Wednesday, October 11, 2017

Beauty and The Beast (and Their Libraries)

Pada jaman dahulu kala, seorang penyihir mengubah pangeran tampan menjadi monster yang mengerikan. Si penyihir meninggalkan setangkai mawar sebagai penanda waktu kutukan sang Pangeran. Jika pangeran tidak menemukan cinta sejati sebelum kelopak mawar terakhir jatuh, maka sang Pangeran akan tetap menjadi monster selamanya. 

Sementara itu, di sebuah desa yang lain, ada seorang gadis bernama Belle yang tinggal bersama ayahnya. Belle sangat mencintai buku, dia sangat suka membaca segala jenis buku. Lebih dari itu, Belle menginginkan sebuah petualangan seperti apa yang sering dia baca di buku-buku kesukaannya. Belle memiliki lemari yang berisi penuh dengan buku pengetahuan dan buku cerita di rumahnya. 

Di desa itu juga, tinggallah Gaston seorang pemuda gagah yang ingin menikahi Belle, tapi Belle menolak. Belle merasa Gaston adalah pria yang membosankan, sedangkan Gaston tidak mengerti mengapa Belle sangat gemar membaca. “Tidak pantas bagi seorang wanita untuk membaca,” ucap Gaston. 

Ayah Belle, Maurice, adalah seorang penemu. Penemuan terakhirnya adalah sebuah alat kayu otomatis. Penemuannya itu akan diikutsertakan dalam lomba di luar desanya. “Ayah pasti akan jadi juara satu!” ucap Belle. Dalam perjalanan ke pameran, Maurice tersesat di hutan. Sekelompok serigala membawanya ke gerbang sebuah kastil di dalam hutan. Tidak yakin apa yang akan ditemukannya di dalamnya, Maurice memasuki pekarangan kastil dengan hati-hati. Namun, Maurice tidak pernah membayangkan monster mengerikan akan yang dihadapinya.

Berpikir Maurice datang untuk memburunya, si monster sangat marah. Tanpa belas kasihan, dia mengunci pengunjung yang tidak diinginkan itu di dalam penjara di dalam kastil. Di sisi lain kuda ayahnya pulang ke rumah sendirian. Saat Belle menemukan kudanya pulang tanpa ayahnya, dia segera mencari ayahnya. 

Setelah melalui perjalanan panjang menuju hutan, Belle menemukannya dikurung di kastil. Belle memohon pada si monster untuk membebaskan ayahnya. “Ambil saya saja,” Belle menawarkan. Si monster setuju, dia meminta Belle tinggal di kastil selamanya! 

Pada malam pertamanya, Belle bertemu dengan pelayan kastil. Mantra yang dikeluarkan si penyihir telah mengubah para pelayan menjadi benda-benda ajaib! Mereka lucu, ramah, dan memperlakukan Belle seperti tamu istimewa. Pada saat makan malam, Belle menolak undangan monster untuk makan malam bersamanya. Hal ini membuat si monster mengaum karena frustasi. Dia sangat ingin mengakhiri mantra itu dan merasa Belle adalah harapannya untuk mematahkan kutukan penyihir. Mrs. Potts, teko, dan tempat lilin, menyuruhnya untuk bersabar dan, terutama menjadi orang baik. 


Di akhir malam itu, Belle menemukan mawar ajaib yang ditinggalkan penyihir. Belle terpesona. Saat Belle mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, si monster muncul dan meraih mawar yang berharga itu. “Keluar!” dia berteriak. Belle melarikan diri dari kastil dengan menunggang kuda tapi dia diserang oleh serigala yang telah mengejar ayahnya. Dengan mempertaruhkan nyawanya, si monster menyelamatkan Belle. Setelah kejadian itu, Belle mulai melihat kebaikan si monster. Suatu malam, si monster kembali mengundang Belle untuk makan malam. Kali ini Belle menerimanya.


Setelah makan malam, si monster itu bertanya kepada Belle untuk menari bersamanya. Saat mereka berputar mengelilingi ruangan, si monster menyadari bahwa dia jatuh cinta pada Belle. Karena cintanya, si monster membiarkan Belle pulang ke rumah untuk menemui ayahnya.

Ketika Gaston mendengar Belle berbicara tentang si monster, Gaston menjadi cemburu dan menyerbu benteng tersebut. Gaston menikam si monster itu dan kemudian secara tidak sengaja menjatuhkan si monster dari atap. Belle menarik si monster ke tempat yang aman. “Tolong jangan tinggalkan aku,” isaknya. “Aku cinta kamu.”

Saat Belle berbicara, kelopak mawar terakhir jatuh. Lalu hujan bunga api memenuhi udara. Si monster mulai berubah …… menjadi pangeran tampan! Benda-benda ajaib dipenuhi kegembiraan saat mereka juga kembali menjadi manusia dan melihat pangeran mereka dan Belle sedang jatuh cinta.

Tidak lama kemudian, Belle dan sang pangeran menikah dan tinggal di kastil. Saking cintanya Belle pada buku, Belle menghidupkan kembali perpustakaan pribadi sang Pangeran dan membukanya untuk umum. Di sisi lain, Belle juga sering mengunjungi ayahnya dan juga melengkapi perpustakaan di rumahnya. Belle mengajak anak-anak di desanya untuk senang membaca.

Pelayan kastil sang Pangeran juga ikut merawat dan membimbing anak-anak di perpustakaan Belle. Secara bergantian, mereka mendatangi rumah Belle dan menciptakan permainan yang mengasyikkan untuk anak-anak. Gaston akhirnya juga ikut menikmati membaca buku di rumah ayah Belle.

This is how their happy endings.

*Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan ke 3 ODOP Batch 4

1 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review