Syarat ASI sebagai KB Alami

Menyusui dengan ASI eksklusif merupakan salah satu metode ber-KB alami. Dalam bahasa medis disebut MAL (Metode Amenorea Laktasi). Cara kerja MAL serupa dengan metode kontrasepsi hormonal, yaitu menunda atau menekan ovulasi atau pelepasan sel telur.  Efektifitas metode ini adalah 98%. Namun, metode ini hanya bisa sukses jika semua syarat-syarat berikut terpenuhi :

 

a)      Memberikan ASI secara eksklusif sesering mungkin (minimum 4 jam sekali, tanpa pernah lowong), Interval atau jeda menyusui di siang hari tidak lebih dari 4 jam dan interval di malam hari tidak lebih dari 6 jam).  Agar  frekuensi ini terpenuhi, berarti ada beberapa hal yang harus dipatuhi, yaitu: pertama, praktek menyusui terbatas tanpa memperhatikan jadwal, yaitu biasanya enam sampai delapan kali sehari untuk dapat menekan  proses ovulasi. Kedua, jangan melatih bayi Anda untuk tidur sepanjang malam. (ASI-membuat hormon-hormon yang menekan ovulasi diproduksi tertinggi pada jam 01:00-06:00) menyusui di malam /dini hari penting untuk menekan kesuburan. Ketiga, tetap menyusui meski Anda atau bayi sedang sakit, karena jika berhenti menyusui, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin. Keempat, tidak memakai botol, empeng atau nipple shield, karena bisa mengganggu proses bayi menghisap ASI. Jika bayi tidak menghisap dengan benar, produksi ASI bisa berkurang dan menurunkan kadar hormon prolaktin dan bisa menurunkan efektifitas KB alami.

b)      Ibu belum mendapatkan haid sejak nifas berakhir.

c)      Bayi belum berusia enam bulan. Jika bayi sudah mulai MPASI, berarti syarat nomor satu sudah sulit untuk dipenuhi. 

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives