Kontroversi Fed is Best

Beberapa waktu yang lalu sempat ada kehebohan mengenai artikel yang ditulis oleh Fed is Best. Beberapa ibu jadi galau.

Ketimbang galau, mungkin ada baiknya belajar betul2 tentang ilmu ASI dan menyusui jauh sebelum melahirkan dan memastikan bahwa bapak/ibu punya akses ke faskes dan nakes yang benar2 pro ASI.


Untuk memahami apa yang jadi argumen organisasi Fed is Best, perlu mengetahui juga latar belakang organisasinya dan bagaimana pemahaman mereka ttg ilmu laktasi.


Banyak ahli laktasi dunia sudah mengingatkan keberadaan organisasi ini yang bukannya memberikan informasi yang valid dan evidence best tentang ASI dan menyusui, tapi malah menampilkan banyak testimoni cerita atau anecdotal yang malah membuat para ibu untuk takut menyusui dan juga membuat para tenaga kesehatan jadi enggan membantu ibu menyusui dan memilih utk langsung memberikan susu formula. 


Silakan membaca beberapa penjelasan dari pakar laktasi dunia tentang Fed is Best dan apa apa yang menjadi klaim mereka dan kenapa gerakan ini dianggap telah memberikan informasi yang misleading terkait ASI dan menyusui: 


http://www.huffingtonpost.co.uk/amy-brown/why-fed-will-never-be-bes_b_12311894.html


http://www.bellybelly.com.au/breastfeeding/can-you-accidentally-starve-your-breastfed-newborn-baby/


https://www.facebook.com/DrJackNewman/videos/729325433885172/?hc_location=ufi


Biasanya di faskes dan nakes yang benar2 pro ASI, selama bayi di RS itu akan dipantau terus BAK BAB dan beratnya. Kalau berat sudah turun lebih dari 10 persen akan ada langkah tambahan, tidak perlu menunggu lewat hari ke 4. Kalau bayi tidak BAB setiap hari dan mekonium tidak bertransisi ke BaB yang kuning, mereka akan memberikan opsi2 bantuan dan intervensi kalau dibutuhkan. Kalau bayi tidak BAK sejumlah usia harinya (1 kali BAK di hari pertama, dua kali BAK di hari kedua, 3 kali BAK di hari ketiga dst) biasanya juga akan ada evaluasi.


Jadi observasi terhadap kecukupan asupan bayi akan berlangsung dalam hitungan jam dan hari. Pun dengan kenaikan suhu tubuh harian bayi akan dicek dari waktu ke waktu. Tidak menunggu sampai 3-4 hari baru dievaluasi secara menyeluruh :)


Pun untuk pasien yang caesar, IMD dan rawat gabung mutlak dilakukan selama kondisi ibu dan bayi tidak gawat darurat :)


Naah yang missing dari cerita di artikel adalah penjelasan bagaimana tenaga kesehatan tidak melakukan pengamatan terhadap indikator2 yg saya sebut di atas. Padahal itu pengawasannya dari jam ke jam. Plus ada kemungkinan faskesnya tidak menjalankan prinsip2 rumah sakit sayang ibu dan sayang bayi.


Makanya di atas saya tekankan, pemilihan faskes dan nakes yg tepat disertai pengetahuan orang tua itu super krusial buat menghindari treatment yg kurang tepat :)


Membaca info2 semacam ini butuh kecermatan literasi. Mesti cross check, memahami konteks, lihat dr banyak sisi, dan punya bekal ilmu yg cukup.


Sayangnya kalau hal2 begini diterjemahkan secara bebas oleh media2 lokal jadi bombastis bikin orang tambah panik. Apalagi sering ga disertai dengan standar etika jurnalistik yang baik.

Memberikan ASI atau sufor tentunya adalah pilihan orang tua. Namun ada baiknya pilihan dibuat berdasarkan basis pengetahuan dan pemahaman yg kuat ttg pilihan2 yg ada.


Untuk memahami konteks artikel itu secara utuh silakan baca artikel yg lbh proporsional dan terpercaya milik the Washington Post krn ada kondisi medis bayi yg tidak dipaparkan lengkap dalam artikel yg Anda baca: https://www.washingtonpost.com/news/parenting/wp/2017/03/08/she-listened-to-her-doctors-and-her-baby-died-now-shes-warning-others-about-breast-feeding/?tid=ss_wa-amp

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives