Tuesday, September 26, 2017

Peran Suami dalam Menyusui

Kalau saya menyebut kata menyusui, pasti yang terbayang di benak adalah seorang wanita. Oke itu tidak salah.
Kalau saya bilang suami juga punya peran dalam menyusui, beberapa orang mungkin akan mengernyitkan dahi. Apa tidak salah tuh?
Tidak, saya tidak salah ketik kok 😊

Suami juga memegang peranan penting dalam kesuksesan menyusui. Apa saja itu?
  1. Dukungan secara fisik. Pada hari awal pasca melahirkan, seorang ibu bisa merasakan kelelahan luar biasa akibat proses persalinan. Jika suami dapat membantu mengerjakan tugas rumah atau membantu memenuhi kebutuhan istri saat istri masih kesulitan berjalan misalnya, tentu ini akan membantu istri untuk lebih fokus pada menyusui bayinya saja.
  2. Dukungan secara emosi. Tahu kan yaaa...wanita ini makhluk penuh emosi, lebih-lebih pasca persalinan, dimana hormon memang sedang "kacau". Perubahan dari hormon hamil menjadi hormon menyusui dalam 24 jam. Alhasil wanita jadi lebih sensitif daripada biasanya. Pada masa ini pula, jika suami dan keluarga dekat tidak paham, rentan terjadi depresi post partum. Untungnya menyusui bisa menurunkan risiko ini. Nah jika suami paham bahwa masa2 ini rentan, tentu suami akan berupaya menjaga perasaan istrinya. Terutama biasanya para komentator dadakan dari para kerabat yang menjenguk. Misalnya komentar "wah payudaramu kecil, masa keluar ASInya". Mungkin buat orang normal terdengar biasa saja, tapi para ibu ini masih sensitif lho...
  3. Dukungan finansial. Sebenarnya menyusui jauh lebih murah (dan praktis tentunya) dibanding memberikan susu formula. Ini sudah ada penelitiannya lhoo... para suami tinggal menyediakan dana untuk baju menyusui, perlengkapan menyusui (seperti bantal menyusui dan nursing apron...tapi ini pun tidak wajib) dan perlengkapan ASI perah (seperti botol kaca penyimpanan ASIP, cooler bag dan breastpump...kalau bisa perah dengan tangan malah lebih baik 😊). 
Peranan suami juga sebaiknya sejak masa kehamilan, dimana calon ibu sebaiknya mengajak para suami saat mengikuti kelas edukASI laktasi. Sehingga suami juga paham mengenai prinsip produksi ASI, paham bagaimana hormon prolaktin dan oksitosin bekerja, tahu mana yang fakta dan mana yang mitos, dan sebagainya.
Sehingga kalau ada kerabat yang menjenguk, atau mungkin para nenek (baik ibu kandung maupun ibu mertua) yang mengomentari macam2, para ayah bisa menjawab sesuai pengetahuan yang benar.

Ada beberapa wanita mungkin mengeluh, tidak semua laki-laki mau dan bersedia ikut berperan dalam kegiatan rumah tangga. Memang ini terkait dengan pola budaya dan kebiasaan keluarga masing-masing. Ada yang memang para lelaki yang tidak terbiasa mengurus urusan rumah tangga, urusan anak, apalagi urusan menyusui. Jangan berkecil hati dulu...insyaAllah bisa kita ubah perlahan. Cari celah waktu dan kesempatan yang tepat untuk memasukkan informasi tentang menyusui ini kepada suami. Jangan langsung frontal dan terkesan menuntut atau menyalahkan yaaa...

Ibu juga harus mengedukasi diri sendiri terlebih dulu, sebelum mengajarkan pada suami. Perlu effort yang lebih untuk menghadapi suami seperti ini. Tapi manfaatnya akan panjang ke depan. Karena pola pengasuhan bersama ini akan berdampak juga pada masa depan anak, bukan sebatas pada masa menyusui saja. Nanti akan ada masanya membahas pilihan sekolah anak, dan lain sebagainya. Jangan patah semangat yaaa!

Karena bikinnya berdua, mengurusnya juga berdua dong 😊

3 comments:

Novarina DW said...

Rumahtangga itu kan tanggungjawab bersama, ya semua harus dilakukan berdua :)

andin said...

betuul :)

Ran Ran said...

ada pesan buat saya ini .. hihi

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review