Friday, October 27, 2017

Hak terhadap Reproduksi Wanita

Kemarin hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017, saya berkesempatan mengikuti pelatihan kerjasama AIMI dan SKATA (John Hopkins University, selanjutnya disingkat JHU) mengenai pengelolaan keluarga. Singkatnya pelatihan ini adalah untuk membekali para pengurus AIMI se-Indonesia (yang mayoritas adalah konselor menyusui) dengan pengetahuan mengenai alat kontrasepsi (KB) dan mitos di belakangnya.

Latar belakang masalahnya adalah tingginya angka kematian ibu (dan bayi) akibat jarak persalinan yang terlalu dekat dan juga tingginya angka gizi buruk yang seringkali diakibatkan dekatnya jarak antar kehamilan, sehingga ibu masih menyusui bayinya, namun kemudian sudah hamil lagi. Sebenarnya nursing while pregnant diperbolehkan dalam ilmu laktasi, namun penuh tantangan, terutama jika anak yang disusui masih berusia di bawah 6 bulan, dimana asupannya 100% masih dari ASI. Banyak kasus yang kami temui, anak pertama masih usia 2 bulan, sang ibu sudah hamil lagi. Tentu saja gizi anak, janin dan ibu akan dipertaruhkan. Belum lagi bicara tubuh ibu yang belum kembali pulih pasca persalinan sebelumnya, lebih tepatnya rahim ibu belum kembali mengecil dan belum recovery penuh atas tugas yang dijalankan 9 bulan sebelumnya, sudah harus bertugas lagi. Dan kondisi ini tidak jarang mengancam nyawa ibu karena ketebalan dinding rahim ibu bisa jadi masih tipis dan belum siap menampung bayi lagi.

Kembali ke acara kemarin, jadi JHU membuat platform edukasi yang dapat diakses oleh publik yaitu SKATA. Berasal dari filosofi “seiya sekata”, prinsipnya adalah pengelolaan keluarga ini sebenarnya membutuhkan visi misi yang sama dari suami dan istri. Seringkali ditemui bahwa istri tidak bisa memutuskan hal penting karena harus patuh pada perintah suami, dalam konteks ini adalah mengenai pemilihan KB.
Banyak istri tidak KB karena suami tidak mengijinkan. Di sisi lain, suami pun tidak mau memakai alat kontrasepsi. Akhirnya istri hamil lagi dengan tidak terencana dan dampaknya bisa mempengaruhi keluarga termasuk dampak ekonomi.

Di situ kami diajarkan mengenai macam-macam pilihan KB seperti IUD, implan, vasektomi dan tubektomi. Bagaimana proses pemasangannya, bagaimana cara kerjanya dan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.


0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review