Extroverted Introvert

Sampai beberapa bulan lalu, saya hanya tahu dua tipe kepribadian manusia: extrovert dan introvert. Dan saya merasa saya bukan salah satu dari dua kategori tersebut. Hingga akhirnya beberapa bulan lalu saya membaca artikel tentang extroverted introvert. Aha! I belong to this group!

Memang pada semua pengkategorian, apalagi pada manusia, biasanya akan berupa spektrum, tidak bisa hanya berupa pengkotakkan dengan garis jelas. Karena manusia itu unik, mempunyai banyak faktor yang terlibat. Oleh karena itu, mengelola manusia lebih susah dibanding mengelola benda mati ๐Ÿ˜

Apa sih extroverted introvert ini?
Saya jabarkan sesuai yang saya rasakan yaaa.
  1. Saya suka berada di keramaian manusia, tapi tidak selalu suka untuk diajak atau mengajak orang lain untuk mengobrol. Kalau sekadar say hi, tidak masalah ๐Ÿ˜Š
  2. Saya tidak terlalu suka ikut kegiatan arisan ibu2, dimana agenda kegiatannya tidak jelas, semua ibu bicara pada waktu yang bersamaan sambil ketawa2 atau bergosip2. Bukannya saya tidak suka bergosip *eh* tapi saya bingung aja harus fokus kemana kalau semua sama2 bicara. Saya lebih suka arisan tapi diisi dengan kegiatan bermanfaat misalnya pengajian atau kelas parenting yang jadwal atau isinya sistematis dan terstruktur.
  3. Saya suka bicara di depan orang banyak, tapi butuh waktu untuk mempersiapkan diri. Bukan mempersiapkan materinya yaa, tapi lebih ke arah mempersiapkan mental dan mood ๐Ÿ˜Š tapi seiring bertambahnya pengalaman, saya bisa lebih cepat untuk mempersiapkan diri.
  4. Saya butuh waktu untuk sendirian. Benar2 sendiri, yang mana saya cuma di rumah saja. Jadi misalkan dalam seminggu sudah ada 4-5 hari dimana saya bertemu dan berbicara dengan orang banyak, saya butuh 2-3 hari untuk menyendiri di rumah. Biasanya kegiatan saya untuk berbicara di depan orang banyak, tidak memakan waktu satu hari penuh, jadi biasanya kalau pagi sampai sore sudah bicara banyak, sore sampai malam saya tidak bisa bertemu orang lain lagi. Saya butuh recharge energi by just snuggling with my kids ๐Ÿ˜Š
  5. Seringkali saya lebih suka bekerja sendiran meski di tempat ramai daripada harus bekerja berkolaborasi dengan banyak orang. Saya bisa bekerja dalam tim tapi lebih suka jika pekerjaannya sudah dibagi tanggung jawab per orang. Baru setelah itu didiskusikan bersama.
  6. Saya juga lebih suka hang out dengan 1-4 teman daripada kumpul dengan banyak teman. Alasannya hampir sama dengan nomer 2. Dengan alasan itu pula, mungkin saya tidak termasuk cewek populer jaman SMA dulu ๐Ÿ˜„
Dulu saya merasa minder dengan teman perempuan yang selalu menjadi pusat perhatian, baik guru maupun teman lainnya. Terutama jaman SMP dan SMA ya. Dengan semakin bertambahnya umur dan pengalaman, saya merasakan bahwa menjadi populer dan selalu under the spotlight tidaklah penting. 

Hal ini juga yang ingin saya ajarkan pada anak perempuan saya nantinya. Semoga bisa terlaksana ๐Ÿ˜Š

*Tulisan ini terinspirasi dari http://www.lifehack.org/297304/19-real-life-examples-extroverted-introvert-you-dont-get-confused

Designed by FlexyCreatives