Kenalan sama Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI dari WHO yuk!

Kalau baca blog saya dari awal, mungkin sudah tahu ya kegiatan saya sehari-hari di bidang apa :)
Saya adalah seorang konselor menyusui sejak 2013, pengurus AIMI (Asosisasi Ibu Menyusui Indonesia) Cabang Jawa Timur sejak 2012 dan baru-baru ini dinyatakan lulus sebagai IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant) pada Juni 2017.
Kebetulan saya jatuh cinta pada bidang ini sejak mengikut kelas edukasi menyusui AIMI Jatim saat hamil anak pertama, dan sangat menganjurkan semua calon ayah dan ibu untuk mengikutinya.

Kali ini saya mau menulis tentang Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI atau dalam bahasa Inggis, International Code of Marketing of Breast Milk Substitutes dari WHO, selanjutnya saya singkat Kode. Kode ini untuk pertama kali ditulis pada tahun 1981 sebagai jawaban atas segala "kekacauan" yang ditimbulkan oleh perusahaan produsen dan distributor susu formula. Merunut sejarahnya, awalnya susu formula (selanjutnya disingkat sufor) diciptakan pada masa perang dunia, karena banyak bayi yang lahir sedangkan ibunya meninggal. Berlanjut lagi pada masa revolusi industri dimana para ibu meninggalkan anaknya untuk bekerja. Namun semakin lama pemanfaatan sufor semakin disalahgunakan. Bayi yang ibunya masih sehat walafiat juga diberi sufor. Ibu juga merasa tidak pede kalau tidak memberi sufor pada anaknya. Padahal, sufor bukanlah barang yang steril seperti halnya ASI. Maka makin meningkatlah angka kesakitan dan kematian bayi di seluruh penjuru dunia. Akhirnya diterbitkanlah Kode pada tahun 1981 untuk mengatur praktik marketing perusahaan sufor. Jadi sebegitu jahatnya kah susu formula? Tentu tidak. Susu formula bisa diberikan pada bayi dengan indikasi medis tertentu. Apa saja itu? Silakan baca di sini yaaa...


Lanjut lagi dengan Kode. Jadi sebenarnya produsen dan distributor sufor diberikan peraturan internasional untuk menjalankan praktikk marketingnya. Sebenarnya apa sih praktik marketing yang dipermasalahkan?

Contohnya nih yaaa.....saat hamil, ibu ikut senam hamil, dimana ada slot waktu yg diberikan pada pihak sponsor yang (katanya) memberikan edukasi menyusui, padahal sebenarnya ada informasi2 yang misleading. Diminta datanya, kemudian setelah melahirkan ibu ditelpon oleh sales sufor tersebut. Kelihatannya baik ya? Menanyakan kabar ibunya, tapi ujung2nya akan ada pertanyaan, "ibu ASInya cukup kah? Bayinya lebih sehat lagi kalau diberi tambahan susu lho bu".
Mulai lah ibu yang awalnya merasa baik2 saja dengan ASInya, tiba2 jadi merasa tidak pede. Itu hanya satu kasus cerita yaaa...belum lagi kalau di supermarket, banyak iming2 hadiah ini itu apabila ibu membeli sufor.
Akhirnya ditambahlah sufor untuk anaknya. Memangnya kenapa sih kok nggak boleh tambah sufor? Sufor juga memiliki risiko pada kesehatan anak lhooo....silakan baca di sini :)


Kode secara lengkap bisa dibaca dan didownload di sini yaa...

Di Indonesia sendiri Kode sudah diadopsi dan dimasukkan dalam regulasi yaitu dalam Peraturan Pemerintah no 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif beserta turunannya (Permenkes).

Pada tahun 2017, ada update dari WHO yang salah satunya memasukkan unsur lain yang termasuk diatur dalam Kode, seperti contohnya susu formula lanjutan, selain itu juga melarang tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menerima donasi dari perusahaan produsen dan distributor sufor, meski untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan, karena akan menyebabkan conflict of interest. Apa sih conflict of interest itu? Contohnya nih yaaa.....seorang nakes yang dibiayai pelatihan dari produsen sufor pasti akan memiliki "hutang", at least secara moral, dia akan berusaha untuk memberikan manfaat pada produsen sufor tsb. Dengan apa caranya? Tentu saja dengan mempromosikan produknya dong, baik secara eksplisit maupun implisit :D



Kode yang diupdate 2017 bisa dibaca dan didownload di sini :)


Lagi2 tidak bosan2 saya mengingatkan, memang sumber informasi banyak tersebar dimana2 jaman sekarang, maka carilah sumber informasi yang valid, kompeten dan bebas conflict of interest :)





  1. pengetahuan penting. saya tandai blog ini sbg yang harus banyak dibaca klo udah punya anak :))

    ReplyDelete
  2. Blog edukasi. Infonya sangat bermanfaat buat saya saat jadi ibu nanti. 😊

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives