Wednesday, December 6, 2017

IELTS Test

Sesuai postingan sebelumnya, insyaAllah akan saya bahas satu per satu langkah yang harus kita lakukan untuk mendaftar beasiswa LPDP. Satu syarat yang mutlak adalah skor IELTS. Terutama untuk yang akan mendaftar program S3 (doktoral), skor IELTS ini bekal utama. Karena saat mendaftar awal, kita harus sudah kontak profesor dan mendapatkan profesor yang bersedia menjadi supervisor kita. Cara mendapatkan supervisor, akan saya tulis di postingan terpisah yaa...

Setelah mendapatkan calon supervisor, kita harus mendaftar sebagai student ke unjveristas tersebut. Jadi sambil kontak dan mencari profesor yang bersedia menjadi supervisor, jangan lupa cek persyaratan masuk ke universitas tersebut yaa... salah satu syarat yang pasti ada adalah skor IELTS. Setelah tahu skor target kita, barulah kita bisa mulai merencanakan langkah2 selanjutnya. Kalau mau aman sih ambil target skor IELTS 7, untuk program doktoral skor 7 itu sudah aman. Saya sendiri cuma 6,5 😁 alhamdulillah universitas dimana profesor saya berada masih mengijinkan skor 6,5 dengan no band score below 6.

Saya pribadi belajar IELTS dengan mengikuti kursus di IALF. Ada program yang memang khusus untuk mempersiapkan diri mengikuti tes IELTS. Karena jaman saya dulu (sekitar tahun 2013-2014), masih belum banyak buku yang membahas IELTS, kebanyakan tentang TOEFL. 
Jadi agak susah mempelajari secara otodidak. 
Di kelas tersebut, kita akan diajari sejak awal mulai dari sistem soal2nya, jenis dan tipe soal, sampai tips menjawabnya. IELTS terdiri dari writing, listening, reading dan speaking. Dan menurut saya, IELTS lebih susah dibanding TOEFL. Oh ya, IELTS ada dua jenis yaa...kita harus pilih yang Academic.

Dengan kursus di IALF, salah satu keuntungannya adalah kita bisa mengakses student center, dimana kita bisa menggunakan berbagai macam buku dan latihan di komputer. Ada juga discussion class di luar jam kursus yang bisa diikuti student secara gratis. Kita bisa meminjam buku dibawa pulang dan difotokopi sehingga kita bisa berlatih lebih banyak di mana saja.

Saya tidak mempromosikan satu tempat kursus ya, saya cuma membagikan pengalaman saya. Saat SMA saya juga pernah les di EF, namun sampai saat ini sepengetahuan saya, yang menyediakan kursus persiapan IELTS hanya di IALF. Kelas IELTS Preparation di IALF ada 3 macam, yang seminggu 2x @3jam, seminggu 5x @3jam dan kelas sabtu saja (kalau tidak salah) @6jam.

Pelaksanaan tes IELTS dilakukan di hari Sabtu, mulai jam 8 pagi tapi kita harus mulai kumpul jam 7.30 maksimal. Karena akan ada pemeriksaan identitas. Jangan lupa sarapan dulu yaa... karena tes ini sangat lama. Sesi pertama adalah listening kemudian reading dan writing. Kemudian break sholat dan makan siang, jangan lupa bawa bekal sendiri yaa... setelah itu sekita jam 13 dimulai sesi speaking dengan beberapa interviewer. Kita akan diberi jadwal nomer urut berapa, dengan interviewer siapa dan perkiraan jam tesnya. Maksimal peserta terakhir jam 16. Jadi bersiap2lah untuk ujian full day yaa..
Kalau mau tahu seperti apa sesi speaking, bisa browsing di youtube yaa..

Kalau untuk yang masih single, mungkin tidak masalah tidak ikut kursus asalkan komitmen dan konsisten belajar sendiri. Untuk yang sudah beranak pinak begini, menurut saya, cukup membantu juga untuk ikut kursus karena secara “terpaksa” kita diwajibkan belajar. Apalagi ditambah pekerjaan kantor...wiiihh...sebuah tantangan besar 😆

Semoga sukses ya!


 

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review