Wednesday, September 27, 2017

Hospital Shopping

Belanja fasilitas kesehatan (selanjutnya disingkat faskes) merupakan salah satu rekomendasi saya untuk calon ibu yang berniat dan berkomitmen untuk menyusui buah hatinya. Hah? Apa itu?
Faskes, salah satunya adalah rumah sakit (selanjutnya disingkat RS) merupakan faktor utama penentu berhasil tidaknya ibu menyusui anaknya di hari2 awal.  Seringkali calon ayah dan ibu sudah berniat menyusui, sudah berkomitmen dan sudah membekali diri dengan mengikuti kelas laktasi, namun gagal karena pihak RS (baca: tenaga kesehatannya) "menghalangi" proses menyusui.

Sudah sering kita dengar bahwa saat melahirkan, ternyata bayi langsung dibawa ke kamar bayi dan ibu ditanyai mengenai merk sufor yang akan digunakan. Tanpa menanyakan apakah ibu mau menyusui. Malah ada yang lebih parah, ibu sudah menyatakan mau menyusui, namun alih2 mendukung, tenaga kesehatan malah mengecilkan semangat si ibu. Misalnya dengan berkata "lha ASInya belum keluar gitu bu, mau nyiksa anaknya ya?". Padahal tahukah anda, pada hari 1-3 ASI yang keluar masih merembes, jumlahnya sedikit dan berwarna kekuningan agak kental yang disebut kolostrum. Lagipula ukuran lambung bayi baru lahir baru sebesar kelereng! Jadi memang ASI yang keluar ya baru sedikit menyesuaikan ukuran lambung bayi.

Standar emas pemberian makan bayi oleh WHO, antara lain:
  1. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) selama minimal 60 menit, dilanjutkan dengan rawat gabung
  2. ASI eksklusif sampai bayi usia 6 bulan
  3. Mulai usia 6 bulan diberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) berkualitas dan berbahan lokal
  4. Terus menyusui hingga 2 tahun atau lebih
Standar ini merupakan langkah-langkah agar bayi dapat tumbuh optimal. Yang harus dilakukan pertama kali setelah melahirkan adalah Inisiasi Menyusu Dini (selanjutnya disingkat IMD). IMD adalah tata laksana peletakan bayi di perut ibu segera setelah lahir minimal selama 60 menit. Kalau RS yang tidak paham mengenai ini, biasanya tidak akan melaksanakan IMD. Padahal IMD ini sudah diwajibkan oleh pemerintah lho...sudah tertuang di Peraturan Pemerintah no. 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Prosedur IMD ada tahap2nya yang akan saya jelaskan pada postingan terpisah yaa...

Setelah dilakukan IMD, bayi dan ibu yang dalam kondisi stabil harus dirawat bersama dalam kamar yang sama, yang biasa disebut rawat gabung. Jadi sudah bukan jamannya lagi bayi diletakkan terpisah di kamar bayi. Apa saja manfaat rawat gabung? Tunggu postingan berikutnya yaaa...

Lebih lanjut lagi, apabila ibu dan ayah sudah paham lengkah2 IMD dan rawat gabung, namun ternyata pihak RS tidak mengijinkan, lebih2 saat bayi terpisah di kamar bayi, ibu jadi kesulitan untuk menyusui anaknya. Sedangkan di kamar bayi, bisa saja perawat memberikan sufor dengan berbagai macam alasan.
Inilah pentingnya kita "belanja" faskes. Kita perlu memilah dan memilih RS tempat kita akan melahirkan.

Tips dalam mencari faskes yang paham laktasi:

  1. Bekali diri kita sendiri dulu pengetahuan mengenai menyusui selengkap-lengkapnya dari sumber yang kompeten dan bebas conflict of interest
  2. Tanya ke teman atau saudara yang pernah melahirkan di RS tersebut dan tanyakan pengalamannya
  3. Bila sudah ada beberapa calon RS incaran, siapkan beberapa pertanyaan saat berkunjung ke RS tersebut
  4. Saat berkunjung, tanyakan pada resepsionis apakah bisa IMD, kalau bisa, IMD dilakukan berapa lama (jangan berhenti sampai pertanyaan bisa atau tidak saja. Tanyakan pemahaman petugas RS terkait prosedur IMD yang benar. Jika jawaban benar, maka petugas benar-benar memahami IMD. Jika tidak, berarti itu hanya jawaban normatif saja). Tanyakan pula bayi setelah lahir ditaruh di kamar bayi atau gabung dengan ibunya (jangan langsung menanyakan bisa rawat gabung atau tidak yaa...karena secara normatif mereka pasti akan langsung menjawab iya) 
  5. Jika sudah, minta hospital tour, hal ini umum dilakukan calon pasien untuk bisa melihat fasilitas yang ditawarkan RS. Saat hospital tour, jangan lupa mampir ke kamar bayi yaa...lihat apakah ada bayi di sana dan bagaimana perlakuan mereka
  6. RS sayang bayi (baby-friendly hospital) pasti menerapkan kebijakan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM) yang sudah tertuang juga dalam PP no. 33 Tahun 2012. Kebijakan ini akan saya bahas pada postingan berikutnya yaa...


Happy shopping!

1 comments:

Fery Fadli said...

Tips yang bermanfaat,
Dulu pas anak pertamaku lahir juga saya menekankan agar IMD, walau ga berhasil karena waktunya sebentar saja sama susternya dan ASI blm keluar saat itu hingga hari kedua.

Tapi, terus anakku terus dilatih untuk 'nenen', alhamdulillah bisa ASI ekslusif 6 bulan dan dapat kolostrum nya

:)

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review