimes these pumps are labeled “hospital grade,” says Daws-Kopp. “But that term is not one FDA recognizes, and there is no consistent definition. Consumers need to know it doesn’t mean the pump is safe or hygienic.”


Daws-Kopp adds that different companies may mean different things when they label a pump with this term, and that FDA encourages manufacturers to instead use the terms “multiple user” and “single user” in their labeling. “If you don’t know for sure whether a pump is meant for a single user or multiple users, it’s safer to just not get it,” she says.


The same precaution should be taken for “used” or second-hand pumps. 


Even if a used pump looks really clean, says Michael Cummings, M.D., an obstetrician-gynecologist at FDA, potentially infectious particles may survive in the breast pump and/or its accessories for a surprisingly long time and cause disease in the next baby.


sumber : http://www.llli.org/llleaderweb/lv/lvjunjul04p54.html


Thursday, November 2, 2017

Susu Kedelai Murni untuk Anak: Baguskah?

0 comments
Banyak ibu yang memberikan susu kedelai murni kepada anak dengan pertimbangan lebih baik daripada susu formula sapi.

Namun sebenarnya susu kedelai murni tidak disarankan untuk diberikan pada anak di bawah usia 1 tahun. 


Proses pengolahan susu kedelai pada intinya adalah proses ekstraksi protein pada kedelai yang kadarnya cukup tinggi..itu kenapa susu kedelai murni (bukan formula based soya ya...) tidak dianjurkan pada bayi di bawah 1 tahun. Susu sapi murni dan susu kedelai murni tinggi protein, lebih tinggi dr protein susu manusia. Kadar protein yg terlalu tinggi sulit diserap tubuh bayi di bawah 1 tahun. Itu kenapa dalam pengolahan susu sapi menjadi susu formula, kadar proteinnya sudah sangat diturunkan menjadi hampir serupa (walau tetap lbh tinggi) dari kadar protein ASI. Hal yg sama berlaku pada pengolahan formula-based soya. Itu kenapa pemberian  formula-based soyapun sebetulnya sama beresikonya dengan cow milk-based formula, krn bayi yg alergi protein susu sapi 40%-nya juga alergi protein soya.


Sementara pada pengolahan tempe dan bbrpp produk olahan kedelai seperti miso, yg terjadi adalah proses fermentasi.  Fermentasi mampu memecah protein menjadi asam amino sehingga lebih mudah diserap usus halus.  Sementara tahu dibuat dengan proses mengendapkan protein dari sari kedelai .Protein yg menggumpal dalam proses ini  lbh mudah dicerna usus.


Di beberapa negara maju seperti Australia misalnya, pemerintahnya sudah mengeluarkan larangan pemberian susu soya murni (bukan susu formula soya) pada bayi di bawah 1 tahun krn kadar protein yg tinggi itu tadi plus yg dikhawatirkan adalah kadar sodium yg tinggi. 


Baca juga artikel di Tempo ttg pendapat dr Zakiuddin Munasir, SpA yg kita ketahui sbg pakar alergi dan imunologi anak ttg resiko elemen aluminium dan serat pada susu kedelai murni yg belum diformulasikan utk konsumsi bayi:   http://www.tempo.co/read/news/2014/04/19/060571697/Perbedaan-Susu-Kedelai-untuk-Balita-dan-Dewasa

Wednesday, November 1, 2017

Susu Murni vs Susu Formula

0 comments

Kita membedakan antara susu murni (UHT dan pasteurisasi) dengan susu formula ya..


Susu UHT dan pasteurisasi adalah susu sapi yang dipanaskan dengan suhu tertentu utk menghilangkan bakteri agar aman dikonsumsi. kalau susu formula bagaimana? Apakah bentuknya masih cair? Nggak kan :) Sudah dalam bentuk bubuk dengan tambahan ini dan itu :) 


Kalau mau lihat bagaimana formula dibuat, silakan lihat bagan di link berikut: https://tentangteknikkimia.wordpress.com/2011/12/16/90/.


Sebegitu panjang prosesnya yg akhirnya membuat kita berpikir: lalu gizi susu aslinya ada di mana? Hanya sedikit, bahkan mungkin nyaris tidak ada :)  Dan akhirnya harus ditambahkan bentuk2 sintetisnya. Itu kenapa disebut "formula", krn pembuatannya harus diformulasikan sedemikian rupa agar memenuhi standar gizi yg seharusnya sesuai peruntukan susunya.


Karena sufor bukanlah produk steril dan punya berbagai resiko, itu kenapa pemberiannya seperti layaknya obat, dengan indikasi medis sesuai resep dokter. Mungkin bisa jalan2 ke dokumen grup ttg resiko sufor yg kajian penelitian ilmiahnya sudah banyak sekali kita cantumkan di sana: https://www.facebook.com/notes/asosiasi-ibu-menyusui-indonesia/resiko-pemberian-susu-formula/10152593394749778


Itu kenapa ada yg namanya Code WHO untuk pemberian dan promosi susu formula, bukan hanya formula bayi tapi juga formula lanjutan. Itu kenapa ada aturan bagaimana kode etik promosi sufor yg ditetapkan oleh WHO krn memang ada resiko2nya.


Nah, sementara untuk susu formula pertumbuhan utk anak di atas 1 tahun, sebetulnya keberadaan susu formula lanjutan hanya ada banyak di negara2 berkembang. Kalau kita lihat negara maju, sudah sedikit kok yg namanya susu formula pertumbuhan. Kalau sudah lewat masa ASI, anak akan konsumsi susu segar yang dipasteurisasi dalam jumlah yg terbatas. Dengan catatan bahwa konsumsi susu segar pun harus dilihat dalam kacamata asupan protein hewani. 


Dalam prakteknya di negara berkembang dan miskin, susu formula lanjutan sering jadi penyebab masalah kesulitan makan. Promosi dan penjualajn sufor panjutan yang sedemikian bebas telah menciptakan sebuah pola asupan yg buruk bagi anak.


Susu BUKAN sebagai penambal makanan apalagi pengganti makanan. Susu juga tidak harus selalu dikonsumsi dalam bentuk susu. Bisa daam bentuk produk turunannya seperti yoghurt, keju, atau dicampurkan dalam olahan makanan (kue, cemilan, smoothies, dsb). Jadi pemberian susu sapi atau susu lain setelah berhenti masa ASI 2 tahun atau lebih pada prinsipnya sama seperti halnya alasan kita memberikan ikan, memberikan telur, memberikan daging. Susu BUKAN super food, statusnya BUKAN penyempurna asupan harian manusia. Posisinya sama seperti sumber protein hewani lain dalam makanan. Kalau nggak minum susu bagaimana? Ya nggak apa-apa, pastikan sumber protein hewani lainnya terpenuhi dengan baik. 


Itu kenapa pemerintah mencabut 4 sehat 5 sempurna dan menggantinya dengan pedoman umum gizi seimbang. 

Coba lihat gambar di link berikut dan lihat di mana posisi susu dalam piramida makanan: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=271303493035695&set=oa.10152650394699778&type=3&theater


Bahasan tentang sufor lanjutan:


"WHO has reiterated its position that follow-on milks are unnecessary for 6-24 month infants and said they are nutritionally dubious"

Terjemahan: "WHO menyatakan bahwa susu lanjutan untuk anak usia 6 bulan hingga 24 bulan TIDAK DIPERLUKAN dan KANDUNGAN NUTRISINYA bahkan DIRAGUKAN"

Kutipan di atas diambil dari artikel ini: http://www.nutraingredients.com/.../WHO-Infant-follow-on...

Artikel di atas ditutup dengan: "Therefore, local, nutritious food should be introduced, while breastfeeding continues for up to two years or beyond...Follow up formula therefore unnecessary"

Terjemahan: "Sehingga, sumber makanan lokal yang bergizi harus dikenalkan pada bayi sementara menyusui dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih. Susu formula lanjutan tidak diperlukan"

Lengkapnya, sumber WHOnya bisa juga Anda baca dengan detail di sini: http://www.who.int/.../WHO_brief_fufandcode_post_17July.pdf


Tuesday, October 31, 2017

Syarat ASI sebagai KB Alami

0 comments

Menyusui dengan ASI eksklusif merupakan salah satu metode ber-KB alami. Dalam bahasa medis disebut MAL (Metode Amenorea Laktasi). Cara kerja MAL serupa dengan metode kontrasepsi hormonal, yaitu menunda atau menekan ovulasi atau pelepasan sel telur.  Efektifitas metode ini adalah 98%. Namun, metode ini hanya bisa sukses jika semua syarat-syarat berikut terpenuhi :

 

a)      Memberikan ASI secara eksklusif sesering mungkin (minimum 4 jam sekali, tanpa pernah lowong), Interval atau jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan interval di malam hari tidak lebih dari 6 jam).  Agar  frekuensi ini terpenuhi, berarti ada beberapa hal yang harus dipatuhi, yaitu: pertama, praktek menyusui terbatas tanpa memperhatikan jadwal, yaitu biasanya enam sampai delapan kali sehari untuk dapat menekan  proses ovulasi. Kedua, jangan melatih bayi Anda untuk tidur sepanjang malam. (ASI-membuat hormon-hormon yang menekan ovulasi diproduksi tertinggi pada jam 01:00-06:00) menyusui di malam /dini hari penting untuk menekan kesuburan. Ketiga, tetap menyusui meski Anda atau bayi sedang sakit, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin. Keempat, tidak memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa mengganggu proses bayi menghisap ASI. Jika bayi tidak menghisap dengan benar, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin dan bisa menurunkan efektifitas KB alami.

b)      Ibu belum mendapatkan haid sejak nifas berakhir.

c)      Bayi belum berusia enam bulan. Jika bayi sudah mulai MPASI, berarti syarat nomor satu sudah sulit untuk dipenuhi. 

Monday, October 30, 2017

Daftar Nama Tenaga Kesehatan yang Bisa Frenotomi

0 comments


Semakin banyak konselor menyusui (KM) dan tenaga kesehatan yang sadar tentang adanya Tongue Tie dan Lip Tie yang berpotensi membuat ibu gagal menyusui dan bayi gagal menyusu padahal sudah diposkat sedemikian rupa malah kadang sudah mendatangi beberapa KM untuk konseling dan masalah tidak kunjung selesai... (ujung2nya bahkan terkadang diberi dot, ASI mengering, bayi gagal tumbuh dan diberi susu formula)... belum lagi ketika mengalami puting lecet, payudara bengkak, mastitis bahkan abses payudara... Hal ini menjadi drama yg sangat menyakitkan... padahal *Menyusui Tidak Boleh Sakit* (kecuali di bagian perut krn oksitosin yg menyebabkan kontraksi rahim)


Maka terlampir daftar nama para KM Medis yg dapat menangani kondisi tsb. Upaya frenotomi sederhana dan relaktasi serta suplementasi menjadi pilihan yang sangat membantu... 


Terimakasih untuk para Dokter Bedah dan praktisi ahli baik yang Nasional maupun Internasional yang telah memberi wawasan  juga telah mengajarkan cara frenotomi kepada tenaga2 medis (dokter) yang KM untuk tidak takut melakukannya demi membantu ibu berhasil menyusui dan membantu bayi menyusu ke Ibunya... Salam Menyusui!!! 


Daftar nama2 dokter (yang juga Konselor Menyusui) yang mengerjakan tindakan frenotomi (insisi tongue tie dan lip tie)


1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC dan RS Puri Cinere)

2. Dr. Ira R, IBCLC Maira Superstore ( RS. Meilia Cibubur)                    

3. Dr. Anjar Setiani SpA (RSIA KMC dan RSU Jagakarsa)

4. Dr. Kadek Suarca SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)

5. Dr Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)

6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali) 

7.Dr.Dery (RSIA KMC)

8. Dr. Ika Ayu Paramita (RS Permata Depok-Puskesmas Beji)

9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC Maharani Bayu (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)

10. Dr Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)

11. Dr. Dyah Febri (RSIA KMC)

12. Dr. Siti Habsyah Masri M.Ked CIMI (Ped) - Rumah Singgah Menyusui Bunda Icha Medan. Jadwal praktek sesuai perjanjian dan Klinik Laktasi RS Advent Medan. 

13. DR. dr. Dia Dian Yudianita Kesuma, SpA(K) RS Hermina Palembang)

14. Dr.Made Tirtha Yasa, SpA ( RSI BONTANG )

15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (RS Puri Cinere)

16. dr.Yudith Angeline (RSIA YPK MANDIRI dan RSIA KMC)

17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)

18. Dr. Viranda PM (RS Puri Cinere)

19. Dr Marini Sartika Dewi SpA MSiMed (RS Muhammadiyah & RS medika Mulya Tuban Jatim)

20. Dr Elsa Maimon SpA (RSKD Balikapapan)

21. Dr. Fitra Sukrita IBCLC (RS PMI Bogor)

22. Dr. Johannes Ridwan SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)

23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)

24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)

25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)

26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)

27. Dr. Frecillia Regina SpA IBCLC (RS Limijati Bandung)

28. Dr. Kartika Darma Handayani SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)

29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)

30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)

31. Dr. Dini Adityarini SpA (RS Kendangsari Jatim)

32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC  (RS Mulya Tangerang)

33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)

34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)

35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)

36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)

37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)

38. Dr. Gracia Azra Lestari IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)

Sunday, October 29, 2017

Kontroversi Fed is Best

0 comments
Beberapa waktu yang lalu sempat ada kehebohan mengenai artikel yang ditulis oleh Fed is Best. Beberapa ibu jadi galau.

Ketimbang galau, mungkin ada baiknya belajar betul2 tentang ilmu ASI dan menyusui jauh sebelum melahirkan dan memastikan bahwa bapak/ibu punya akses ke faskes dan nakes yang benar2 pro ASI.


Untuk memahami apa yang jadi argumen organisasi Fed is Best, perlu mengetahui juga latar belakang organisasinya dan bagaimana pemahaman mereka ttg ilmu laktasi.


Banyak ahli laktasi dunia sudah mengingatkan keberadaan organisasi ini yang bukannya memberikan informasi yang valid dan evidence best tentang ASI dan menyusui, tapi malah menampilkan banyak testimoni cerita atau anecdotal yang malah membuat para ibu untuk takut menyusui dan juga membuat para tenaga kesehatan jadi enggan membantu ibu menyusui dan memilih utk langsung memberikan susu formula. 


Silakan membaca beberapa penjelasan dari pakar laktasi dunia tentang Fed is Best dan apa apa yang menjadi klaim mereka dan kenapa gerakan ini dianggap telah memberikan informasi yang misleading terkait ASI dan menyusui: 


http://www.huffingtonpost.co.uk/amy-brown/why-fed-will-never-be-bes_b_12311894.html


http://www.bellybelly.com.au/breastfeeding/can-you-accidentally-starve-your-breastfed-newborn-baby/


https://www.facebook.com/DrJackNewman/videos/729325433885172/?hc_location=ufi


Biasanya di faskes dan nakes yang benar2 pro ASI, selama bayi di RS itu akan dipantau terus BAK BAB dan beratnya. Kalau berat sudah turun lebih dari 10 persen akan ada langkah tambahan, tidak perlu menunggu lewat hari ke 4. Kalau bayi tidak BAB setiap hari dan mekonium tidak bertransisi ke BaB yang kuning, mereka akan memberikan opsi2 bantuan dan intervensi kalau dibutuhkan. Kalau bayi tidak BAK sejumlah usia harinya (1 kali BAK di hari pertama, dua kali BAK di hari kedua, 3 kali BAK di hari ketiga dst) biasanya juga akan ada evaluasi.


Jadi observasi terhadap kecukupan asupan bayi akan berlangsung dalam hitungan jam dan hari. Pun dengan kenaikan suhu tubuh harian bayi akan dicek dari waktu ke waktu. Tidak menunggu sampai 3-4 hari baru dievaluasi secara menyeluruh :)


Pun untuk pasien yang caesar, IMD dan rawat gabung mutlak dilakukan selama kondisi ibu dan bayi tidak gawat darurat :)


Naah yang missing dari cerita di artikel adalah penjelasan bagaimana tenaga kesehatan tidak melakukan pengamatan terhadap indikator2 yg saya sebut di atas. Padahal itu pengawasannya dari jam ke jam. Plus ada kemungkinan faskesnya tidak menjalankan prinsip2 rumah sakit sayang ibu dan sayang bayi.


Makanya di atas saya tekankan, pemilihan faskes dan nakes yg tepat disertai pengetahuan orang tua itu super krusial buat menghindari treatment yg kurang tepat :)


Membaca info2 semacam ini butuh kecermatan literasi. Mesti cross check, memahami konteks, lihat dr banyak sisi, dan punya bekal ilmu yg cukup.


Sayangnya kalau hal2 begini diterjemahkan secara bebas oleh media2 lokal jadi bombastis bikin orang tambah panik. Apalagi sering ga disertai dengan standar etika jurnalistik yang baik.

Memberikan ASI atau sufor tentunya adalah pilihan orang tua. Namun ada baiknya pilihan dibuat berdasarkan basis pengetahuan dan pemahaman yg kuat ttg pilihan2 yg ada.


Untuk memahami konteks artikel itu secara utuh silakan baca artikel yg lbh proporsional dan terpercaya milik the Washington Post krn ada kondisi medis bayi yg tidak dipaparkan lengkap dalam artikel yg Anda baca: https://www.washingtonpost.com/news/parenting/wp/2017/03/08/she-listened-to-her-doctors-and-her-baby-died-now-shes-warning-others-about-breast-feeding/?tid=ss_wa-amp

Saturday, October 28, 2017

Pilihan

0 comments
Hidup adalah mengenai pilihan. Setiap hari kita memilih. Selalu. Sejak bangun tidur, kita sudah harus memilih: mau langsung bangun atau mau tidur-tiduran dulu. Mau pakai baju yang mana. Mau bawa bekal apa, dan seterusnya.

Kali ini saya mendapat nikmat yang luar biasa. Namun seperti kata seorang teman saya, bersama nikmat, akan datang sebuah ujian. Sepertinya memang demikian. Saya merasakan ujian kali ini cukup berat, terkait perubahan hidup yang sangat drastis. Bukan berarti sesuatu yang buruk, namun semua serba tidak pasti. Sedangkan saat ini saya berada di zona nyaman saya.

Pilihannya apakah saya mengambil perubahan tersebut, atau tetap berada di zona nyaman. Semua ada konsekuensi besarnya, bukan hanya terhadap saya, tapi juga keluarga saya. Sampai saat ini saya masih bingung. Saya belajar untuk ikhlas.

Semoga postingan beberapa minggu berikutnya saya bisa menceritakan lebih detil pengalaman saya ini. Saat ini saya membutuhkan dukungan doa agar dimudahkan dan dilancarkan segala urusan dan ditenangkan semua hati yang terlibat di dalam keputusan saya nantinya. Amiinn yra...

Friday, October 27, 2017

Hak terhadap Reproduksi Wanita

0 comments
Kemarin hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017, saya berkesempatan mengikuti pelatihan kerjasama AIMI dan SKATA (John Hopkins University, selanjutnya disingkat JHU) mengenai pengelolaan keluarga. Singkatnya pelatihan ini adalah untuk membekali para pengurus AIMI se-Indonesia (yang mayoritas adalah konselor menyusui) dengan pengetahuan mengenai alat kontrasepsi (KB) dan mitos di belakangnya.

Latar belakang masalahnya adalah tingginya angka kematian ibu (dan bayi) akibat jarak persalinan yang terlalu dekat dan juga tingginya angka gizi buruk yang seringkali diakibatkan dekatnya jarak antar kehamilan, sehingga ibu masih menyusui bayinya, namun kemudian sudah hamil lagi. Sebenarnya nursing while pregnant diperbolehkan dalam ilmu laktasi, namun penuh tantangan, terutama jika anak yang disusui masih berusia di bawah 6 bulan, dimana asupannya 100% masih dari ASI. Banyak kasus yang kami temui, anak pertama masih usia 2 bulan, sang ibu sudah hamil lagi. Tentu saja gizi anak, janin dan ibu akan dipertaruhkan. Belum lagi bicara tubuh ibu yang belum kembali pulih pasca persalinan sebelumnya, lebih tepatnya rahim ibu belum kembali mengecil dan belum recovery penuh atas tugas yang dijalankan 9 bulan sebelumnya, sudah harus bertugas lagi. Dan kondisi ini tidak jarang mengancam nyawa ibu karena ketebalan dinding rahim ibu bisa jadi masih tipis dan belum siap menampung bayi lagi.

Kembali ke acara kemarin, jadi JHU membuat platform edukasi yang dapat diakses oleh publik yaitu SKATA. Berasal dari filosofi “seiya sekata”, prinsipnya adalah pengelolaan keluarga ini sebenarnya membutuhkan visi misi yang sama dari suami dan istri. Seringkali ditemui bahwa istri tidak bisa memutuskan hal penting karena harus patuh pada perintah suami, dalam konteks ini adalah mengenai pemilihan KB.
Banyak istri tidak KB karena suami tidak mengijinkan. Di sisi lain, suami pun tidak mau memakai alat kontrasepsi. Akhirnya istri hamil lagi dengan tidak terencana dan dampaknya bisa mempengaruhi keluarga termasuk dampak ekonomi.

Di situ kami diajarkan mengenai macam-macam pilihan KB seperti IUD, implan, vasektomi dan tubektomi. Bagaimana proses pemasangannya, bagaimana cara kerjanya dan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.


Thursday, October 26, 2017

Bingung Puting

0 comments
Pernah dengar istilah bingung puting atau nipple confusion? Bingung puting (selanjutnya disingkat bingput) merupakan istilah dimana bayi menolak menyusu langsung ke payudara ibu akibat dari penggunaan dot dan/atau empeng.
WHO tidak merekomendasikan penggunaan dot dan empeng jika ingin berhasil menyusui anaknya, ini tertulis pada 10 Steps to Successful Breastfeeding atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM). Kebijakan ini sudah diadopsi ke dalam peraturan di Indonesia, salah satunya pada PP no. 33 tahun 2012 tentang ASI Eksklusif.

Kenapa sih kok tidak boleh?
Karena cara menghisap dot berbeda jauh dengan menghisap payudara. Untuk menghisap payudara, mulut bayi harus melekat (latch on) dengan sempurna dan membutuhkan kerja dari banyak organ di kepala, seperti kerja lidah, bibir, lemak di pipi dan lain sebagainya. Sedangkan untuk menghisap dot, bayi tidak butuh kerja keras. Sehingga kalau dilihat pada bayi yang sedang menyusu langsung, biasanya akan berkeringat di dahi.




Penggunaan dot akan membuat bayi tidak bisa latch on dengan efektif lagi. Selain bingput, dampak lainnya adalah penurunan produksi ASI. Kenapa demikian? Karena untuk memproduksi ASI, payudara membutuhkan rangsangan hisapan bayi.
Saat ada rangsangan hisapan bayi, otak ibu akan menerima sinyal dan memerintahkan hormon prolaktin untuk memproduksi ASI lagi sebanyak ASI yang dikeluarkan. Kalau latch on sudah tidak efektif, bayi tidak akan efektif mendapatkan ASI sebanyak yang di perlukan, dampaknya ASI yang keluar juga sedikit. Kalau ASI yang keluar sedikit, otak ibu akan merespon dengan produksi yang juga sedikit, sesuai jumlah ASI yang dikeluarkan.



Bagaimana dengan booster ASI?
Jadi, dalam proses menyusui ada dua hormon yang bekerja, satu hormon Prolaktin dan satunya adalah hormon Oksitosin. Cara kerja Prolaktin sudah saya jelaskan di atas. Sedangkan hormon Oksitosin ini berpengaruh pada kelancaran keluarnya ASI. Naaah...booster ASI ini mempengaruhi Oksitosin ini. Karena Oksitosin bekerja sesuai psikologi ibu. Kalau ibu senang, ASI akan lancar. Sebaliknya jika ibu stres, ASI akan macet. Jadi apa saja yang membuat ibu senang? Silakan saja makan atau minum apa saja (selama bayi tidak alergi yaaa...) atau melakukan kegiatan yang membuat ibu senang. Jadi booster ASI tidak melulu teh, cookies atau apapun yang dipromosikan di luar. Silakan saja mau makan atau minum apa saja yang disukai ibu.

Wednesday, October 25, 2017

Apakah Menyusui Harus Dijadwal?

1 comments
Sering kita dengar saran bahwa bayi wajib disusui setiap 2-3 jam sekali. Sebenarnya tidak ada ketentuan bahwa bayi ASIX harus minum tiap 2 jam sekali. Secara umum, memberikan ASI pada prinsipnya tetap sesuai demand atau keinginan bayi dengan tidak melihat jam, baik siang ataupun malam. 

Namun pada umumnya, dalam minggu-minggu pertama kelahiran, bayi akan menyusu tiap 2-3 jam sekali atau bahkan lebih sering. Karena volume lambung bayi masih sangat kecil, maka seorang bayi newborn bisa menyusu 10-12 kali per hari atau bahkan lebih. Ibu tidak perlu khawatir menyusui TERLALU SERING, tapi ibu harus waspada jika bayi mulai enggan atau malas menyusu. 

Kenapa penting untuk menyusui bayi newborn 2-3 jam sekali?

PERTAMA, Menyusui 2-3 jam sekali atau lbh sering dari itu pada minggu-minggu awal kelahiran membantu untuk memantapkan proses menyusui. Proses pemantapan menyusui ini di dalamnya termasuk antara lain: bagaimana agar dapat menyusui dengan pelekatan yang benar, bagaimana mengetahui ciri-ciri bayi lapar/haus, bagaimana mendapatkan berbagai posisi menyusui yang nyaman bagi ibu dan bayi, bagaimana mematikan kecukupan ASI harian lewat frekuensi BAK dan BAB, dan sebagainya. 

Bayi mulai lapar ketika dia mulai suka menggeleng-gelengkan kepalanya, mulai gelisah, dan mulai membuka buka mulutnya seakan mencari puting. Jika bayi sudah menangis, sebetulnya itu adalah senjata terakhirnya memberi tahu bawah dia sudah sangat lapar. 

Indikator kecukupan ASI harian lewat BAK adalah sebagai berikut: 
1 kali BAK di hari pertama, 2 kali BAK di hari kedua, 3 kali BAK di hari ke-3, dan 4 kali BAK di hari ke-4, dan 6 kali BAK sejak hari ke-5 hingga masa ASIX berakhir.

Pola Buang Air Besar (BAB)


  1. Hari pertama dan kedua setelah kelahiran: BAB berwarna hitam pekat yang disebut mekonium. Kadang di hari kedua warnanya menjadi lebih kecoklatan
  1. Hari ketiga setelah kelahiran: bayi mulai BAB lebih sering, warna BAB-nya biasanya cenderung kehijauan
  1. Hari keempat setelah kelahiran: BAB bayi mulai berwarna hijau kekuningan, frekuensi bisa 3 kali sehari atau lebih
  1. Hari kelima dan seterusnya: biasanya BAB bayi mulai berwarna kuning (golden feses), frekuensinya bisa 3 kali atau lebih, biasanya banyak bayi BAB setelah menyusu. Tekstur feses bayi yang normal adalah: cair dengan ampas atau berbentuk krim/pasta atau berbiji-biji. 




KEDUA, menyusui newborn 2-3 jam sekali atau bahkan lebih penting untuk mengurangi potensi bengkak payudara yang sering terjadi di periode ini, terutama pada periode kolostrum berubah menjadi ASI transisi dan ASI matang. |

KETIGA, menyusui newborn 2-3 jam sekali atau lebih sering dari itu dapat efektif mengurangi potensi kuning (jaundice) bayi dan mempercepat penurunan bilirubin pada bayi yang mengalami jaundice. Pada bayi yang jaundice seringkali mereka lebih sering tidur dan mengantuk. Jika bayi sudah tidur lebih dari 4 jam bangunkan bayi dan tawarkan untuk menyusu. 

KEEMPAT, sering menyusui bayi newborn juga membantu segera menciptakan keseimbangan supply dan demand sebagai prinsip dasar proses menyusui.

KELIMA, menyusui sesering mungkin di fase newborn juga efektif membantu bayi menjalani proses transisi dari kehidupan dalam rahim ke kehidupan di dunia dimana dalam proses menyusui, dekapan ibu terutama skin to skin dengan bayi akan membuat bayi nyaman dan terhindar dari stress. 

KEENAM, menyusui dengan frekuensi yang sering di minggu2 awal juga membantu mengoptimalkan kenaikan berat badan pada bayi yang mana di awal2 kelahiran biasanya berat badan bayi menurun hingga 7% dari berat lahirnya. Cek berat badan bayi di akhir minggu pertama dan akhir minggu kedua setelah kelahiran untuk memastikan bahwa berat badan bayi sudah kembali ke berat lahirnya paling lambat dua minggu setelah kelahirannya. 

KETUJUH, menyusui dengan frekuensi yang sering di minggu2 awal kelahiran juga membantu bayi melewati fase percepatan pertumbuhan (growth spurts) yang biasanya terjadi di hari hari awal setelah bayi kembali ke rumah, hari ke-7 hingga ke-10, minggu ke-2 hingga ke-3, dan minggu ke-4 hingga ke-6

Pola menyusui 2-3 jam sekali seperti ini biasanya terjadi hingga minggu ke-6 setelah kelahiran. Setelah itu biasanya pola menyusui bayi mulai lebih stabil dan mapan karena produksi dan demand biasanya sudah mencapai keseimbangan. Tetap amati frekuensi BAK-nya, sementara biasanya frekuensi BAB-nya sudah mulai lebih jarang dan tidak terjadi setiap hari. Cek juga kenaikan berat badannya setiap bulan. Biasanya ketika proses menyusui mulai mantap, fokuskan pada petunjuk dari bayi tentang kapan dia ingin menyusu.

Jangan kaget juga jika semakin bertambah usia bayi, frekuensi menyusunya jadi kadang berkurang. Semakin besar volume lambung, semakin banyak dia bisa minum, maka semakin jarang jeda antara satu sesi menyusu dengan sesi berikutnya.

Ingat, lihat petunjuk dari bayi dan jangan terpaku pada jam ya.

Happy breastfeeding!
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review