Tuesday, October 31, 2017

Syarat ASI sebagai KB Alami

0 comments

Menyusui dengan ASI eksklusif merupakan salah satu metode ber-KB alami. Dalam bahasa medis disebut MAL (Metode Amenorea Laktasi). Cara kerja MAL serupa dengan metode kontrasepsi hormonal, yaitu menunda atau menekan ovulasi atau pelepasan sel telur.  Efektifitas metode ini adalah 98%. Namun, metode ini hanya bisa sukses jika semua syarat-syarat berikut terpenuhi :

 

a)      Memberikan ASI secara eksklusif sesering mungkin (minimum 4 jam sekali, tanpa pernah lowong), Interval atau jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan interval di malam hari tidak lebih dari 6 jam).  Agar  frekuensi ini terpenuhi, berarti ada beberapa hal yang harus dipatuhi, yaitu: pertama, praktek menyusui terbatas tanpa memperhatikan jadwal, yaitu biasanya enam sampai delapan kali sehari untuk dapat menekan  proses ovulasi. Kedua, jangan melatih bayi Anda untuk tidur sepanjang malam. (ASI-membuat hormon-hormon yang menekan ovulasi diproduksi tertinggi pada jam 01:00-06:00) menyusui di malam /dini hari penting untuk menekan kesuburan. Ketiga, tetap menyusui meski Anda atau bayi sedang sakit, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin. Keempat, tidak memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa mengganggu proses bayi menghisap ASI. Jika bayi tidak menghisap dengan benar, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin dan bisa menurunkan efektifitas KB alami.

b)      Ibu belum mendapatkan haid sejak nifas berakhir.

c)      Bayi belum berusia enam bulan. Jika bayi sudah mulai MPASI, berarti syarat nomor satu sudah sulit untuk dipenuhi. 

Monday, October 30, 2017

Daftar Nama Tenaga Kesehatan yang Bisa Frenotomi

0 comments


Semakin banyak konselor menyusui (KM) dan tenaga kesehatan yang sadar tentang adanya Tongue Tie dan Lip Tie yang berpotensi membuat ibu gagal menyusui dan bayi gagal menyusu padahal sudah diposkat sedemikian rupa malah kadang sudah mendatangi beberapa KM untuk konseling dan masalah tidak kunjung selesai... (ujung2nya bahkan terkadang diberi dot, ASI mengering, bayi gagal tumbuh dan diberi susu formula)... belum lagi ketika mengalami puting lecet, payudara bengkak, mastitis bahkan abses payudara... Hal ini menjadi drama yg sangat menyakitkan... padahal *Menyusui Tidak Boleh Sakit* (kecuali di bagian perut krn oksitosin yg menyebabkan kontraksi rahim)


Maka terlampir daftar nama para KM Medis yg dapat menangani kondisi tsb. Upaya frenotomi sederhana dan relaktasi serta suplementasi menjadi pilihan yang sangat membantu... 


Terimakasih untuk para Dokter Bedah dan praktisi ahli baik yang Nasional maupun Internasional yang telah memberi wawasan  juga telah mengajarkan cara frenotomi kepada tenaga2 medis (dokter) yang KM untuk tidak takut melakukannya demi membantu ibu berhasil menyusui dan membantu bayi menyusu ke Ibunya... Salam Menyusui!!! 


Daftar nama2 dokter (yang juga Konselor Menyusui) yang mengerjakan tindakan frenotomi (insisi tongue tie dan lip tie)


1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC dan RS Puri Cinere)

2. Dr. Ira R, IBCLC Maira Superstore ( RS. Meilia Cibubur)                    

3. Dr. Anjar Setiani SpA (RSIA KMC dan RSU Jagakarsa)

4. Dr. Kadek Suarca SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)

5. Dr Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)

6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali) 

7.Dr.Dery (RSIA KMC)

8. Dr. Ika Ayu Paramita (RS Permata Depok-Puskesmas Beji)

9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC Maharani Bayu (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)

10. Dr Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)

11. Dr. Dyah Febri (RSIA KMC)

12. Dr. Siti Habsyah Masri M.Ked CIMI (Ped) - Rumah Singgah Menyusui Bunda Icha Medan. Jadwal praktek sesuai perjanjian dan Klinik Laktasi RS Advent Medan. 

13. DR. dr. Dia Dian Yudianita Kesuma, SpA(K) RS Hermina Palembang)

14. Dr.Made Tirtha Yasa, SpA ( RSI BONTANG )

15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (RS Puri Cinere)

16. dr.Yudith Angeline (RSIA YPK MANDIRI dan RSIA KMC)

17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)

18. Dr. Viranda PM (RS Puri Cinere)

19. Dr Marini Sartika Dewi SpA MSiMed (RS Muhammadiyah & RS medika Mulya Tuban Jatim)

20. Dr Elsa Maimon SpA (RSKD Balikapapan)

21. Dr. Fitra Sukrita IBCLC (RS PMI Bogor)

22. Dr. Johannes Ridwan SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)

23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)

24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)

25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)

26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)

27. Dr. Frecillia Regina SpA IBCLC (RS Limijati Bandung)

28. Dr. Kartika Darma Handayani SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)

29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)

30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)

31. Dr. Dini Adityarini SpA (RS Kendangsari Jatim)

32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC  (RS Mulya Tangerang)

33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)

34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)

35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)

36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)

37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)

38. Dr. Gracia Azra Lestari IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)

Sunday, October 29, 2017

Kontroversi Fed is Best

0 comments
Beberapa waktu yang lalu sempat ada kehebohan mengenai artikel yang ditulis oleh Fed is Best. Beberapa ibu jadi galau.

Ketimbang galau, mungkin ada baiknya belajar betul2 tentang ilmu ASI dan menyusui jauh sebelum melahirkan dan memastikan bahwa bapak/ibu punya akses ke faskes dan nakes yang benar2 pro ASI.


Untuk memahami apa yang jadi argumen organisasi Fed is Best, perlu mengetahui juga latar belakang organisasinya dan bagaimana pemahaman mereka ttg ilmu laktasi.


Banyak ahli laktasi dunia sudah mengingatkan keberadaan organisasi ini yang bukannya memberikan informasi yang valid dan evidence best tentang ASI dan menyusui, tapi malah menampilkan banyak testimoni cerita atau anecdotal yang malah membuat para ibu untuk takut menyusui dan juga membuat para tenaga kesehatan jadi enggan membantu ibu menyusui dan memilih utk langsung memberikan susu formula. 


Silakan membaca beberapa penjelasan dari pakar laktasi dunia tentang Fed is Best dan apa apa yang menjadi klaim mereka dan kenapa gerakan ini dianggap telah memberikan informasi yang misleading terkait ASI dan menyusui: 


http://www.huffingtonpost.co.uk/amy-brown/why-fed-will-never-be-bes_b_12311894.html


http://www.bellybelly.com.au/breastfeeding/can-you-accidentally-starve-your-breastfed-newborn-baby/


https://www.facebook.com/DrJackNewman/videos/729325433885172/?hc_location=ufi


Biasanya di faskes dan nakes yang benar2 pro ASI, selama bayi di RS itu akan dipantau terus BAK BAB dan beratnya. Kalau berat sudah turun lebih dari 10 persen akan ada langkah tambahan, tidak perlu menunggu lewat hari ke 4. Kalau bayi tidak BAB setiap hari dan mekonium tidak bertransisi ke BaB yang kuning, mereka akan memberikan opsi2 bantuan dan intervensi kalau dibutuhkan. Kalau bayi tidak BAK sejumlah usia harinya (1 kali BAK di hari pertama, dua kali BAK di hari kedua, 3 kali BAK di hari ketiga dst) biasanya juga akan ada evaluasi.


Jadi observasi terhadap kecukupan asupan bayi akan berlangsung dalam hitungan jam dan hari. Pun dengan kenaikan suhu tubuh harian bayi akan dicek dari waktu ke waktu. Tidak menunggu sampai 3-4 hari baru dievaluasi secara menyeluruh :)


Pun untuk pasien yang caesar, IMD dan rawat gabung mutlak dilakukan selama kondisi ibu dan bayi tidak gawat darurat :)


Naah yang missing dari cerita di artikel adalah penjelasan bagaimana tenaga kesehatan tidak melakukan pengamatan terhadap indikator2 yg saya sebut di atas. Padahal itu pengawasannya dari jam ke jam. Plus ada kemungkinan faskesnya tidak menjalankan prinsip2 rumah sakit sayang ibu dan sayang bayi.


Makanya di atas saya tekankan, pemilihan faskes dan nakes yg tepat disertai pengetahuan orang tua itu super krusial buat menghindari treatment yg kurang tepat :)


Membaca info2 semacam ini butuh kecermatan literasi. Mesti cross check, memahami konteks, lihat dr banyak sisi, dan punya bekal ilmu yg cukup.


Sayangnya kalau hal2 begini diterjemahkan secara bebas oleh media2 lokal jadi bombastis bikin orang tambah panik. Apalagi sering ga disertai dengan standar etika jurnalistik yang baik.

Memberikan ASI atau sufor tentunya adalah pilihan orang tua. Namun ada baiknya pilihan dibuat berdasarkan basis pengetahuan dan pemahaman yg kuat ttg pilihan2 yg ada.


Untuk memahami konteks artikel itu secara utuh silakan baca artikel yg lbh proporsional dan terpercaya milik the Washington Post krn ada kondisi medis bayi yg tidak dipaparkan lengkap dalam artikel yg Anda baca: https://www.washingtonpost.com/news/parenting/wp/2017/03/08/she-listened-to-her-doctors-and-her-baby-died-now-shes-warning-others-about-breast-feeding/?tid=ss_wa-amp

Saturday, October 28, 2017

Pilihan

0 comments
Hidup adalah mengenai pilihan. Setiap hari kita memilih. Selalu. Sejak bangun tidur, kita sudah harus memilih: mau langsung bangun atau mau tidur-tiduran dulu. Mau pakai baju yang mana. Mau bawa bekal apa, dan seterusnya.

Kali ini saya mendapat nikmat yang luar biasa. Namun seperti kata seorang teman saya, bersama nikmat, akan datang sebuah ujian. Sepertinya memang demikian. Saya merasakan ujian kali ini cukup berat, terkait perubahan hidup yang sangat drastis. Bukan berarti sesuatu yang buruk, namun semua serba tidak pasti. Sedangkan saat ini saya berada di zona nyaman saya.

Pilihannya apakah saya mengambil perubahan tersebut, atau tetap berada di zona nyaman. Semua ada konsekuensi besarnya, bukan hanya terhadap saya, tapi juga keluarga saya. Sampai saat ini saya masih bingung. Saya belajar untuk ikhlas.

Semoga postingan beberapa minggu berikutnya saya bisa menceritakan lebih detil pengalaman saya ini. Saat ini saya membutuhkan dukungan doa agar dimudahkan dan dilancarkan segala urusan dan ditenangkan semua hati yang terlibat di dalam keputusan saya nantinya. Amiinn yra...

Friday, October 27, 2017

Hak terhadap Reproduksi Wanita

0 comments
Kemarin hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017, saya berkesempatan mengikuti pelatihan kerjasama AIMI dan SKATA (John Hopkins University, selanjutnya disingkat JHU) mengenai pengelolaan keluarga. Singkatnya pelatihan ini adalah untuk membekali para pengurus AIMI se-Indonesia (yang mayoritas adalah konselor menyusui) dengan pengetahuan mengenai alat kontrasepsi (KB) dan mitos di belakangnya.

Latar belakang masalahnya adalah tingginya angka kematian ibu (dan bayi) akibat jarak persalinan yang terlalu dekat dan juga tingginya angka gizi buruk yang seringkali diakibatkan dekatnya jarak antar kehamilan, sehingga ibu masih menyusui bayinya, namun kemudian sudah hamil lagi. Sebenarnya nursing while pregnant diperbolehkan dalam ilmu laktasi, namun penuh tantangan, terutama jika anak yang disusui masih berusia di bawah 6 bulan, dimana asupannya 100% masih dari ASI. Banyak kasus yang kami temui, anak pertama masih usia 2 bulan, sang ibu sudah hamil lagi. Tentu saja gizi anak, janin dan ibu akan dipertaruhkan. Belum lagi bicara tubuh ibu yang belum kembali pulih pasca persalinan sebelumnya, lebih tepatnya rahim ibu belum kembali mengecil dan belum recovery penuh atas tugas yang dijalankan 9 bulan sebelumnya, sudah harus bertugas lagi. Dan kondisi ini tidak jarang mengancam nyawa ibu karena ketebalan dinding rahim ibu bisa jadi masih tipis dan belum siap menampung bayi lagi.

Kembali ke acara kemarin, jadi JHU membuat platform edukasi yang dapat diakses oleh publik yaitu SKATA. Berasal dari filosofi “seiya sekata”, prinsipnya adalah pengelolaan keluarga ini sebenarnya membutuhkan visi misi yang sama dari suami dan istri. Seringkali ditemui bahwa istri tidak bisa memutuskan hal penting karena harus patuh pada perintah suami, dalam konteks ini adalah mengenai pemilihan KB.
Banyak istri tidak KB karena suami tidak mengijinkan. Di sisi lain, suami pun tidak mau memakai alat kontrasepsi. Akhirnya istri hamil lagi dengan tidak terencana dan dampaknya bisa mempengaruhi keluarga termasuk dampak ekonomi.

Di situ kami diajarkan mengenai macam-macam pilihan KB seperti IUD, implan, vasektomi dan tubektomi. Bagaimana proses pemasangannya, bagaimana cara kerjanya dan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.


Thursday, October 26, 2017

Bingung Puting

0 comments
Pernah dengar istilah bingung puting atau nipple confusion? Bingung puting (selanjutnya disingkat bingput) merupakan istilah dimana bayi menolak menyusu langsung ke payudara ibu akibat dari penggunaan dot dan/atau empeng.
WHO tidak merekomendasikan penggunaan dot dan empeng jika ingin berhasil menyusui anaknya, ini tertulis pada 10 Steps to Successful Breastfeeding atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM). Kebijakan ini sudah diadopsi ke dalam peraturan di Indonesia, salah satunya pada PP no. 33 tahun 2012 tentang ASI Eksklusif.

Kenapa sih kok tidak boleh?
Karena cara menghisap dot berbeda jauh dengan menghisap payudara. Untuk menghisap payudara, mulut bayi harus melekat (latch on) dengan sempurna dan membutuhkan kerja dari banyak organ di kepala, seperti kerja lidah, bibir, lemak di pipi dan lain sebagainya. Sedangkan untuk menghisap dot, bayi tidak butuh kerja keras. Sehingga kalau dilihat pada bayi yang sedang menyusu langsung, biasanya akan berkeringat di dahi.




Penggunaan dot akan membuat bayi tidak bisa latch on dengan efektif lagi. Selain bingput, dampak lainnya adalah penurunan produksi ASI. Kenapa demikian? Karena untuk memproduksi ASI, payudara membutuhkan rangsangan hisapan bayi.
Saat ada rangsangan hisapan bayi, otak ibu akan menerima sinyal dan memerintahkan hormon prolaktin untuk memproduksi ASI lagi sebanyak ASI yang dikeluarkan. Kalau latch on sudah tidak efektif, bayi tidak akan efektif mendapatkan ASI sebanyak yang di perlukan, dampaknya ASI yang keluar juga sedikit. Kalau ASI yang keluar sedikit, otak ibu akan merespon dengan produksi yang juga sedikit, sesuai jumlah ASI yang dikeluarkan.



Bagaimana dengan booster ASI?
Jadi, dalam proses menyusui ada dua hormon yang bekerja, satu hormon Prolaktin dan satunya adalah hormon Oksitosin. Cara kerja Prolaktin sudah saya jelaskan di atas. Sedangkan hormon Oksitosin ini berpengaruh pada kelancaran keluarnya ASI. Naaah...booster ASI ini mempengaruhi Oksitosin ini. Karena Oksitosin bekerja sesuai psikologi ibu. Kalau ibu senang, ASI akan lancar. Sebaliknya jika ibu stres, ASI akan macet. Jadi apa saja yang membuat ibu senang? Silakan saja makan atau minum apa saja (selama bayi tidak alergi yaaa...) atau melakukan kegiatan yang membuat ibu senang. Jadi booster ASI tidak melulu teh, cookies atau apapun yang dipromosikan di luar. Silakan saja mau makan atau minum apa saja yang disukai ibu.

Wednesday, October 25, 2017

Apakah Menyusui Harus Dijadwal?

1 comments
Sering kita dengar saran bahwa bayi wajib disusui setiap 2-3 jam sekali. Sebenarnya tidak ada ketentuan bahwa bayi ASIX harus minum tiap 2 jam sekali. Secara umum, memberikan ASI pada prinsipnya tetap sesuai demand atau keinginan bayi dengan tidak melihat jam, baik siang ataupun malam. 

Namun pada umumnya, dalam minggu-minggu pertama kelahiran, bayi akan menyusu tiap 2-3 jam sekali atau bahkan lebih sering. Karena volume lambung bayi masih sangat kecil, maka seorang bayi newborn bisa menyusu 10-12 kali per hari atau bahkan lebih. Ibu tidak perlu khawatir menyusui TERLALU SERING, tapi ibu harus waspada jika bayi mulai enggan atau malas menyusu. 

Kenapa penting untuk menyusui bayi newborn 2-3 jam sekali?

PERTAMA, Menyusui 2-3 jam sekali atau lbh sering dari itu pada minggu-minggu awal kelahiran membantu untuk memantapkan proses menyusui. Proses pemantapan menyusui ini di dalamnya termasuk antara lain: bagaimana agar dapat menyusui dengan pelekatan yang benar, bagaimana mengetahui ciri-ciri bayi lapar/haus, bagaimana mendapatkan berbagai posisi menyusui yang nyaman bagi ibu dan bayi, bagaimana mematikan kecukupan ASI harian lewat frekuensi BAK dan BAB, dan sebagainya. 

Bayi mulai lapar ketika dia mulai suka menggeleng-gelengkan kepalanya, mulai gelisah, dan mulai membuka buka mulutnya seakan mencari puting. Jika bayi sudah menangis, sebetulnya itu adalah senjata terakhirnya memberi tahu bawah dia sudah sangat lapar. 

Indikator kecukupan ASI harian lewat BAK adalah sebagai berikut: 
1 kali BAK di hari pertama, 2 kali BAK di hari kedua, 3 kali BAK di hari ke-3, dan 4 kali BAK di hari ke-4, dan 6 kali BAK sejak hari ke-5 hingga masa ASIX berakhir.

Pola Buang Air Besar (BAB)


  1. Hari pertama dan kedua setelah kelahiran: BAB berwarna hitam pekat yang disebut mekonium. Kadang di hari kedua warnanya menjadi lebih kecoklatan
  1. Hari ketiga setelah kelahiran: bayi mulai BAB lebih sering, warna BAB-nya biasanya cenderung kehijauan
  1. Hari keempat setelah kelahiran: BAB bayi mulai berwarna hijau kekuningan, frekuensi bisa 3 kali sehari atau lebih
  1. Hari kelima dan seterusnya: biasanya BAB bayi mulai berwarna kuning (golden feses), frekuensinya bisa 3 kali atau lebih, biasanya banyak bayi BAB setelah menyusu. Tekstur feses bayi yang normal adalah: cair dengan ampas atau berbentuk krim/pasta atau berbiji-biji. 




KEDUA, menyusui newborn 2-3 jam sekali atau bahkan lebih penting untuk mengurangi potensi bengkak payudara yang sering terjadi di periode ini, terutama pada periode kolostrum berubah menjadi ASI transisi dan ASI matang. |

KETIGA, menyusui newborn 2-3 jam sekali atau lebih sering dari itu dapat efektif mengurangi potensi kuning (jaundice) bayi dan mempercepat penurunan bilirubin pada bayi yang mengalami jaundice. Pada bayi yang jaundice seringkali mereka lebih sering tidur dan mengantuk. Jika bayi sudah tidur lebih dari 4 jam bangunkan bayi dan tawarkan untuk menyusu. 

KEEMPAT, sering menyusui bayi newborn juga membantu segera menciptakan keseimbangan supply dan demand sebagai prinsip dasar proses menyusui.

KELIMA, menyusui sesering mungkin di fase newborn juga efektif membantu bayi menjalani proses transisi dari kehidupan dalam rahim ke kehidupan di dunia dimana dalam proses menyusui, dekapan ibu terutama skin to skin dengan bayi akan membuat bayi nyaman dan terhindar dari stress. 

KEENAM, menyusui dengan frekuensi yang sering di minggu2 awal juga membantu mengoptimalkan kenaikan berat badan pada bayi yang mana di awal2 kelahiran biasanya berat badan bayi menurun hingga 7% dari berat lahirnya. Cek berat badan bayi di akhir minggu pertama dan akhir minggu kedua setelah kelahiran untuk memastikan bahwa berat badan bayi sudah kembali ke berat lahirnya paling lambat dua minggu setelah kelahirannya. 

KETUJUH, menyusui dengan frekuensi yang sering di minggu2 awal kelahiran juga membantu bayi melewati fase percepatan pertumbuhan (growth spurts) yang biasanya terjadi di hari hari awal setelah bayi kembali ke rumah, hari ke-7 hingga ke-10, minggu ke-2 hingga ke-3, dan minggu ke-4 hingga ke-6

Pola menyusui 2-3 jam sekali seperti ini biasanya terjadi hingga minggu ke-6 setelah kelahiran. Setelah itu biasanya pola menyusui bayi mulai lebih stabil dan mapan karena produksi dan demand biasanya sudah mencapai keseimbangan. Tetap amati frekuensi BAK-nya, sementara biasanya frekuensi BAB-nya sudah mulai lebih jarang dan tidak terjadi setiap hari. Cek juga kenaikan berat badannya setiap bulan. Biasanya ketika proses menyusui mulai mantap, fokuskan pada petunjuk dari bayi tentang kapan dia ingin menyusu.

Jangan kaget juga jika semakin bertambah usia bayi, frekuensi menyusunya jadi kadang berkurang. Semakin besar volume lambung, semakin banyak dia bisa minum, maka semakin jarang jeda antara satu sesi menyusu dengan sesi berikutnya.

Ingat, lihat petunjuk dari bayi dan jangan terpaku pada jam ya.

Happy breastfeeding!

Tuesday, October 24, 2017

Little Heart Community

1 comments
Hari Minggu lalu tanggal 22 Oktober 2017 saya berkesempatan hadir dalam acara gathering Little Heart Community (selanjutnya saya singkat LHC) khusus member Jatim. LHC ini merupakan komunitas orangtua yang memiliki anak dengan kelainan jantung bawaan (atau biasa disebut juga penyakit jantung bawaan/PJB). Sebenarnya saya lebih prefer menyebutnya dengan kelainan jantung bawaan atau dalam bahasa Inggris disebut Congenital Heart Defect (disingkat CHD). Orang awam biasanya menyebutnya jantung bocor. Padahal sebenarnya CHD tidak hanya jantung bocor saja, tapi banyak jenis kelainan lainnya.

Kembali lagi ke acara gathering. Baru kali ini saya ikut kumpul dengan LHC meski saya sudah lama gabung dengan LHC di grup whatsapp. Saya gabung sejak anak kedua saya lahir dan didiagnosis CHD. Saya menemukan LHC secara tidak sengaja di sebuah majalah yang sedang saya baca. Langsung saya mencaritahu di internet dan akhirnya menemukan grup facebook LHC. Kemudian ditawari masuk grup whatsaap, saat itu masih gabung se-Indonesia. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak membernya, grup whatsapp dipisah berdasarkan wilayah.

Gathering lalu juga dihadiri oleh dokter spesialis anak konsultan jantung yang paling top saat ini di Indonesia timur yang juga merupakan pembina LHC, yaitu dr. Mahrus, SpA (K). Beliau memberikan sedikit penjelasan tentang PJB dan ada kesempatan bagi anggotanya untuk bertanya.

LHC didirikan oleh Heru Kustiawan pada tanggal 7 Maret 2011, yang mana saat itu anaknya menderita CHD.
Di Indonesia sangat sedikit sekali komunitas CHD padahal setiap 100 kelahiran, 1 anak terlahir CHD dan penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. LHC ini adalah support group dengan tujuan untuk menguatkan dan sharing informasi dalam menghadapi CHD.


Jantung pada janin terbentuk pada trisemester pertama kehamilan, kelainan atau defect pada jantung penyebabnya multifaktor, banyak anggapan penyebab CHD karena faktor keturunan padahal faktor keturunan untuk dapat menyebabkan kelainan pada saat pembentukan jantung adalah 3%. Banyak yang bercerita sebelum dan selama kehamilan selalu menjaga kandungan dan makanan tetapi anaknya terlahir CHD. Sehingga banyak yang clueless tentang penanganan CHD ini.
Setiap tahunnya LHC melakukan gathering bagi para anggota untuk memberikan awareness terhadap CHD.

Saya sendiri merasa terbantu dengan bergabung dengan LHC. Jadi mengenal banyak orangtua lain yang mengalami masalah yang sama, bahkan mungkin jauh lebih berat. Karena biasanya CHD ini dibarengi dengan kelainan bawaan lainnya, yang terbanyak (tapi tidak selalu) adalah Down Syndrome. Dengan gabung LHC, saya mendapat banyak info sebelum Axel operasi.









Monday, October 23, 2017

J. K. Rowling and Her Magic Writings

0 comments
“Harry, suffering like this proves you are still a man! This pain is part of being human … the fact that you can feel pain like this is your greatest strength.”

Siapa yang tidak mengenal karakter Harry Potter. Kisah bocah laki-laki yang memiliki kekuatan magis yang dapat mengalahkan Voldemort - you know who. Petualangan Harry di negeri sihir lengkap dengan gambaran keseharian masyarakat negeri sihir dan juga siswa sekolah Hogwarts mampu membawa imajinasi pembaca sehingga seakan ikut dalam petualangan Harry dan teman-temannya. Buku seri Harry Potter akhirnya diadaptasi menjadi film dan tetap menjadi favorit mayoritas penduduk dunia!

Dengan meroketnya popularitas Harry Potter, banyak orang penasaran dengan penulisnya. Dia adalah seorang wanita bernama J. K. Rowling. Lahir di Yate, Inggris pada 31 Juli 1965 dengan nama asli Joanne Rowling. Rowling tidak memiliki nama tengah, dia mengambil nama neneknya yaitu Kathleen sebagai inisial nama tengahnya. Dia sengaja memilih nama pena yang terdengar seperti nama lelaki karena penulis wanita masih diremehkan oleh penerbit di sana. 

Masa Kecil
Joanne, atau biasa dipanggil Jo, menyebut dirinya adalah seorang kutu buku. Jo tumbuh besar di Gloustershire dan Chepstow di Inggris. Ayahnya, Peter, adalah insinyur pesawat di Rolls Royce Bristol sedangkan ibunya, Anne, adalah teknisi ilmiah di departemen Kimia di Wyedean Comprehensive, dimana Jo bersekolah.


Awal Perjuangan
Lulus dari Exeter University, Rowling pindah ke Portugis pada tahun 1990 dan menikah dengan jurnalis Portugis bernama Jorge Arantes. Setelah dikarunia seorang putri bernama Jessica pada tahun 1993, mereka bercerai. Setelah itu, Rowling dan putrinya pindah ke Edinburgh dekat dengan adik perempuannya, Di. 
Di sana, Rowling berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya bersama sang putri. Hanya dengan menulis buku, Rowling berpikir dapat menghasilkan uang. Ide itu muncul saat dia melakukan perjalanan dengan kereta api dari Manchester ke London.

Setelah beberapa kali penolakan, Rowling berhasil menjual buku pertamanya “Harry Potter and Philosopher’s Stones” (untuk publikasi di US, kata Philosopher diganti dengan Sorcerer) senilai $4000.

Popolaritas dan Kekayaan
Hingga musim panas tahun 2000, Rowling berhasil menjual 3 seri pertama dari buku Harry Potter, antara lain Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, Harry Potter and the Chamber of Secret dan Harry Potter and the Prisoner of Azkaban senilai $480 juta sebanyak 35 juta kopi di seluruh dunia dalam 35 bahasa dalam kurun waktu tiga tahun.
Pada Juli 2000, Harry Potter and the Goblet of Fire mencapai 5,3 juta kopi. Setelah tertunda beberapa saat, peluncuran buku kelima, Harry Potter and the Order of the Phoenix berhasil dilakukan pada Juni 2003. Buku keenam, Harry Potter and the Half-Blood Prince, terjual 6,9 juta kopi di Amerika dalam 24 jam pertama peluncurannya. Yang terakhir pada Juli 2007, buku terakhir yaitu Harry Potter and the Deathly Hallows, mencapai jumlah pre-order terbanyak di Barnes & Noble dan Borders bookstore, serta amazon.com.


Sunday, October 22, 2017

Book Review: A to Z ASI dan Menyusui

1 comments
Memang banyak buku yang tersedia di toko buku offline maupun online. Semua orang bisa membuat buku. Namun kita perlu memastikan buku tersebut ditulis oleh ahlinya atau seseorang yang kompeten di bidang tulisan tersebut. Hal ini terutama untuk buku non fiksi atau buku ilmiah.  Kali ini saya akan mereview buku dengan judul "A to Z ASI dan Menyusui" yang ditulis oleh dr. Fitra Sukrita Irsal, IBCLC, dr. Gita Tiara Paramita dan Wawan Sugianto, LC.

Cover buku bergambar seorang ibu memangku anaknya, serta di sisi kiri ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu yang sedang menggendong anaknya serta para pendukung keluarga tersebut, seperti kakek, nenek dan lain-lain.


Isi buku ini sangat menarik karena setiap halamannya terdapat gambar atau animasi yang berwarna. Jadi kita tidak bosan membacanya. Membacanya juga terasa santai meski sebenarnya isi di dalamnya cukup serius.

Buku ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain: mengapa menyusui, persiapan menyusui, menyusui eksklusif, selepas menyusui eksklusif dan serbaneka menyusui. Di masing-masing bagian itu juga terdapat sub bagian yang cukup detil menjelaskan berbagai teori laktasi.

Buku ini merupakan salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk dibeli dan dibaca. Penulis juga merupakan kumpulan orang yang kompeten di bidangnya. Untuk harga, saya kurang tahu, karena saya diberi oleh seorang kolega saya. Tapi berapapun harganya, surely it's worth the price :)

Saturday, October 21, 2017

Al Azhar Students

0 comments
Hari ini jadwal pengambilan raport Ayra untuk term pertama. Tidak terasa Ayra sudah TK B dan insyaAllah tahun depan masuk SD. Pengambilan raport hari ini juga akan disosialisasikan pendaftaran online via aplikasi handphone. Ini baru pertama kalinya nih Al Azhar membuka pendaftaran secara online.

Sedikit flashback mengenai alasan saya memilih Al Azhar sebagai sekolah anak2 saya. Faktor utama saat mencari sekolah adalah yang terdekat dari rumah. Berhubung di dekat rumah saya saat itu hanya ada 5 sekolah dan 4 sekolah lainnya adalah sekolah agama Kristen, jelas saya coret dari daftar pilihan saya.

Saya memang sejak awal berniat memasukkan anak2 ke sekolah berbasis agama (dalam hal ini agama Islam). Karena menurut saya, pondasi agama harus dibangun sejak awal di saat perilaku dan kebiasaan anak2 masih sangat bisa dibentuk. 

Saya pernah membahas mengenai alasan saya memasukkan anak2 sekolah di usia dini (Ayra mulai usia 2 tahun 2 bulan, sedangkan Axel mulai usia 2,5 tahun). Pada intinya adalah karena kami beranggapan sekolah di kelas toddler hanyalah main2 saja, bukan untuk belajar betulan 😁
Saya melihat sendiri kegiatan yang mereka lakukan di kelas toddler. Mereka cuma sekolah 3x per minggu selama @2 jam. Mereka hanya dibiasakan untuk mengucap salam, mencuci tangan sebelum makan, membaca doa sebelum makan, duduk saat makan, antri saat melakukan kegiatan, bergantian dengan temannya dan sejenisnya. Hanya permainan ringan dan pembiasaan perilaku yang baik.

Masalah mereka jadi hafal surat pendek dan doa harian atau bisa menyebutkan alfabet, dan lain sebagainya buat saya adalah bonus. Saya tidak pernah menargetkan mereka harus bisa apa. Dan hal ini membantu Ayra untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan formal. Tanpa diminta, dia berkeinginan untuk bisa membaca. Padahal saya tidak pernah meminta apalagi memaksa dia untuk belajar calistung. Tapi karena sering saya bacakan buku di rumah, dan dia mulai dibiasakan main alfabet di sekolah, dia jadi punya keinginan untuk bisa baca buku.

Yang saya suka dari Al Azhar juga adalah pembiasaan dari guru2nya yang memang juga santun dan lembut. Memang saya sering mendengar gosip dari orang luar bahwa wali murid Al Azhar kebanyakan suka berfoya2, sosialita dan hedon.
Well, at least saya tidak begitu 😁
Saya jarang sekali (bahkan hampir tidak pernah) ikut ibu2 nongkrong2 di kafe atau sejenisnya, membentuk arisan, membeli seragam baju kembaran, dan lain sebagainya. Dan saya rasa masih banyak ibu yang lain juga tidak ikut acara2 seperti itu. Rasanya itu tergantung karakter individunya.

Lantas apakah Ayra akan lanjut di SD Al Azhar? InsyaAllah iya. Postingan selanjutnya akan saya tulis mengenai pilihan SD Ayra yaa...


Friday, October 20, 2017

Yoga at Your Desk

1 comments






Yoga menjadi pilihan saya untuk berolahraga, selain renang. Alasannya karena yoga tidak termasuk olahraga high impact yang memang dilarang untuk saya lakukan karena saya mempunyai kelainan tulang belakang, yaitu skoliosis.

Beberapa manfaat yoga antara lain:

  1. Meningkatkan fleksibilitas
  2. Menjaga metabolisme tubuh yang seimbang
  3. Meningkatkan kekuatan dan tonus otot
  4. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
  5. dan masih banyak lagi lainnya.
Dari video di atas, juga terlihat bahwa yoga bisa dilakukan di mana saja, termasuk juga saat di kantor. Tidak perlu menggunakan alat atau perlengkapan yoga lengkap, cukup lepas sepatu saja. Gerakan ini lumayan menurunkan kekakuan di tubuh terutama bagi yang bekerja di belakang meja selama berjam-jam.

Postingan selanjutnya insyaAllah saya akan menuliskan tentang sejarah yoga dan alasan saya memilih yoga. 

Thursday, October 19, 2017

Makanan Pendamping ASI

0 comments
Setelah menyusui ekslusif sampai usia 6 bulan, saatnya anak belajar makan. Selamat buat para ibu yang sudah mencapai tahap ini. Saatnya belajar tentang Makanan Pendamping ASI (selanjutnya disingkat MPASI). Tidak perlu bingung, yuk dibaca dan dipahami dulu Panduan Mpasi WHO nya. Mengikuti menu keluarga, jadi MPASI tidak seribet yang dibayangkan. MPASI bukan cuma buah saja atau sayuran saja, juga bukan tepung beras :)  

Berdasarkan panduan MPASI dari WHO:
Semua jenis bahan makanan dikenalkan sejak 6 bulan, karbohidrat, sayuran, protein nabati (kacang-kacangan dan olahannya) dan hewani (daging, ikan, ayam, telur, ati, dll), buah, termasuk sumber lemak tambahan seperti santan, minyak dan mentega, serta kaldu. Tekstur  makanan yang dianjurkan adalah semi kental bukan encer seperti ASI yaitu ketika sendok dibalik makanan tidak langsung tumpah. Kekentalan menunjukkan semakin banyak nutrisi.  

Untuk perkenalan awal MPASI, paling lama 2 minggu pertama dikenalkan bubur dan puree tunggal (dari satu bahan), boleh ditambah ASI (namun tidak wajib). Jaga tekstur agar tetap semi kental. Frekuensi makan 1-2x sehari dengan porsi 2-3 sdm dewasa tiap kali makan. Jadi bukan hanya buah saja atau sayuran saja, tapi bisa juga protein dan aneka karbohidrat.  

Paling telat pada minggu ketiga sudah harus dikenalkan bubur halus/saring lengkap karbo + sayur + protein hewani + protein nabati (kacang-kacangan atau olahannya) + sumber lemak tambahan (santan/minyak/mentega/margarin). Frekuensi makan 2-3x sehari,  mulai diberikan makanan selingan 1x.   

Jadi minggu ketiga, selain buah sebagai selingan, dalam 1x makan dalam 1 piring/mangkok harus ada sumber karbohidrat + hewani + nabati + sayuran + lemak tambahan. Dan jadikan menu buah sebagai bagian dari menu harian mpasi dan keluarga bukan hanya untuk awal pengenalan mpasi :) 



Mengapa MPASI dalam bentuk tepung tidak disarankan?

Penggunaan tepung untuk MPASI tidak dianjurkan. Kalau mau menggunakan tepung, yang disarankan hanya tepung giling sendiri, bukan tepung dalam kemasan. Kalaupun pakai tepung giling hanya bisa digunakan utk 1-2 minggu masa pengenalan MPASI tapi setelah itu sebaiknya tidak. Kenapa tidak disarankan tepung? Tepung membuat tekstur MPASI terlalu halus, tidak membuat bayi belajar mengunyah dan mengolah makanan.Sementara MPASI adalah proses mengenalkan makanan pada bayi. Mengenalkan rasa dan tekstur. Jadi biarkan bayi mengenal makanan dengan tekstur aslinya. Porsi MPASI tepung cenderung lebih banyak (satu sendok nasi dengan satu sendok tepung beras itu lebih banyak tepung beras). Nah, porsi yang kebanyakan ini bisa juga menyebabkan sembelit. Lebih baik lagi kalau dari awal sudah dikenalkan beras aslinya. Proses pembuatan tepung giling juga membuat banyak zat gizi yg hilang. Jika tepung giling ada kulit arinya (misal: bekatul) bisa membuat bayi sembelit.

Wednesday, October 18, 2017

Menyapih dengan Cinta

1 comments
Seringkali saya mendapat keluhan bahwa anaknya susah disapih. (Katanya) sudah berbagai cara dilakukan, tapi masih belum berhasil menyapih anaknya. Beberapa ibu malah panik karena usia anaknya sudah dua tahun atau lebih. Belum lagi ditambah mitos2 menyeramkan, salah satunya ASI sudah menjadi racun kalau anak masih disusui lebih dari dua tahun.

Menyapih merupakan proses menghentikan menyusui anak. Dalam ilmu laktasi dan juga rekomendasi WHO, tidak ada batas maksimal usia menyusui anak. Menurut penelitian WHO, rata-rata anak di dunia disapih pada usia 3-5 tahun. Tidak ada dampak negatif dari menyusui yang panjang ini. Tidak benar jika dikatakan anak akan menjadi manja. Silakan cari penelitiannya kalau tidak percaya 😊 justru ASI akan terus memberikan manfaat positif pada anak, salah satunya adalah manfaat adanya zat anti infeksi yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.




Lalu bagaimana cara menyapih yang benar?
Kami selalu merekomendasikan prinsip do not offer, do not refuse. Jangan menawarkan (anak untuk menyusu), tapi jangan menolak (jika anak minta menyusu). Dengan prinsip ini, proses menyusui akan berkurang secara bertahap. Ini juga akan menghindarkan ibu dari payudara bengkak akibat menyapih.



Menghentikan menyusui juga sebaiknya tidak menggunakan cara membohongi anak, misalnya bilang kalau payudara sakit (nanti kalau sakit beneran gimana hayoo?), mengolesi lipstik supaya terlihat seperti berdarah, mengolesi jamu pahit-pahitan, dan sebagainya. Kita memulai menyusui anak saat lahir dengan penuh cinta, masa kita mengakhirinya dengan kebohongan? Dengan paksaan?

Anak yang disusui oleh ibunya mayoritas akan menganggap payudara ibunya adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena sejak dia lahir, hanya itu yang menjadi sumber kehidupannya. Jangan cabut hal berharga dan kesayangannya secara paksa yaa...

Start with love, end it with love also...
Weaning with love 😊

Tuesday, October 17, 2017

Tentang Axel

2 comments
Anak kedua saya bernama Axelio Rafalaric Addyn, lahir di Surabaya tanggal 27 Desember 2014. Biasa kami panggil adek Axel. 
Arti namanya sebagai berikut:
Axel berarti Bapak perdamaian, 
Rafa berarti bahagia,
Alaric berarti pemimpin, 
Addyn (dari kata addin) berarti agama Islam serta singkatan nama saya dan suami.
Jadi kurang lebih arti namanya adalah pemimpin perdamaian utk agama Islam yang selalu bahagia.

Axel ini terlahir dengan kelainan jantung bawaan tipe ASD dan VSD. Sehingga buat kami, Axel ini merupakan salah satu anugrah dari Allah yang memberikan kami banyak pelajaran hidup.

Alhamdulillah saat ini Axel sehat dan tumbuh jadi anak yang ceria. Karakternya extrovert dibanding kakaknya. Apapun yang dia rasakan saat itu, akan langsung dikeluarkan saat itu juga. Jadi terlihatnya dia jadi seperti cengeng, karena lebih mudah menangis. Tapi bagi saya itu bukan cengeng, tapi memang karena dia extrovert. Memang karakternya begitu. Mungkin dengan seiring berjalannya waktu, saat dia sudah semakin banyak mengenal emosi, maka yang ditampilkan bukan hanya menangis saja.

Axel ini menyukai karakter dan mainan laki-laki padahal saya tidak pernah mengajarinya. Ini yang membuat saya takjub dan semakin percaya pada Allah. Bagaimana bisa seorang anak laki-laki tahu mana mainan yang biasanya memang untuk anak laki-laki? Sesuai fitrahnya..
FYI, saya dua bersaudara perempuan semua, jadi saya minim pengalaman dengan saudara laki-laki dan bagaimana tumbuh kembang anak laki-laki.
Dengan alasan itu pula, saya bertekad harus terus belajar untuk membimbing anak laki-laki saya.


Monday, October 16, 2017

Midodareni: Ritual Adat Calon Pengantin Jawa

9 comments
Salah satu ritual adat yang biasanya dilakukan hampir semua pengantin Jawa adalah midodareni. Runtutan ritual adat untuk calon pengantin sebenarnya ada banyak, namun tidak semua pengantin saat ini melaksanakannya dengan berbagai alasan (termasuk saya :D) Namun demikian, midodareni ini hampir selalu dilakukan oleh calon pengantin. Karena biasanya dilaksanakan malam sebelum akad nikah, para keluarga calon pengantin sudah berkumpul, sehingga tidak butuh waktu lama untuk melaksanakan prosesi ini.


Ini bukan foto saya :D karena ternyata saya tidak punya foto midodareni. Sumber foto: http://www.hipwee.com/wedding/pernikahan-adat-jangan-mengaku-gadis-jawa-kalau-kamu-tak-tahu-acara-malam-midodareni/


Di malam midodareni ini, biasanya sekitar pukul 19.00, calon pengantin laki-laki bersama keluarga besarnya datang ke rumah salon pengantin perempuan dengan tujuan untuk mengakrabkan antar dua keluarga. Biasanya mereka juga sambil membawa hantaran. Saat pulang, keluarga calon pengantin perempuan juga akan membawakan hantaran untuk keluarga calon pengantin laki-laki. Pada midodareni ini calon pengantin tidak boleh bertemu.

Pada jaman dulu ketika calon mempelai pria datang di malam midodareni, ia akan mengenakan busana adat Jawa yakni berpakaian beskap lengkap dengan kalung korset dan keris, namun jaman sekarang tidak selalu menggunakan busana beskap, bisa juga menggenakan pakaian jas atau batik yang rapi. Sedangkan calon pengantin wanita dimalam itu dipingit di dalam kamar dengan menggunakan pakaian kebaya. Hanya keluarga dari calon mempelai pria yang boleh bertemu di kamarnya.


Meski datang ke rumah calon istrinya, di malam midodareni ini calon pengantin pria tidak diperkenankan tidur di rumah mempelai putri. Keluarga mempelai wanita biasanya telah menyediakan penginapan untuk istirahat calon pengantin pria dan keluarganya. Penginapan yang disediakan biasanya juga tidak terlalu jauh dari tempat diselenggarakannya malam midodareni yang biasanya dilaksanakan di rumah calon pengantin perempuan, karena pada malam itu calon pengantin laki masih diperkenankan untuk bertemu dan berkenalan dengan keluarga besar calon pengantin perempuan. Meski demikian, sekitar pukul 22.00 calon pengantin pria sudah harus kembali ke penginapan untuk mempersiapkan energi saat dilangsungkan berbagai acara keesokan harinya. Ini dilakukan jika keluarga pengantin pria berasal dari kota berbeda, namun jika masih di kota yang sama, akan kembali ke rumah masing-masing.
Pada proses midodareni yang sebenarnya prosesi ritual doa dan bancakan midodareni biasanya dilakukan pada tepat tengah malam atau sekitar pukul 24.00. Menurut kepercayaan, momen ini untuk menyambut datangnya wahyu yang akan turun kepada kedua calon mempelai. Pada malam midodareni keadaan harus cukup tenang dalam suasana khidmat. Ada harapan dan doa dalam malam menjelang akad nikah ini. Selain dalam ucapan, doa dan harapan tersebut disimbolkan dalam beberapa hidangan yang disajikan dan hiasan yang ada di rumah mempelai perempuan.
Ubo Rampe di malam midodareni ini biasanya terdiri dari sepasang Kembar Mayang yang dipajang di kamar pengantin wanita; sepasang periuk yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak sebagai penutup; sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap serep (tulang daun/tangkai daun), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur; dan Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi. Selain itu terdapat hidangan berupa bancakan yang akan dimakan bersama setelah pukul 24.00. Namun prosesi ini saat ini sudah sangat jarang dilakukan hingga pukul 24.00, dengan alasan terbanyak karena untuk mempersiapkan acara akad nikah keesokan harinya.
Ritual midodareni berakar dari cerita legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan. Dewi Nawangwulan adalah seorang bidadari dari khayangan yang memiliki anak seorang manusia. Dewi Nawangwulan berjanji akan turun ke bumi kelak jika anaknya yang bernama Dewi Nawangsih menikah. Dengan demikian, upacara midodareni diambil dari cerita turunnya Dewi Nawangwulan untuk menemui anaknya pada saat upacara midodareni.
Saya sendiri? Saya cuma melaksanakan midodareni tanpa ritual adat lainnya, dengan alasan biaya dan agar tidak ribet. Di malam midodareni itu pun tidak ada pemasangan ubo rampe dan lain-lainnya. Benar-benar murni malam berkumpul saja. Waktu itu acara berlangsung pukul 19.00 sampai 21.00. Setelah itu kami beristirahat untuk mempersiapkan diri menjelang akad nikah keesokan harinya :)

*Tulisan ini untuk menjawab tantangan keempat ODOP Batch 4

Sunday, October 15, 2017

Tentang Ayra

2 comments
Anak saya yang pertama bernama lengkap Afshayra Charmaraiza Addyn, biasa kami panggil dengan nama Ayra. Namun sejak punya adik, kami lebih sering memanggilnya dengan sebutan kakak. Nama panjang Ayra tentu saja saya yang membuatnya, karena suami ditunggu untuk memberikan nama pilihannya tapi tidak kunjung menyumbang nama. Jadilah saya yang membuat beberapa nama dan suami yang memilihnya.

Nama panjang Ayra sebenarnya adalah gabungan dari beberapa nama (karena saya sendiri tidak bisa menentukan pilhan mau yang mana). 
Afsha artinya Cantik, 
Ayra (dari kata air) dalam bahasa inggris berarti udara, 
Charm artinya menarik, 
Rai (dari bahasa inggris ray) yang berarti cahaya, 
Izza artinya penolong (bahasa arab), 
Addyn (dari kata addin) yang berarti agama Islam dan juga gabungan nama saya dan suami.

Mungkin kalau digabung artinya menjadi seperti ini: penolong agama Islam yg cantik, menarik, bercahaya dan dibutuhkan spt udara. Agak maksa ya? Biarin deh..hehe..

Ayra merupakan anak pertama saya tapi dari kehamilan kedua. Sebelumnya saya pernah hamil dan keguguran karena endometriosis. Sebelumnya juga saya menunda kehamilan selama 1 tahun karena masih bersedih dengan kematian ibu saya.
Jadi Ayra lahir pada tahun ketiga pernikahan kami.

Alhamdulillah Ayra lahir dengan berat badan 3,3kg dan tinggi 49cm melalui operasi caesar. Dia lahir sempurna. Tumbuh kembangnya saya pantau dengan sempurna, secara ini anak pertama saya dan saya serba idealis 😁

Saat ini Ayra berusia 5 tahun. Dia suka segala hal tentang princess dan suka warna pink sejak dia bisa menyebutkan warna. Dia suka dan minta ikut balet sejak usia 2-3 tahun tapi baru saya setujui setelah secara tidak sengaja saya datang ke acara promo sekolah balet di sebuah mall. Saya sempat ragu mengingat pakaian balet yang ketat, tapi niat kami adalah memberikan kesempatan Ayra untuk berolahraga. Balet baik untuk pertumbuhan fisiknya dan yang pasti dia suka. Sebelumnya saya pernah mengikutkan dia les renang tapi masih belum cocok dengan gurunya. Dia sepertinya tidak enjoy les renang.

InsyaAllah ada saatnya nanti dia akan paham bagaimana berpakaian yang baik secara Islam. Karena sehari-hari dia sudah minta untuk selalu pakai jilbab 😊
Semoga kami bisa membimbing anak-anak kami untuk menjadi manusia yang beriman kepada Allah..

Saturday, October 14, 2017

Donor ASI

2 comments
Praktik donor ASI mulai menjadi tren belakangan ini seiring mulai banyaknya ibu yang concern dengan masalah menyusui. Terlepas dari hukum agama, donor ASI ini masih menjadi pro kontra di Indonesia. Sampai saat ini mayoritas donor ASI dilakukan secara individual, tidak terorganisir dan berdasarkan rasa percaya saja. Padahal ASI bisa saja mengandung virus penyakit, sedangkan hampir semua orang di Indonesia tidak rutin memeriksakan kesehatannya.

Dengan semakin tingginya kesadaran publik tentang manfaat ASI, maka salah satu implikasinya adalah semakin maraknya permintaan dan penawaran penyediaan donor ASIP lewat media sosial. 

Namun mengingat pemerintah Indonesia belum mengadopsi aturan teknis yang detail terkait pengaturan, handling (penanganan), dan sirkulasi donor ASIP yang TEPAT dan AMAN, maka AIMI merasa perlu untuk mengatur sirkulasi posting permintaan dan penawaran penyediaan donor ASIP di berbagai media sosial milik AIMI mengingat:

  1. Faktor necessity (perlu atau tidaknya): ada kondisi2 apakah layak atau tidaknya seorang bayi mendapatkan donor ASIP mengingat donor ASIP dari orang lain adalah pilihan terakhir dalam hirarki ASI sesuai standar WHO
  2. Faktor safety (aman atau tidaknya): tingkat keamanan ASIP yang hendak didonorkan dan faktor resiko ibu pendonor
  3. Faktor sustainability (keberlangsungan): Ingat bahwa donor ASIP sifatnya hanya sementara atau emergency. Untuk bayi yang ibunya masih dapat menghasilkan ASI, maka ibunya harus mendapatkan bantuan konseling agar dapat menyusui bayinya. Untuk bayi yang ibunya sudah meninggal, maka pihak keluarga, dengan pendampingan konselor, diharapkan mencari ibu susu yang memenuhi syarat. 


Harap dipahami juga bahwa syarat2 menjadi pendonor ASIP TIDAK MUDAH, antara lain: 
  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Tidak mengonsumsi obat/jamu herbal/suplemen (kecuali vitamin, hormon insulin/tiroid, pil KB laktasi atau progestin, obat asma inhalasi, obat oles/tetes)
  3. Tidak merokok/tidak konsumsi narkotika dan obat terlarang lainnya/tidak konsumsi minuman keras
  4. Tidak mendapat transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan dalam 12 bln terakhir
  5. Melakukan tes skrining kesehatan dan hasilnya harus negative dari infeksi HIV, HTLV, hepatitis B, hepatitis C, CMV dan sifilis
  6. Pasangan seksual dari pendonor tidak berisiko menularkan HIV 


Kenapa tes kesehatannya banyak sekali ya?
Karena mayoritas orang Indonesia bukanlah orang yang secara rutin memeriksakan dirinya secara lengkap ke dokter atau RS. Orang Indonesia kebanyakan ke dokter hanya ketika mereka merasa sakit. Sehingga ada banyak kemungkinan penyakit tidak terdeteksi. Untuk Anda ketahui, misalnya, Indonesia adalah negara dengan prevalensi hepatitis B dan C terbesar ketiga di dunia dengan angka penderita diperkirakan sebanyak 30 juta orang (data 2011). 

Kenapa syaratnya tidak mudah?
Karena umumnya bayi yg membutuhkan donor adalah bayi baru lahir atau bayi lahir yang lebih rentan terkena virus, bakteri akibat daya tahan tubuh yang masih rendah. Justru karena bayi bayi semacam ini kondisinya rentan, maka donor ASIP yang diberikan harus lolos uji keamanan. Kasihan kan kalau ternyata kita mendonorkan sesuatu yang justru membahayakan bayi yang kondisinya rentan? :(

Selain itu, untuk menjaga keamanan ASIP, ada tindakan2 khusus dalam memperlakukan ASIP donor yang hendak diberikan ke bayi agar kemungkinan kontaminasi infeksi dapat diperkecil dengan pasteurisasi/pemanasan: 
  1. Pasteurisasi Pretoria : letakkan botol kaca ASIP (tertutup) dlm panci, tuangi air mendidih, biarkan selama 30 menit, pindahkan botol ASIP & dinginkan,  ATAU 
  2. Flash heating: letakkan botol kaca ASIP (terbuka) dlm panci berisi air, panaskan hingga muncul gelembung di air, pindahkan botol ASIP & dinginkan


Sementara itu, bayi penerima donor pun harus memenuhi syarat2 berikut: 
  1. Berat badan bayi saat lahir sangat rendah (kurang dari 1500 gram) atau usia kehamilan kurang dari 32 minggu
  2. Bayi beresiko karena mengalami gangguan metabolik atau peningkatan kebutuhan glukosa (kecil masa kehamilan, premature, mengalami stress hipoksik/iskemik/bayi sakit, bayi dengan ibu yang menderita diabetes) jika kadar gula darahnya gagal merespon pemberian ASI
  3. Bayi dengan kondisi kehilangan cairan akut, misalnya karena fototerapi atau penyinaran untuk bayi jaundice/kuning dan menyusui serta memerah ASI belum bisa mengimbangi kebutuhan cairan
  4. Turunnya berat badan bayi berkisar 7-10% setelah hari ketiga sampai kelima karena terlambatnya laktogenesis
  5. BAB bayi masih berupa mekonium pada hari kelima pasca persalinan
  6. Tambahan: bayi yang sedang menjalani relaktasi dimana produksi ibu sedang dalam upaya peningkatan. Dengan catatan bahwa sang ibu harus tetap menjalankan langkah2 utk meningkatkan produksi ASInya.


Selain syarat2 medis di atas, kita juga harus memenuhi syarat2 sesuai aturan agama dan etika sosial. Untuk yang Muslim bisa lihat ketentuan MUI berikut ini: http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/05/No.-28-Seputar-Masalah-Donor-ASI.pdf

Perkara mendonorkasn ASIP bukan perkara sederhana karena semata mata alasan kemanusiaan. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan demi keamanan bayi penerima donor dan kenyamanan pihak penerima dan pe


Friday, October 13, 2017

Growth Chart: How to Know if My Baby Grows Well

0 comments
Seringkali kita bertanya-tanya, anak kita ini sudah tumbuh normal dan sesuai dengan usianya tidak ya? Sebagai orangtua tentu kita wajar menanyakan hal ini. Yang terjadi kebanyakan para ibu biasanya membanding-bandingkan dengan anak lain, baik anak temannya, anak tetangga dan lain-lain yang usianya sepantaran. Hal ini tentu tidak tepat. Apalagi biasanya membandingkannya hanya secara kasat mata, alias sekadar penampakan sekilas saja.

Lalu bagaimana cara mengetahui yang benar?
Badan kesehatan dunia (WHO) telah menciptakan alat indikator yang dapat membantu menunjukkan sehat tidaknya pertumbuhan anak kita, disebut Growth Chart. Download grafik lengkapnya di website resmi WHO http://www.who.int/childgrowth/standards/en/
Jangan lupa pilih jenis kelamin anak, laki-laki berwarna biru, perempuan berwarna pink.
Indikator wajib bayi adalah berat badan (BB), tinggi badan (TB) dan lingkar kepala (LK). Ketiga indikator ini wajib diukur setiap bulan yaa...jadi saat posyandu atau imunisasi ke dokter, jangan lupa minta diukur tiga indikator ini, bukan hanya berat badan saja.

Cara pengisiannya sebagai berikut:
  1. Ukur BB, TB dan LK setiap bulan
  2. Masukkan angka pengukuran pada grafik yang tepat
  3. Baca sisi kiri dan sisi bawah
  4. Letakkan pada usia dan angka yang tepat
Setelah mengisi, kita harus bisa menginterpretasikan maknanya. Pertumbuhan yang normal adalah bila bayi tumbuh mengikuti grafik sejak lahirnya. Contoh bayi dengan berat lahir 2,5kg pasti akan mempunyai grafik yang berbeda dengan bayi dengan berat lahir 3,6kg. Jadi tidaklah tepat jika membanding-bandingkan bayi kita dengan bayi lain. Karena garis startnya saja bisa berbeda.



Berikut ini contoh growth chartnya yaa..




Thursday, October 12, 2017

When in Bali (part 2)

0 comments






Alhamdulillah saya sudah sampai Surabaya dengan selamat Selasa malam. Hari Minggu alias hari pertama, kami hanya berjalan2 di sekitar hotel kemudian makan siang dan istirahat. Jam 15 kami bangun, mandi dan bersiap2 menuju pantai Kuta untuk melihat pelepasan tukik (bayi penyu). Sebelumnya saya sudah menunjukkan video pelepasan tukik di youtube dan anak-anak senang sekali. 

Hari kedua, kami memutuskan berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana. Tidak berharap apa-apa, tapi kami malah menikmati atraksi di sana.


Di GWK ternyata ada pertunjukkan tari Bali juga. Total ada 4 tarian yang ditampilkan. Prediksi saya salah, Axel yang biasanya tidak suka suara keras malah terlihat menikmati dan serius mengamati, sedangkan Ayra malah tutup telinga.

Untuk liburan kali ini di Bali saya memang dari awal tidak berharap banyak, karena status gunung Agung yang tidak jelas jadi kemungkinan bisa batal, saya juga tidak menyiapkan rencana perjalanan yang baku. Jadi saya let it flow saja, ternyata ini lebih menyenangkan buat saya (secara saya ini orang yang perfectionist dan selalu on schedule). Jadinya kami pun hanya berputar-putar di sekitar Kuta saja. Lebih nyaman dan tanpa tekanan :)
 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review