2018's Lifestyle Resolution

Kalau di postingan sebelumnya adalah resolusi untuk sehat, maka kali ini adalah resolusi untuk lifestyle. Meskipun sebenarnya gaya hidup sehat juga salah satu resolusi saya.
Tapi ada beberapa hal yang mungkin perlu saya jadikan resolusi terkait kebiasaan sehari-hari.


  1. Terkait anak-anak. Memiliki dua anak memang anugerah yang wajib kita jaga dengan penuh tanggung jawab. Bagaimana kita mendidiknya akan mempengaruhi masa depannya. Sejak awal saya berkomitmen untuk memberikan pendidikan agama (serta pengoptimalisasian tumbuh kembang fisiknya) terlebih dahulu dibanding pendidikan akademis lain. Oleh karena itu saya memasukkan Ayra ke kelas Toddler di Al Azhar sejak dia berusia 2 tahun 2 bulan (karena ilmu agama saya masih dangkal jadi saya butuh bantuan dengan bermitra dengan para guru di Al Azhar). Melihat dampak positifnya seperti Ayra hafal doa sehari-hari, surat pendek, mengucapkan salam dan segala macam adab muslim yang baik, maka saya memasukkan Axel juga di kelas Toddler saat usia 2 tahun 7 bulan. Saat ini Ayra usia 5,5 tahun dan insyaAllah Maret 2018 akan pindah ke Canberra sehingga dia akan sekolah di sana, maka ini menjadi PR tersendiri untuk saya untuk memastikan dan menjaga adab muslim-nya tetap baik, hafalan surat pendek juga terus bertambah, dan lain-lain. Begitu juga dengan Axel. Resolusi 2018 (terutama setelah Maret) adalah mengalokasikan waktu dua jam untuk belajar bersama anak-anak.
  2. Terkait pekerjaan. Pekerjaan saat ini sebagai konsultan RS dan konsultan laktasi. Lagi2 karena insyaAllah Maret 2018 saya akan berubah status menjadi student lagi maka akan berubah lagi pekerjaan sehari-hari saya. Resolusi saya untuk 2018 akan lebih fokus pada disiplin dalam manajemen waktu. Saya akan membuat alokasi waktu untuk membaca, menulis dan waktu untuk keluarga dan urusan rumah. Jika memang di sana nanti saya bisa gabung di organisasi volunteer mengenai breastfeeding, that’d be good, but it’s not my first priority on a couple first months. Mungkin jika saya dan keluarga sudah bisa stabil, saya akan mempertimbangkan join di organisasi volunteer.
  3. Terkait suami. It’s a bit complicated. Karena belum tahu kondisi di sana nanti, dan situasi akan berubah hampir 100%, maka resolusi saya terkait suami adalah lebih banyak mendengar daripada bicara. I know it’s huge for him specially if moving to Aussie was not part of his main dream. Being more empathetic is wise, I think.
  4. Terkait spiritualitas. Saya memang berencana untuk bergabung dengan komunitas muslim di Australia, maka itu memang salah satu bagian dari resolusi 2018 saya. Selain itu, saya juga nadzar untuk bisa khatam 1x per tahun selama di Aussie. Bismillaaah...
  1. Semoga sukses dan berjalan semua resolusinya Mbak...
    Aamiin

    ReplyDelete
  2. mantap mb, resolusinya bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga. Semoga semuanya terwujud.

    ReplyDelete
  3. Kereeeen resolusi untuk orang-orang tercinta. Semangat study di Canberra bu Andin, semangat mendidik buah hati. Selamat menjadi istri sholihah hingga hamba terbaik menurutNya. Lebih dekat dengan Qalamnya. Sukses Selalu

    ReplyDelete
  4. Resolusi mbak Andin untuk 2018 jempol deh. Semoga semua berjalan dengan lancar ya. Aamiin ^^

    ReplyDelete
  5. Resolusinya lengkap buat keluarga sukse untuk resolusi 2018 Mbak Andin

    ReplyDelete
  6. semoga semua resolusinya terwujud ya mbak andin..aamiin

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives