Tuesday, October 3, 2017

Why Hospital is Special

Kali ini saya mau menuliskan alasan rumah sakit (selanjutnya disingkat RS) spesial alias unik. Alasan saya “masuk” dalam dunia perumahsakitan sedikit banyak terpengaruh kedua orangtua saya yang kebetulan dokter. Memang sepertinya tidak sengaja, namun semakin saya mendalami bidang ini, semakin saya menyukainya.

Saya bukan dokter, maka saya mempelajari RS dari segi manajemennya. Berikut ini beberapa hal yang membuat RS unik dan beda dari industri lainnya.
  1. RS sering disebut sebagai industri padat karya. Kenapa? Karena banyak aktivitas yang terlibat di dalamnya. Mulai dari pelayanan medis, keperawatan, marketing, keuangan, farmasi, rekam medik, hukum, hospitality, gizi, mekanik dan masih banyak lagi.
  2. Dengan demikian, manusia yang terlibat di dalamnya pun dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari dokter umum, spesialis bahkan subspesialis juga ada, selain itu perawat, bidan, akuntan, marketing, ahli hukum, cleaning service dan lain sebagainya.
  3. RS juga disebut sebagai industri padat modal. Bagaimana tidak, alat-alat kedokteran itu harganya bisa mencapai milyaran rupiah. Belum lagi sarana prasarana bangunan RS juga memiliki spesifikasi khusus yang tidak bisa disamakan dengan bangunan lainnya.
  4. Pengelolaan SDM yang cukup rumit. Karena terdiri dari berbagai macam manusia dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi, maka untuk mengelolanya pun beda dari industri lain. Bagaimana kita mengelola dokter (apalagi yang sudah senior) tidak bisa disamakan dengan mengelola bagian gizi misalnya.
  5. Perijinan RS juga cukup rumit. Untuk mendirikan RS, ada persyaratan yang harus dipenuhi (lihat Permenkes no 56 tahun 2014). Setelah didapatkan ijin pendirian, pengelola RS harus mendapatkan ijin operasional. Persyaratannya pun cukup banyak, salah satunya ada Surat Ijin Praktek dokter, perawat dan bidan, apoteker, dan lain sebagainya.
  6. Pelayanan RS juga harus ramah seperti di hotel, hanya saja yang kita hadapi adalah orang yang mempunyai masalah kesehatan sehingga kemungkinan besar dalam kondisi panik dan stres. Di sisi lain, tenaga medis juga diwajibkan memberikan pelayanan yang tepat sesuai diagnosis penyakit. Padahal, ada banyak diagnosis penyakit yang mungkin saja menimbulkan gejala klinis yang berbeda di setiap pasien.
  7. Subyek yang kita hadapi adalah manusia, dengan berbagai macam riwayat kesehatan dan kondisi tubuh. Misalnya, penyakit A pada pasien A bisa efektif diberi obat X, namun pada pasien B tidak efektif diberi obat X meski sakitnya sama. Daaan masih banyak variasi yang bisa terjadi pada “obyek” RS ini 😊
  8. Persyaratan bangunan fisik RS juga khusus. Contoh paling sederhana adalah jenis pintu di RS harus mempunyai ukuran minimal lebar tertentu supaya brankar pasien bisa masuk dan melakukan manuver. Pintu kamar mandi pasien juga harus terbuka keluar, bukan ke dalam seperti di bangunan lain, supaya bila pasien terjatuh di dalam, pintu bisa dibuka dari luar dan tidak mengenai pasien yang berada di dalam. Belum lagi persyaratan ruangan lainnya.
Demikian sekilas gambaran tentang RS sehingga masyarakat juga bisa paham bahwa pengelolaan RS ini khusus dan berbeda dari instansi lainnya. Postingan selanjutnya akan saya bahas tentang akreditasi RS 😊

Have a good day!

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review