Susu Kedelai Murni untuk Anak: Baguskah?

Banyak ibu yang memberikan susu kedelai murni kepada anak dengan pertimbangan lebih baik daripada susu formula sapi.

Namun sebenarnya susu kedelai murni tidak disarankan untuk diberikan pada anak di bawah usia 1 tahun. 


Proses pengolahan susu kedelai pada intinya adalah proses ekstraksi protein pada kedelai yang kadarnya cukup tinggi..itu kenapa susu kedelai murni (bukan formula based soya ya...) tidak dianjurkan pada bayi di bawah 1 tahun. Susu sapi murni dan susu kedelai murni tinggi protein, lebih tinggi dr protein susu manusia. Kadar protein yg terlalu tinggi sulit diserap tubuh bayi di bawah 1 tahun. Itu kenapa dalam pengolahan susu sapi menjadi susu formula, kadar proteinnya sudah sangat diturunkan menjadi hampir serupa (walau tetap lbh tinggi) dari kadar protein ASI. Hal yg sama berlaku pada pengolahan formula-based soya. Itu kenapa pemberian  formula-based soyapun sebetulnya sama beresikonya dengan cow milk-based formula, krn bayi yg alergi protein susu sapi 40%-nya juga alergi protein soya.


Sementara pada pengolahan tempe dan bbrpp produk olahan kedelai seperti miso, yg terjadi adalah proses fermentasi.  Fermentasi mampu memecah protein menjadi asam amino sehingga lebih mudah diserap usus halus.  Sementara tahu dibuat dengan proses mengendapkan protein dari sari kedelai .Protein yg menggumpal dalam proses ini  lbh mudah dicerna usus.


Di beberapa negara maju seperti Australia misalnya, pemerintahnya sudah mengeluarkan larangan pemberian susu soya murni (bukan susu formula soya) pada bayi di bawah 1 tahun krn kadar protein yg tinggi itu tadi plus yg dikhawatirkan adalah kadar sodium yg tinggi. 


Baca juga artikel di Tempo ttg pendapat dr Zakiuddin Munasir, SpA yg kita ketahui sbg pakar alergi dan imunologi anak ttg resiko elemen aluminium dan serat pada susu kedelai murni yg belum diformulasikan utk konsumsi bayi:   http://www.tempo.co/read/news/2014/04/19/060571697/Perbedaan-Susu-Kedelai-untuk-Balita-dan-Dewasa

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives