Apakah Menyusui Harus Dijadwal?

Sering kita dengar saran bahwa bayi wajib disusui setiap 2-3 jam sekali. Sebenarnya tidak ada ketentuan bahwa bayi ASIX harus minum tiap 2 jam sekali. Secara umum, memberikan ASI pada prinsipnya tetap sesuai demand atau keinginan bayi dengan tidak melihat jam, baik siang ataupun malam. 

Namun pada umumnya, dalam minggu-minggu pertama kelahiran, bayi akan menyusu tiap 2-3 jam sekali atau bahkan lebih sering. Karena volume lambung bayi masih sangat kecil, maka seorang bayi newborn bisa menyusu 10-12 kali per hari atau bahkan lebih. Ibu tidak perlu khawatir menyusui TERLALU SERING, tapi ibu harus waspada jika bayi mulai enggan atau malas menyusu. 

Kenapa penting untuk menyusui bayi newborn 2-3 jam sekali?

PERTAMA, Menyusui 2-3 jam sekali atau lbh sering dari itu pada minggu-minggu awal kelahiran membantu untuk memantapkan proses menyusui. Proses pemantapan menyusui ini di dalamnya termasuk antara lain: bagaimana agar dapat menyusui dengan pelekatan yang benar, bagaimana mengetahui ciri-ciri bayi lapar/haus, bagaimana mendapatkan berbagai posisi menyusui yang nyaman bagi ibu dan bayi, bagaimana mematikan kecukupan ASI harian lewat frekuensi BAK dan BAB, dan sebagainya. 

Bayi mulai lapar ketika dia mulai suka menggeleng-gelengkan kepalanya, mulai gelisah, dan mulai membuka buka mulutnya seakan mencari puting. Jika bayi sudah menangis, sebetulnya itu adalah senjata terakhirnya memberi tahu bawah dia sudah sangat lapar. 

Indikator kecukupan ASI harian lewat BAK adalah sebagai berikut: 
1 kali BAK di hari pertama, 2 kali BAK di hari kedua, 3 kali BAK di hari ke-3, dan 4 kali BAK di hari ke-4, dan 6 kali BAK sejak hari ke-5 hingga masa ASIX berakhir.

Pola Buang Air Besar (BAB)


  1. Hari pertama dan kedua setelah kelahiran: BAB berwarna hitam pekat yang disebut mekonium. Kadang di hari kedua warnanya menjadi lebih kecoklatan
  1. Hari ketiga setelah kelahiran: bayi mulai BAB lebih sering, warna BAB-nya biasanya cenderung kehijauan
  1. Hari keempat setelah kelahiran: BAB bayi mulai berwarna hijau kekuningan, frekuensi bisa 3 kali sehari atau lebih
  1. Hari kelima dan seterusnya: biasanya BAB bayi mulai berwarna kuning (golden feses), frekuensinya bisa 3 kali atau lebih, biasanya banyak bayi BAB setelah menyusu. Tekstur feses bayi yang normal adalah: cair dengan ampas atau berbentuk krim/pasta atau berbiji-biji. 




KEDUA, menyusui newborn 2-3 jam sekali atau bahkan lebih penting untuk mengurangi potensi bengkak payudara yang sering terjadi di periode ini, terutama pada periode kolostrum berubah menjadi ASI transisi dan ASI matang. |

KETIGA, menyusui newborn 2-3 jam sekali atau lebih sering dari itu dapat efektif mengurangi potensi kuning (jaundice) bayi dan mempercepat penurunan bilirubin pada bayi yang mengalami jaundice. Pada bayi yang jaundice seringkali mereka lebih sering tidur dan mengantuk. Jika bayi sudah tidur lebih dari 4 jam bangunkan bayi dan tawarkan untuk menyusu. 

KEEMPAT, sering menyusui bayi newborn juga membantu segera menciptakan keseimbangan supply dan demand sebagai prinsip dasar proses menyusui.

KELIMA, menyusui sesering mungkin di fase newborn juga efektif membantu bayi menjalani proses transisi dari kehidupan dalam rahim ke kehidupan di dunia dimana dalam proses menyusui, dekapan ibu terutama skin to skin dengan bayi akan membuat bayi nyaman dan terhindar dari stress. 

KEENAM, menyusui dengan frekuensi yang sering di minggu2 awal juga membantu mengoptimalkan kenaikan berat badan pada bayi yang mana di awal2 kelahiran biasanya berat badan bayi menurun hingga 7% dari berat lahirnya. Cek berat badan bayi di akhir minggu pertama dan akhir minggu kedua setelah kelahiran untuk memastikan bahwa berat badan bayi sudah kembali ke berat lahirnya paling lambat dua minggu setelah kelahirannya. 

KETUJUH, menyusui dengan frekuensi yang sering di minggu2 awal kelahiran juga membantu bayi melewati fase percepatan pertumbuhan (growth spurts) yang biasanya terjadi di hari hari awal setelah bayi kembali ke rumah, hari ke-7 hingga ke-10, minggu ke-2 hingga ke-3, dan minggu ke-4 hingga ke-6

Pola menyusui 2-3 jam sekali seperti ini biasanya terjadi hingga minggu ke-6 setelah kelahiran. Setelah itu biasanya pola menyusui bayi mulai lebih stabil dan mapan karena produksi dan demand biasanya sudah mencapai keseimbangan. Tetap amati frekuensi BAK-nya, sementara biasanya frekuensi BAB-nya sudah mulai lebih jarang dan tidak terjadi setiap hari. Cek juga kenaikan berat badannya setiap bulan. Biasanya ketika proses menyusui mulai mantap, fokuskan pada petunjuk dari bayi tentang kapan dia ingin menyusu.

Jangan kaget juga jika semakin bertambah usia bayi, frekuensi menyusunya jadi kadang berkurang. Semakin besar volume lambung, semakin banyak dia bisa minum, maka semakin jarang jeda antara satu sesi menyusu dengan sesi berikutnya.

Ingat, lihat petunjuk dari bayi dan jangan terpaku pada jam ya.

Happy breastfeeding!

Designed by FlexyCreatives