Susu Murni vs Susu Formula

Kita membedakan antara susu murni (UHT dan pasteurisasi) dengan susu formula ya..


Susu UHT dan pasteurisasi adalah susu sapi yang dipanaskan dengan suhu tertentu utk menghilangkan bakteri agar aman dikonsumsi. kalau susu formula bagaimana? Apakah bentuknya masih cair? Nggak kan :) Sudah dalam bentuk bubuk dengan tambahan ini dan itu :) 


Kalau mau lihat bagaimana formula dibuat, silakan lihat bagan di link berikut: https://tentangteknikkimia.wordpress.com/2011/12/16/90/.


Sebegitu panjang prosesnya yg akhirnya membuat kita berpikir: lalu gizi susu aslinya ada di mana? Hanya sedikit, bahkan mungkin nyaris tidak ada :)  Dan akhirnya harus ditambahkan bentuk2 sintetisnya. Itu kenapa disebut "formula", krn pembuatannya harus diformulasikan sedemikian rupa agar memenuhi standar gizi yg seharusnya sesuai peruntukan susunya.


Karena sufor bukanlah produk steril dan punya berbagai resiko, itu kenapa pemberiannya seperti layaknya obat, dengan indikasi medis sesuai resep dokter. Mungkin bisa jalan2 ke dokumen grup ttg resiko sufor yg kajian penelitian ilmiahnya sudah banyak sekali kita cantumkan di sana: https://www.facebook.com/notes/asosiasi-ibu-menyusui-indonesia/resiko-pemberian-susu-formula/10152593394749778


Itu kenapa ada yg namanya Code WHO untuk pemberian dan promosi susu formula, bukan hanya formula bayi tapi juga formula lanjutan. Itu kenapa ada aturan bagaimana kode etik promosi sufor yg ditetapkan oleh WHO krn memang ada resiko2nya.


Nah, sementara untuk susu formula pertumbuhan utk anak di atas 1 tahun, sebetulnya keberadaan susu formula lanjutan hanya ada banyak di negara2 berkembang. Kalau kita lihat negara maju, sudah sedikit kok yg namanya susu formula pertumbuhan. Kalau sudah lewat masa ASI, anak akan konsumsi susu segar yang dipasteurisasi dalam jumlah yg terbatas. Dengan catatan bahwa konsumsi susu segar pun harus dilihat dalam kacamata asupan protein hewani. 


Dalam prakteknya di negara berkembang dan miskin, susu formula lanjutan sering jadi penyebab masalah kesulitan makan. Promosi dan penjualajn sufor panjutan yang sedemikian bebas telah menciptakan sebuah pola asupan yg buruk bagi anak.


Susu BUKAN sebagai penambal makanan apalagi pengganti makanan. Susu juga tidak harus selalu dikonsumsi dalam bentuk susu. Bisa daam bentuk produk turunannya seperti yoghurt, keju, atau dicampurkan dalam olahan makanan (kue, cemilan, smoothies, dsb). Jadi pemberian susu sapi atau susu lain setelah berhenti masa ASI 2 tahun atau lebih pada prinsipnya sama seperti halnya alasan kita memberikan ikan, memberikan telur, memberikan daging. Susu BUKAN super food, statusnya BUKAN penyempurna asupan harian manusia. Posisinya sama seperti sumber protein hewani lain dalam makanan. Kalau nggak minum susu bagaimana? Ya nggak apa-apa, pastikan sumber protein hewani lainnya terpenuhi dengan baik. 


Itu kenapa pemerintah mencabut 4 sehat 5 sempurna dan menggantinya dengan pedoman umum gizi seimbang. 

Coba lihat gambar di link berikut dan lihat di mana posisi susu dalam piramida makanan: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=271303493035695&set=oa.10152650394699778&type=3&theater


Bahasan tentang sufor lanjutan:


"WHO has reiterated its position that follow-on milks are unnecessary for 6-24 month infants and said they are nutritionally dubious"

Terjemahan: "WHO menyatakan bahwa susu lanjutan untuk anak usia 6 bulan hingga 24 bulan TIDAK DIPERLUKAN dan KANDUNGAN NUTRISINYA bahkan DIRAGUKAN"

Kutipan di atas diambil dari artikel ini: http://www.nutraingredients.com/.../WHO-Infant-follow-on...

Artikel di atas ditutup dengan: "Therefore, local, nutritious food should be introduced, while breastfeeding continues for up to two years or beyond...Follow up formula therefore unnecessary"

Terjemahan: "Sehingga, sumber makanan lokal yang bergizi harus dikenalkan pada bayi sementara menyusui dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih. Susu formula lanjutan tidak diperlukan"

Lengkapnya, sumber WHOnya bisa juga Anda baca dengan detail di sini: http://www.who.int/.../WHO_brief_fufandcode_post_17July.pdf


Post a Comment

Designed by FlexyCreatives