Thursday, September 28, 2017

Pendidikan Anak Usia Dini: Perlukah?

Kali ini saya akan menulis tentang perlu tidaknya pendidikan anak usia dini, bukan karena saya berkompeten di bidang ini, tapi sekadar sharing menurut pengalaman saya.
Sebagian orang mengatakan anak tidak perlu sekolah terlalu dini, sebagian lain menyatakan sebaliknya. Masing-masing memiliki argumentasinya. Sebenarnya menurut saya ada kelebihan dan kelemahan dalam mengikutsertakan anak dalam PAUD.

Kelebihannya:

  1. Kegiatan PAUD lebih banyak bermain secara fisik
  2. Mengajarkan rutinitas yang baik kepada anak, misalnya cuci tangan sebelum makan, antri saat mau cuci tangan, makan dengan posisi duduk, dan sebagainya
  3. Bertemu lebih banyak anak dengan usia sepantaran
  4. Mudah beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda
Kekurangannya:
  1. Anak mungkin merasa terpaksa jika tidak mengawali sekolahnya dengan cara yang baik. Misalnya orang tua memaksa anak untuk sekolah di sekolah A, padahal anak tidak suka di sekolah tersebut.
  2. Orangtua merasa tanggungjawab pendidikan anak sudah dipegang oleh sekolah
  3. Pengeluaran tambahan 
Saya pribadi memasukkan anak saya yang pertama di usia 2 tahun 2 bulan, masuk kelas Toddler yang hanya 3x seminggu dan 2 jam per hari. Banyak manfaat yang saya rasakan setelah anak saya sekolah. Karena saya dan suami bekerja, ibu saya sudah meninggal, bapak saya masih aktif kerja dan mertua di luar kota, maka otomatis anak hanya bersama dengan pengasuh. Alhamdulillah pekerjaan saya memiliki waktu yang fleksibel, jadi saya hanya perlu ke kantor sekitar 3-4 jam per hari dan sekitar 3-4x per minggu. Pekerjaan bisa saya kerjakan di mana saja, tidak perlu datang ke kantor.

Saya merasakan Ayra bisa mempunyai kebiasaan yang baik, seperti cuci tangan sebelum makan, antri saat cuci tangan karena harus bergantian dengan teman, belajar berbagi menggunakan fasilitas sekolah. Saya merasa kalau Ayra hanya bersama saya, saya tidak yakin saya mampu membiasakan hal tersebut karena dia akan terbatas dan merasa terlindungi dengan saya. Selain itu, Ayra hafal surat-surat pendek dan doa-doa sehari-hari (yang saya sendiri banyak tidak hafal :D).
Pengalaman pertama sekolah Ayra ada di sini.

Sebelum memilih sekolah, sebaiknya kita mendatangi beberapa sekolah. Saya sempat mendatangi beberapa sekolah di dekat rumah. Review bisa dilihat di sini (tapi ini review tahun 2014 yaa :) ).
Setelah mendapatkan sekolah yang diincar, sebaiknya anak diikutkan trial class beberapa kali supaya kita bisa melihat bagaimana guru memperlakukan anak, bagaimana anak berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, bagaimana kondisi fisik sekolah, dan lain sebagainya. Pengalaman trial Ayra ada di sini.

Yang penting untuk dicatat adalah kondisi setiap keluarga berbeda. Mungkin ini adalah keputusan terbaik untuk keluarga kami, tapi mungkin juga tidak cocok untuk keluarga lain. Silakan didiskusikan dengan suami semua alternatif untuk anak. Yang pasti orangtua pasti akan berusaha memberi yang terbaik untuk anaknya, oleh karena itu, jangan berhenti belajar. Semangat!

1 comments:

bari ku said...

Tulisanya sistemati. Sip

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review