Al Azhar Students

Hari ini jadwal pengambilan raport Ayra untuk term pertama. Tidak terasa Ayra sudah TK B dan insyaAllah tahun depan masuk SD. Pengambilan raport hari ini juga akan disosialisasikan pendaftaran online via aplikasi handphone. Ini baru pertama kalinya nih Al Azhar membuka pendaftaran secara online.

Sedikit flashback mengenai alasan saya memilih Al Azhar sebagai sekolah anak2 saya. Faktor utama saat mencari sekolah adalah yang terdekat dari rumah. Berhubung di dekat rumah saya saat itu hanya ada 5 sekolah dan 4 sekolah lainnya adalah sekolah agama Kristen, jelas saya coret dari daftar pilihan saya.

Saya memang sejak awal berniat memasukkan anak2 ke sekolah berbasis agama (dalam hal ini agama Islam). Karena menurut saya, pondasi agama harus dibangun sejak awal di saat perilaku dan kebiasaan anak2 masih sangat bisa dibentuk. 

Saya pernah membahas mengenai alasan saya memasukkan anak2 sekolah di usia dini (Ayra mulai usia 2 tahun 2 bulan, sedangkan Axel mulai usia 2,5 tahun). Pada intinya adalah karena kami beranggapan sekolah di kelas toddler hanyalah main2 saja, bukan untuk belajar betulan 😁
Saya melihat sendiri kegiatan yang mereka lakukan di kelas toddler. Mereka cuma sekolah 3x per minggu selama @2 jam. Mereka hanya dibiasakan untuk mengucap salam, mencuci tangan sebelum makan, membaca doa sebelum makan, duduk saat makan, antri saat melakukan kegiatan, bergantian dengan temannya dan sejenisnya. Hanya permainan ringan dan pembiasaan perilaku yang baik.

Masalah mereka jadi hafal surat pendek dan doa harian atau bisa menyebutkan alfabet, dan lain sebagainya buat saya adalah bonus. Saya tidak pernah menargetkan mereka harus bisa apa. Dan hal ini membantu Ayra untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang pendidikan formal. Tanpa diminta, dia berkeinginan untuk bisa membaca. Padahal saya tidak pernah meminta apalagi memaksa dia untuk belajar calistung. Tapi karena sering saya bacakan buku di rumah, dan dia mulai dibiasakan main alfabet di sekolah, dia jadi punya keinginan untuk bisa baca buku.

Yang saya suka dari Al Azhar juga adalah pembiasaan dari guru2nya yang memang juga santun dan lembut. Memang saya sering mendengar gosip dari orang luar bahwa wali murid Al Azhar kebanyakan suka berfoya2, sosialita dan hedon.
Well, at least saya tidak begitu 😁
Saya jarang sekali (bahkan hampir tidak pernah) ikut ibu2 nongkrong2 di kafe atau sejenisnya, membentuk arisan, membeli seragam baju kembaran, dan lain sebagainya. Dan saya rasa masih banyak ibu yang lain juga tidak ikut acara2 seperti itu. Rasanya itu tergantung karakter individunya.

Lantas apakah Ayra akan lanjut di SD Al Azhar? InsyaAllah iya. Postingan selanjutnya akan saya tulis mengenai pilihan SD Ayra yaa...


Post a Comment

Designed by FlexyCreatives