Thursday, October 19, 2017

Makanan Pendamping ASI

Setelah menyusui ekslusif sampai usia 6 bulan, saatnya anak belajar makan. Selamat buat para ibu yang sudah mencapai tahap ini. Saatnya belajar tentang Makanan Pendamping ASI (selanjutnya disingkat MPASI). Tidak perlu bingung, yuk dibaca dan dipahami dulu Panduan Mpasi WHO nya. Mengikuti menu keluarga, jadi MPASI tidak seribet yang dibayangkan. MPASI bukan cuma buah saja atau sayuran saja, juga bukan tepung beras :)  

Berdasarkan panduan MPASI dari WHO:
Semua jenis bahan makanan dikenalkan sejak 6 bulan, karbohidrat, sayuran, protein nabati (kacang-kacangan dan olahannya) dan hewani (daging, ikan, ayam, telur, ati, dll), buah, termasuk sumber lemak tambahan seperti santan, minyak dan mentega, serta kaldu. Tekstur  makanan yang dianjurkan adalah semi kental bukan encer seperti ASI yaitu ketika sendok dibalik makanan tidak langsung tumpah. Kekentalan menunjukkan semakin banyak nutrisi.  

Untuk perkenalan awal MPASI, paling lama 2 minggu pertama dikenalkan bubur dan puree tunggal (dari satu bahan), boleh ditambah ASI (namun tidak wajib). Jaga tekstur agar tetap semi kental. Frekuensi makan 1-2x sehari dengan porsi 2-3 sdm dewasa tiap kali makan. Jadi bukan hanya buah saja atau sayuran saja, tapi bisa juga protein dan aneka karbohidrat.  

Paling telat pada minggu ketiga sudah harus dikenalkan bubur halus/saring lengkap karbo + sayur + protein hewani + protein nabati (kacang-kacangan atau olahannya) + sumber lemak tambahan (santan/minyak/mentega/margarin). Frekuensi makan 2-3x sehari,  mulai diberikan makanan selingan 1x.   

Jadi minggu ketiga, selain buah sebagai selingan, dalam 1x makan dalam 1 piring/mangkok harus ada sumber karbohidrat + hewani + nabati + sayuran + lemak tambahan. Dan jadikan menu buah sebagai bagian dari menu harian mpasi dan keluarga bukan hanya untuk awal pengenalan mpasi :) 



Mengapa MPASI dalam bentuk tepung tidak disarankan?

Penggunaan tepung untuk MPASI tidak dianjurkan. Kalau mau menggunakan tepung, yang disarankan hanya tepung giling sendiri, bukan tepung dalam kemasan. Kalaupun pakai tepung giling hanya bisa digunakan utk 1-2 minggu masa pengenalan MPASI tapi setelah itu sebaiknya tidak. Kenapa tidak disarankan tepung? Tepung membuat tekstur MPASI terlalu halus, tidak membuat bayi belajar mengunyah dan mengolah makanan.Sementara MPASI adalah proses mengenalkan makanan pada bayi. Mengenalkan rasa dan tekstur. Jadi biarkan bayi mengenal makanan dengan tekstur aslinya. Porsi MPASI tepung cenderung lebih banyak (satu sendok nasi dengan satu sendok tepung beras itu lebih banyak tepung beras). Nah, porsi yang kebanyakan ini bisa juga menyebabkan sembelit. Lebih baik lagi kalau dari awal sudah dikenalkan beras aslinya. Proses pembuatan tepung giling juga membuat banyak zat gizi yg hilang. Jika tepung giling ada kulit arinya (misal: bekatul) bisa membuat bayi sembelit.

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review