Thursday, December 21, 2017

Review Beco Toddler

0 comments
Sejak anak pertama lahir, saya sudah banyak browsing mengenai alat gendongan. Saat itu yang menjadi pilihan saya adalah model baby wrap.


Setelah Axel lahir, dia kurang suka dengan babywrap. Entah saya yang sudah tidak telaten atau memang anaknya yang kurang suka. Alhasil saya beli lagi gendongan dengan tipe Soft Structure Carrier (SSC). Sampai di usia 3 tahun ini Axel masih sering sekali minta gendong, terutama kalau dia kurang familiar dengan tempatnya, tapi memang paling utama karena dia paling suka digendong.
Alhasil dengan gendongan SSC yang saya beli di awal, sudah tidak muat lagi untuk Axel. Jadi saya beli lagi SSC untuk ukuran toddler, pilihan saya jatuh ke Beco Toddler.
Alasan utama karena seorang teman saya yang juga konsultan babywearing menyarankan merk ini daaan....merk ini sedang diskon 50%!



Monday, December 18, 2017

Naik Kereta Api...tut tut tut!

13 comments
Oke jujur saja, tugas ODOP kali ini tentang review transportasi umum membuat saya pusing. Karena di Surabaya terakhir kali saya menggunakan angkutan umum adalah saat saya SMP, sekitar tahun 1997-1998. Waktu itu rumah saya lumayan di Surabaya pusat sehingga banyak angkutan umum berbagai jurusan. Tapi rasanya tidak valid kalau saya review tentang angkutan umum sekarang karena saya tidak tahu apa-apa.

Alat transportasi umum yang paling sering saya gunakan sepertinya adalah pesawat karena saya jarang keluar kota. Namun kalau saya review pesawat, tentu pesawat dan pelayanan setiap maskapai akan berbeda. Jadii saya akan pilih untuk review kereta api saja 😊

Sebenarnya dulu saya sering menggunakan kereta api saat masih ada kakek nenek di Malang. Kemudian entah kenapa belakangan, orang tua lebih memilih menggunakan mobil pribadi saat ke Malang. Namun sejak kakek meninggal pada 2002 dan nenek dibawa pindah ke Surabaya sekitar tahun 2004, kami semakin jarang ke Malang lagi.

Yang teringat pengalaman masa kecil menggunakan kereta api adalah kursinya tidak selalu dapat yang nyaman kecuali kita pilih kelas eksekutif. Yang paling saya sukai dulu adalah bisa pesan kopi susu dan nasi gorengnya yang khas. Kopi susunya tidak saya jumpai di tempat lain.

Setelah bertahun-tahun tidak menggunakan kereta api lagi, awal tahun 2017, saya dan suami mengajak anak-anak naik kereta api untuk pertama kalinya dengan tujuan Banyuwangi. Kami memilih kelas eksekutif. 

Ternyata pelayanan PT. KAI mulai membaik. Jadwal keberangkatan tepat waktu, tidak boleh ada penumpang yang naik tanpa beli tiket, beli tiket juga bisa online. Kebersihan di dalam gerbong juga dijaga. 

Sayangnya niiih....sudah tidak ada lagi kopi susu khas kereta api. Plus nasi goreng yang dijual di kereta api sekarang adalah model siap saji seperti di pesawat. Jadi rasanya kurang enak. Meskipun di kotaknya ada logo salah satu restoran terkenal di Surabaya.

Pengalaman naik kereta api cukup mengesankan untuk anak-anak. Mereka bisa lari-larian sepanjang perjalanan. Meski mereka bolak balik bertanya kapan sampainya. 
Untuk perjalanan luar kota selanjutnya, sepertinya saya masih tetap akan memilih pesawat dengan alasan efisiensi waktu. 

Harapan saya, di Surabaya akan ada sarana transportasi publik yang terjangkau, nyaman dan aman untuk semuanya seperti yang sudah ada di Singapura. Semoga bisa terwujud dalam waktu dekat.

#ODOPBatch4



Sunday, December 17, 2017

Kenjeran Park: Tempat Lama yang Mulai Cantik

3 comments
Rumah saya di daerah Surabaya Timur dekat dengan Kenjeran. Untuk orang Surabaya, pasti tidak asing dengan Kenjeran. Dulu Kenjeran identik dengan daerah yang kumuh, tempat banyak orang pacaran dan segala hal yang negatif. Namun sejak Surabaya dikepalai oleh bu Risma, sepertinya semua taman kota diperbaiki. Sehingga Kenjeran pun mulai tampak cantik.

Awalnya saya juga tidak pernah dan tidak ingin ke sana, karena sejak kecil tahunya Kenjeran ya untuk hal yang negatif. Namun kami lama-lama juga bosan kalau setiap minggu perginya ke mall. Taman kota juga mulai bagus, namun sayangnya ruang terbuka seperti itu masih banyak digunakan juga oleh perokok. Sehingga yang seharusnya jadi tempat yang menyehatkan untuk orang dewasa dan anak-anak, malah jadi bahaya karena harus menghisap asap rokok. Oleh karena itu, kalaupun harus ke taman, saya pilihnya yang agak luas, supaya tidak terlalu terganggu dengan asap rokok.

Nah Kenjeran ini memiliki lahan yang cukup luas. Di sana ada berbagai macam spot wisata.
Pintu masuk utama



Patung Dewi Kwan Im

Atlantis Land

Kami paling sering ke area ini, saya kurang tahu juga area apa namanya. Yang jelas banyak penjual mainan, persewaan mainan (seperti motor/mobil listrik), naik kuda, main pancing ikan, penjual makanan, penjual ikan, hamster dan kelinci, dan lain-lain.



Harga mainan, makanan dan lain-lain cukup murah. Jadi kami cukup senang di sini. Pastikan saja bawa tisu basah untuk lap tangan yang kotor yaa...dan hand sanitizer  untuk sebelum makan. 
Have fun!

Vision Board

1 comments
Vision board merupakan papan yang berisi impian, cita-cita dan tugas harian kita. Atau kalau mau kita tambahkan apapun juga boleh. Sebenarnya dengar tentang vision board ini sudah lama sekali, mungkin sejak jaman kuliah S1. Pertama tahu dari sebuah majalah. Melihat contoh2 vision board orang lain, rasanya ingiin banget...tapi kok tidak pernah terlaksana. Akhirnya ya memang tidak pernah kesampaian.

Sejak punya dua anak terutama setelah Axel masuk sekolah toddler, rasanya perlu banget bikin vision board. Meski hanya 3 kali seminggu, tapi sudah mulai ada tugas bawa ini itu. Meski hanya punya dua anak, tapi tugas dua anak ini cukup membingungkan saya. Tanggal sekian ada acara untuk kelas kakak, tanggal sekian jam sekian ada rapat, tanggal sekian si adek harus bawa ini, tanggal sekian deadline beasiswa, tanggal sekian tes IELTS dan seterusnya. Memang saya punya buku agenda, tapi kalau berupa buku, seringkali saya juga lupa untuk membukanya. Jadi saya perlu suatu tempat untuk menempelkan jadwal2 itu.

Selain untuk menempelkan tugas harian, fungsi utama vision board sebenarnya adalah untuk selalu mengingatkan kita akan visi kita. Terutama setelah saya berusia 30 tahun, seringkali saya berpikir, saya ini sebenarnya mau jadi apa sih, sudah ngapain aja saya selama ini, dan seterusnya. Bukannya tidak bersyukur, tapi saya tidak mau menyia-nyiakan usia saya. Dengan rutinitas harian yang padat, apalagi setelah punya anak, hari-hari terasa begitu pendek. Tahu-tahu sudah malam saja.

Akhirnya sejak saya mengalami dua kegagalan di tahun 2016 (IBCLC dan LPDP), saya bertekad harus membuat sesuatu untuk tetap menyalakan semangat saya. Untuk tetap istiqomah dalam mencapai visi saya. Sebenarnya saya pun sudah membuat semacam kerangka hidup saya di sebuah kertas sebelumnya, tapi sepertinya itu kurang bisa menjaga ke-istiqomah-an saya.
Karena dua kegagalan besar di tahun 2016, saya benar-benar merasa down, powerless dan merasa saya ini tidak bisa apa-apa. Akhirnya di bulan Desember 2016, saya membeli sebuah papan (saya kurang tahu namanya apa, yang pasti bukan papan kayu) dan mulai memasang gambar2 impian saya. Saya browsing dari internet dan mulai menggunting dan menempel, termasuk juga quote2 yang menarik untuk saya.


Semua yang saya tempel di vision board saya mempunyai makna. Saya pilih gambar burung hantu karena melambangkan pendidikan. Di pojok kiri bawah dan kanan atas ada gambar empat burung hantu menyimbolkan keluarga kami; saya, suami, Ayra dan Axel. Bagian pinggir saya lem permanen, tapi yang tengah menggunakan pin supaya bisa diambil jika sudah tidak digunakan. Bagian tengah ini yang biasanya berisi jadwal harian atau mingguan.

Setelah tahun 2017 ini mau berakhir, saya benar-benar merasakan manfaat vision board. Menjaga semangat kita dalam mencapai impian dan mengingatkan kita akan tugas-tugas harian. Selamat mencoba ya!



Friday, December 15, 2017

Pembuatan Paspor Warga Negara Indonesia tahun 2017

1 comments
Terakhir kali saya membuat paspor adalah Desember 2016. Saat itu juga sudah diminta untuk daftar online dulu dan bayar dulu sebelum datang ke kantor imigrasi. Tapi kenyataannya, pada saat datang ke kantor imigrasi, antrian tetap panjaaaangg...sampai mengular sekitar 1km.

Kali ini saya mau membuatkan paspor anak2 dan memperpanjang paspor suami. Saya browsing2, ternyata harus daftar online lagi melalui aplikasi di hape android atau melalui web antrian.imigrasi.go.id. Sistem ini baru dimulai sejak tanggal 7 Agustus 2017. Saya sempat pesimis dan skeptis. Halah paling juga sama seperti dulu...antri online tapi di sana tetap antri lagi.

Tapi saya tetap daftar online dulu. Saya coba buka via web, tapi pilihan tanggalnya tidak bisa diklik. Pindah ke tanggal2 lain pun tetap sama, bahkan sampai saya coba ke tahun 2018, tetap tidak bisa diklik. Lalu saya coba via aplikasi hape. Hasilnya pun sama.
Saya coba keesokan harinya, keesokan harinya lagi dan lagi, hasilnya masih sama. Akhirnya saya nekat datang langsung ke kantor imigrasi di Maspion Square Surabaya.

Saya berangkat jam 6 pagi dari rumah, sampai di sana jam 6.30...daann....sepiiiii sekali... Saya nekat langsung turun dan lihat pintunya terbuka, mau langsung masuk saja. Tiba-tiba ada seorang laki-laki paruh baya yang menyapa saya. Singkat cerita, saya ceritakan kalau saya sudah coba daftar online tapi tidak bisa diklik terus. Ternyata si bapak bilang kalau aplikasi maupun web hanya dibuka setiap 10 hari yaitu tanggal 10, 20 dan 30 setiap bulannya.
Ya Allaaah...saya cari dimana2 tidak ada info ini. Padahal info ini penting sekali. Pantas saja banyak orang mungkin merasa mengurus paspor itu ribet, akhirnya muncullah para calo itu. Karena prosedur remeh seperti ini tidak disebarluaskan.

Waktu itu tanggal 24 November, saya coba buka lagi tanggal 28, masih belum buka. Dan akhirnya tanggal 29 November sudah dibuka. Langsung saja saya daftar untuk suami dan anak2.

tampilan awal
setelah login, ini tampilannya
setelah pilih lokasi kantor imigrasi, ini tampilannya
Kalau pendaftaran berhasil, akan muncul seperti ini



Pada hari dan jam yang telah ditentukan kami datang sekeluarga. Karena jam suami dan anak2 beda, maka anak2 masih sekolah dulu paginya. Oh ya jangan lupa lengkapi dokumen yang dipersyaratkan yaa...kalau ada satu saja yang kurang, harus kembali lagi dan mengulang dari awal.

Syarat paspor dewasa:
1. KTP
2. KK
3. Akte lahir/Ijasah/Buku Nikah
4. Paspor lama (jika sebelumnya udh pernah punya)

Syarat paspor anak:
1. KTP kedua ortu
2. KK yg udh tercantum nama anaknya yg mau bikin paspornya
3. Akte lahir anak
4. Buku Nikah
dan harus didampingi oleh kedua orang tuanya, tidak boleh salah satu.

Karena e-KTP suami belum jadi, dia harus menyertakan surat keterangan dari Dispenduk. Ini yang lupa dia bawa. Alhasil saya kebut-kebutan bersama anak2 untuk mengantarkan suratnya. Alhamdulillah petugas masih membolehkan melanjutkan prosesnya.
Oh ya, semua dokumen difotokopi yaa...seukuran kertas A4, kemarin saya fotokopi langsung 5x semuanya. Mending kelebihan daripada kurang kan...

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, petugas akan memberikan map yang berisi beberapa form. Jangan lupa bawa bolpen hitam dan materai yaa..
Di dalam kantor imigrasi tidak banyak yang sedang antri, jadi saat nomer antrian saya dipanggil, saya malah belum selesai mengisi form2 itu. Jadinya malah mereka yang menunggu saya.
Setelah mengisi, kita akan dipanggil untuk foto. Alhamdulillah foto juga lancar, saya sempat khawatir Axel yang akan rewel saat foto, tapi ternyata tidak :)

Selesai proses, kami diminta pulang. Nanti akan disms untuk pembayarannya. Satu hari setelah foto, saya dapat sms untuk melakukan pembayaran. Rabu pagi saya bayar ke bank, dan lima hari setelahnya paspor bisa saya ambil di kantor imigrasi tersebut. Alhamdulillah lancar...






Wednesday, December 13, 2017

Keep Dreaming and Make it Happens!

2 comments
Alhamdulillah di tahun 2017 ini dua impian saya sudah terwujud, yaitu lulus International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC) dan lulus beasiswa LPDP. Rasanya saya tidak berani bermimpi lagi. It's already huge!

Namun impian tetap boleh ada lagi yaa...Salah satu impian lama yang belum terwujud adalah menerbitkan buku, baik yang antologi maupun yang solo. Manapun yang bisa terwujud lebih dulu....alhamdulillah...

Jadi resolusi untuk tahun 2018 adalah:

  1. Menulis buku bersama AIMI Jawa Timur. Sementara ini sudah terkumpul beberapa tulisan, hanya menunggu editing.
  2. Menulis buku solo
  3. Menulis artikel jurnal lagi. Sejauh ini baru satu artikel yang dipublish di Journal of Human Lactation. Satu artikel lagi masih dalam proses review. 

Kenapa saya tertarik untuk menulis buku?
Yang pertama, karena menurut saya, buku merupakan bukti eksistensi kita yang akan ada sepanjang masa. Saya pernah membaca satu quote yang menarik, "menulislah maka kau ada". Semacam itu lah...agak sedikit lupa :D
Yang kedua, dengan menulis buku, kita menyebarkan informasi yang (semoga) bermanfaat bagi masyarakat, sehingga ini bisa menjadi amal jariyah kita insyaAllah.
Yang ketiga, sebanyak apapun ilmu yang kita punya, jika hanya disimpan di kepala sendiri, maka ilmu itu tidak barokah. Dan sependek pengalaman saya, semakin saya menyebarkan ilmu, semakinn banyak pula ilmu yang akan kita dapatkan. Tidak ada gunanya pelit membagi ilmu.

Resolusi lain yang mungkin terdengar silly adalah saya berkeinginan mengetahui dan mempelajari budaya dan kebiasaan lokal masyarakat di Canberra, termasuk mengunjungi spot-spot menarik di sana, insyaAllah juga akan menuliskannya di blog. Tidak ada target waktu, tapi ini sudah masuk dalam daftar keinginan saya :)

Canberra Nara Candle Festival

Floriade

Lebih lengkap bisa dicek di https://visitcanberra.com.au/

Tuesday, December 12, 2017

2018's Lifestyle Resolution

7 comments
Kalau di postingan sebelumnya adalah resolusi untuk sehat, maka kali ini adalah resolusi untuk lifestyle. Meskipun sebenarnya gaya hidup sehat juga salah satu resolusi saya.
Tapi ada beberapa hal yang mungkin perlu saya jadikan resolusi terkait kebiasaan sehari-hari.


  1. Terkait anak-anak. Memiliki dua anak memang anugerah yang wajib kita jaga dengan penuh tanggung jawab. Bagaimana kita mendidiknya akan mempengaruhi masa depannya. Sejak awal saya berkomitmen untuk memberikan pendidikan agama (serta pengoptimalisasian tumbuh kembang fisiknya) terlebih dahulu dibanding pendidikan akademis lain. Oleh karena itu saya memasukkan Ayra ke kelas Toddler di Al Azhar sejak dia berusia 2 tahun 2 bulan (karena ilmu agama saya masih dangkal jadi saya butuh bantuan dengan bermitra dengan para guru di Al Azhar). Melihat dampak positifnya seperti Ayra hafal doa sehari-hari, surat pendek, mengucapkan salam dan segala macam adab muslim yang baik, maka saya memasukkan Axel juga di kelas Toddler saat usia 2 tahun 7 bulan. Saat ini Ayra usia 5,5 tahun dan insyaAllah Maret 2018 akan pindah ke Canberra sehingga dia akan sekolah di sana, maka ini menjadi PR tersendiri untuk saya untuk memastikan dan menjaga adab muslim-nya tetap baik, hafalan surat pendek juga terus bertambah, dan lain-lain. Begitu juga dengan Axel. Resolusi 2018 (terutama setelah Maret) adalah mengalokasikan waktu dua jam untuk belajar bersama anak-anak.
  2. Terkait pekerjaan. Pekerjaan saat ini sebagai konsultan RS dan konsultan laktasi. Lagi2 karena insyaAllah Maret 2018 saya akan berubah status menjadi student lagi maka akan berubah lagi pekerjaan sehari-hari saya. Resolusi saya untuk 2018 akan lebih fokus pada disiplin dalam manajemen waktu. Saya akan membuat alokasi waktu untuk membaca, menulis dan waktu untuk keluarga dan urusan rumah. Jika memang di sana nanti saya bisa gabung di organisasi volunteer mengenai breastfeeding, that’d be good, but it’s not my first priority on a couple first months. Mungkin jika saya dan keluarga sudah bisa stabil, saya akan mempertimbangkan join di organisasi volunteer.
  3. Terkait suami. It’s a bit complicated. Karena belum tahu kondisi di sana nanti, dan situasi akan berubah hampir 100%, maka resolusi saya terkait suami adalah lebih banyak mendengar daripada bicara. I know it’s huge for him specially if moving to Aussie was not part of his main dream. Being more empathetic is wise, I think.
  4. Terkait spiritualitas. Saya memang berencana untuk bergabung dengan komunitas muslim di Australia, maka itu memang salah satu bagian dari resolusi 2018 saya. Selain itu, saya juga nadzar untuk bisa khatam 1x per tahun selama di Aussie. Bismillaaah...

Monday, December 11, 2017

Being More Healthy is a Must!

11 comments
Siapa sih yang tidak mau sehat? Meski seringkali kita menyepelekan anugerah yang bernama kesehatan, tapi semua orang pasti mau sehat. Untuk yang terlahir sehat dan sempurna, selama masa anak dan remaja juga tumbuh sehat, biasanya menyepelekan hal ini.

Alhamdulillah saya juga terlahir sehat, namun saat SD saya ketahuan skoliosis (kelainan tulang belakang dengan bentuk C atau S). Kelainan ini bukan bawaan lahir, namun karena postur tubuh yang jelek. Saat SD sebenarnya masih 10 derajat dan disuruh dokter untuk menggunakan brace selama 23jam/hari setiap hari. Tapi karena masih kecil dan tidak tahu konsekuensinya, akhirnya saya malas menggunakannya. Selain itu, dokter juga menyarankan untuk olahraga supaya tidak semakin parah. Olahraga yang disarankan antara lain renang, berkuda dan bersepeda. Intinya olahraga high impact sudah tidak disarankan lagi. Namun karena saat itu saya belum bisa renang dan bersepeda, dan lagi berkuda juga entah dimana, maka saya juga tidak olahraga. Alhasil sekarang skoliosis saya 30 derajat.

Saat SMA saya baru les renang. Sejak saat itu saya mulai suka renang. Namun ada hambatan lagi yaitu untuk renang pasti harus ke kolam renang (ya iyalah ya 😆) serta yang paling penting adalah harus mengeringkan rambut setelah renang karena saya berjilbab. Alhasil saya juga jarang renang, biasanya 1-2 minggu sekali.

Kemudian saya tertarik dengan yoga, yang termasuk olahraga low impact sehingga aman untuk tulang belakang saya. Sejak pertengahan tahun 2015, saya gabung ke salah satu studio yoga. Biasanya kelas yoga berdurasi 1 jam sehingga saya yoga pada saat menunggu anak sekolah.

Sumber: http://www.luluelhasbu.com/2015/01/happy-soya-oil-for-happy-friends.html

Sumber:http://petiteyogilateschic-blog.tumblr.com/aboutnura


Dalam dua tahun ini memang pernah malas juga, tapi saya merasakan badan saya jadi lebih fit, tidak mudah sakit dan tidak mudah capek (apalagi buat ibu2 beranak dua dengan usia 30an 😆).
Jadii...resolusi sehat saya di tahun 2018 adalah yoga di studio minimal 1x per minggu dan di rumah setiap hari minimal 30 menit. Mengingat saya akan hijrah ke Canberra pada Maret 2018 insyaAllah maka kemungkinan besar tidak bisa yoga di studio lagi. Jadi harus lebih rajin yoga sendiri di rumah. Doakan yaa... bismillaaah 😊

Sementara itu, banyak sekali manfaat yoga untuk kesehatan tubuh dan jiwa, antara lain:
  • Mengurangi stresPada dasarnya hampir semua jenis olahraga dapat membantu seseorang yang sedang dalam keadaan depresi, begitu juga dengan yoga. Sebagian studi menunjukkan bahwa dengan melakukan yoga bisa mengurangi rasa gelisah, stres, serta meningkatkan mood maupun kesejahteraan fisik maupun psikis seseorang. Bahkan, manfaat yoga juga dapat dirasakan pada seseorang yang mengalami schizophrenia dan gangguan tidur.
  • Meningkatkan kebugaranTidak hanya dapat mengurangi stres, manfaat yoga lainnya untuk tubuh Anda adalah dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar, meningkatkan keseimbangan tubuh, serta menambah kekuatan tubuh, jangkauan gerak, dan kelenturan tubuh.
  • Membantu mengatasi masalah kesehatan
    Jika Anda memiliki risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, yoga bisa menjadi olahraga yang cocok. Karena yoga dapat membantu tubuh Anda untuk mengurangi risikonya. Yoga juga dapat meringankan gejala nyeri, gangguan cemas, insomnia, dan depresi.
  • Sakit punggungBagi Anda yang mengalami sakit punggung, yoga juga bisa menjadi pilihan olahraga yang tepat. Bahkan, jika Anda mengalami sakit punggung kronis sekalipun. Salah satu penyebabnya, karena gerakan peregangan tubuh yang ada pada yoga dapat membantu Anda melenturkan tubuh.
  • Meringankan efek setelah mabukMungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh Anda untuk melakukan yoga, setelah malamnya minum minuman beralkohol hingga mabuk. Tapi jangan salah, ternyata melakukan yoga dapat membantu dalam meringankan efek pengar (hangover) pada pagi harinya karena gerakan yoga dipercaya dapat mendetoksifikasi (menetralkan) sistem tubuh kita. Beberapa gerakan yoga, seperti ‘plow’, atau ‘shoulder stand’ dapat meningkatkan sistem metabolisme dan melatih kelenjar tiroid. Selain itu, dengan melakukan gerakan yoga, darah yang mengalir ke otak menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan keseimbangan tubuh bahkan mungkin mengusir selulit Anda!
  • Mengurangi masalah asma 
    Asma yang kambuh dapat sangat mengganggu dan cukup menyiksa. Guna mengatasinya, cobalah untuk melakukan yoga secara rutin. Sebuah studi yang dilakukan pada penderita asma dewasa ringan hingga sedang menunjukkan, beberapa gerakan yoga yang berhubungan dengan pernapasan seperti Pranayamadapat membantu meringankan gejala asma.
Selain beberapa manfaat yoga di atas, manfaat utama yang tentunya dicari banyak orang adalah terbakarnya lemak dalam tubuh (sumber: http://www.alodokter.com/maksimalkan-manfaat-yoga-untuk-kesehatan-jiwa-dan-raga)

#onedayonepost
#nonfiksi
#resolusi2018

Wednesday, December 6, 2017

IELTS Test

0 comments
Sesuai postingan sebelumnya, insyaAllah akan saya bahas satu per satu langkah yang harus kita lakukan untuk mendaftar beasiswa LPDP. Satu syarat yang mutlak adalah skor IELTS. Terutama untuk yang akan mendaftar program S3 (doktoral), skor IELTS ini bekal utama. Karena saat mendaftar awal, kita harus sudah kontak profesor dan mendapatkan profesor yang bersedia menjadi supervisor kita. Cara mendapatkan supervisor, akan saya tulis di postingan terpisah yaa...

Setelah mendapatkan calon supervisor, kita harus mendaftar sebagai student ke unjveristas tersebut. Jadi sambil kontak dan mencari profesor yang bersedia menjadi supervisor, jangan lupa cek persyaratan masuk ke universitas tersebut yaa... salah satu syarat yang pasti ada adalah skor IELTS. Setelah tahu skor target kita, barulah kita bisa mulai merencanakan langkah2 selanjutnya. Kalau mau aman sih ambil target skor IELTS 7, untuk program doktoral skor 7 itu sudah aman. Saya sendiri cuma 6,5 😁 alhamdulillah universitas dimana profesor saya berada masih mengijinkan skor 6,5 dengan no band score below 6.

Saya pribadi belajar IELTS dengan mengikuti kursus di IALF. Ada program yang memang khusus untuk mempersiapkan diri mengikuti tes IELTS. Karena jaman saya dulu (sekitar tahun 2013-2014), masih belum banyak buku yang membahas IELTS, kebanyakan tentang TOEFL. 
Jadi agak susah mempelajari secara otodidak. 
Di kelas tersebut, kita akan diajari sejak awal mulai dari sistem soal2nya, jenis dan tipe soal, sampai tips menjawabnya. IELTS terdiri dari writing, listening, reading dan speaking. Dan menurut saya, IELTS lebih susah dibanding TOEFL. Oh ya, IELTS ada dua jenis yaa...kita harus pilih yang Academic.

Dengan kursus di IALF, salah satu keuntungannya adalah kita bisa mengakses student center, dimana kita bisa menggunakan berbagai macam buku dan latihan di komputer. Ada juga discussion class di luar jam kursus yang bisa diikuti student secara gratis. Kita bisa meminjam buku dibawa pulang dan difotokopi sehingga kita bisa berlatih lebih banyak di mana saja.

Saya tidak mempromosikan satu tempat kursus ya, saya cuma membagikan pengalaman saya. Saat SMA saya juga pernah les di EF, namun sampai saat ini sepengetahuan saya, yang menyediakan kursus persiapan IELTS hanya di IALF. Kelas IELTS Preparation di IALF ada 3 macam, yang seminggu 2x @3jam, seminggu 5x @3jam dan kelas sabtu saja (kalau tidak salah) @6jam.

Pelaksanaan tes IELTS dilakukan di hari Sabtu, mulai jam 8 pagi tapi kita harus mulai kumpul jam 7.30 maksimal. Karena akan ada pemeriksaan identitas. Jangan lupa sarapan dulu yaa... karena tes ini sangat lama. Sesi pertama adalah listening kemudian reading dan writing. Kemudian break sholat dan makan siang, jangan lupa bawa bekal sendiri yaa... setelah itu sekita jam 13 dimulai sesi speaking dengan beberapa interviewer. Kita akan diberi jadwal nomer urut berapa, dengan interviewer siapa dan perkiraan jam tesnya. Maksimal peserta terakhir jam 16. Jadi bersiap2lah untuk ujian full day yaa..
Kalau mau tahu seperti apa sesi speaking, bisa browsing di youtube yaa..

Kalau untuk yang masih single, mungkin tidak masalah tidak ikut kursus asalkan komitmen dan konsisten belajar sendiri. Untuk yang sudah beranak pinak begini, menurut saya, cukup membantu juga untuk ikut kursus karena secara “terpaksa” kita diwajibkan belajar. Apalagi ditambah pekerjaan kantor...wiiihh...sebuah tantangan besar 😆

Semoga sukses ya!


 

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review