Tuesday, June 6, 2017

Faktor Kegagalan ASIX

Setelah mengetahui manfaat dan keunggulan ASI, pastinya banyak ibu yang ingin bisa memberikan yang terbaik untuk buah hatinya dong, yaitu menyusui secara eksklusif selama 6 bulan masa awal kehidupan bayi, kemudian memberikan MPASI sejak usia 6 bulan dengan dilanjutkan menyusui sampai usia 2 tahun. Tapi kenapa banyak ibu yang gagal menyusui secara eksklusif? Bukankah menyusui itu hal yang alami ya?
Ada banyak faktor kegagalan menyusui, salah satunya adalah pengetahuan ibu yang kurang tentang ASI dan menyusui. Begitu banyak mitos di lingkungan kita yang sudah turun temurun disebarkan.
Pernah dengar bahwa ibu menyusui dilarang minum yang panas? Nanti lidah bayinya jadi putih2 (karena terbakar)? Atau ibu menyusui dilarang minum yang dingin? Nanti bayinya jadi pilek? Atau ibu menyusui dilarang makan pedas, bla bla bla? Banyak sekali pantangannya ya..jadi terkesan menyusui itu ribet banget, nggak boleh ini itu L
Daftar mitos yang tersebar di masyarakat:
No.
Mitos
Penjelasan
1
Tidak boleh tidur siang selama masa nifas
Tidak benar. Ibu menyusui paska melahirkan butuh istirahat yang cukup, sehingga tidur siang juga diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu paska bersalin
2
Tidak boleh makan ikan supaya ASI tidak amis
Tidak benar. Semua makanan ibu akan diproses di dalam saluran pencernaan, kemudian baru akan didistribusikan ke seluruh bagian tubuh termasuk untuk produksi ASI.
3
Tidak boleh makan duren
Tidak benar. Ibu menyusui boleh makan apa saja selama bayi tidak alergi.
4
Tidak boleh makan pedas
Ada zat di dalam cabe yang disebut capsaicin, dimana beberapa bayi sensitif terhadap zat ini. Ibu boleh mencoba makan pedas dan mengobservasi reaksi pada bayinya.
5
Tidak boleh minum kopi
Ibu boleh minum kopi selama tidak berlebihan dan terus observasi reaksi pada bayinya.
6
Tidak boleh berhubungan suami istri selama menyusui
Tidak benar. Berubungan suami istri yang menimbulkan perasaan nyaman pada ibu akan menyebabkan lancarnya hormon oksitosin.
7
Tidak boleh minum minuman dingin karena membuat ASI menjadi dingin
Tidak benar. ASI akan keluar dari payudara mengikuti suhu tubuh ibu dan dalam suhu yang tepat untuk dikonsumsi oleh bayi.
8
Tidak boleh menyusui sambil tiduran
Posisi menyusui apapun, yang paling utama adalah pelekatannya. Yang ditakutkan menyusu sambil tiduran biasanya adalah bayi tersedak. Hal ini justru jarang terjadi pada bayi yang menyusu pada payudara ibu, karena pada saat bayi tertidur, tidak ada hisapan ke payudara, sehingga aliran ASI akan berhenti. Hal ini tidak berlaku pada anak yang minum susu dari botol.

Pernahkah mendengar kalimat “wah bayimu nangis terus tuh, dia masih lapar, ASImu kurang” atau “payudaramu kecil begitu kok, pasti ASInya sedikit”. Dan komentar-komentar lain yang bikin minder dan nggak pede. Komentar semacam ini nggak jarang dilontarkan oleh keluarga atau teman dekat. Meskipun terdengar komentar remeh, tapi kalau diucapkan berkali-kali atau bahkan pada hari-hari awal menyusui, ini bisa menjatuhkan mental si ibu lhoo..
Pengetahuan ibu yang kurang tentang menyusui bisa menyebabkan ibu tidak kuat mental menghadapi komentar semacam ini. Pengetahuan keluarga dekat yang kurang juga memperburuk keadaan. Jadilah si bayi kecil yang sering menangis itu diberi tambahan sufor atau malah makanan (biasanya pisang) supaya kenyang, katanya.
Faktor lain yang berpotensi menggagalkan ASIX adalah kurangnya dukungan dari fasilitas dan tenaga kesehatan. Fasilitas kesehatan, terutama tempat bersalin, seperti rumah sakit, rumah bersalin, tempat bidan praktek swasta juga mempunyai peran terhadap berhasil atau gagalnya ASIX. Jika fasilitas kesehatan tidak mendukung dilakukannya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan rawat gabung, kemungkinan gagalnya ASIX semakin besar. Di sisi lain, tenaga kesehatan yang terlibat juga berpengaruh besar, seperti misalnya bidan, perawat dan dokter. Jika tenaga kesehatan memberikan komentar yang negatif, dan bukannya menguatkan kepercayaan diri ibu, kemungkinan gagalnya ASIX juga besar. Komentar negatif atau bahkan pertanyaan “ibu mau menggunakan susu formula apa untuk bayinya?” itu merupakan tanda bahwa tenaga kesehatan tersebut tidak mendukung ASIX. Apalagi jika ada promosi susu formula di dalam fasilitas kesehatan.

Bicara tentang promosi susu formula, iklan di TV sudah begitu merasuk ke pikiran bawah sadar masyarakat. Secara tidak disadari iklan-iklan sufor yang ditayangkan di TV begitu menarik, menampilkan seorang anak balita yang lucu dan menggemaskan bisa bernyanyi, terlihat punya banyak akal, dan lain sebagainya. Jadi tanpa disadari di pikiran masyarakat, kalau mau anaknya lucu, minum susu X. Kalau mau anaknya banyak akal, minum susu Y, dan seterusnya. Sebenarnya promosi susu formula juga diatur secara internasional oleh WHO (World Health Organization) lhoo...

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review