Friday, December 15, 2017

Pembuatan Paspor Warga Negara Indonesia tahun 2017

Terakhir kali saya membuat paspor adalah Desember 2016. Saat itu juga sudah diminta untuk daftar online dulu dan bayar dulu sebelum datang ke kantor imigrasi. Tapi kenyataannya, pada saat datang ke kantor imigrasi, antrian tetap panjaaaangg...sampai mengular sekitar 1km.

Kali ini saya mau membuatkan paspor anak2 dan memperpanjang paspor suami. Saya browsing2, ternyata harus daftar online lagi melalui aplikasi di hape android atau melalui web antrian.imigrasi.go.id. Sistem ini baru dimulai sejak tanggal 7 Agustus 2017. Saya sempat pesimis dan skeptis. Halah paling juga sama seperti dulu...antri online tapi di sana tetap antri lagi.

Tapi saya tetap daftar online dulu. Saya coba buka via web, tapi pilihan tanggalnya tidak bisa diklik. Pindah ke tanggal2 lain pun tetap sama, bahkan sampai saya coba ke tahun 2018, tetap tidak bisa diklik. Lalu saya coba via aplikasi hape. Hasilnya pun sama.
Saya coba keesokan harinya, keesokan harinya lagi dan lagi, hasilnya masih sama. Akhirnya saya nekat datang langsung ke kantor imigrasi di Maspion Square Surabaya.

Saya berangkat jam 6 pagi dari rumah, sampai di sana jam 6.30...daann....sepiiiii sekali... Saya nekat langsung turun dan lihat pintunya terbuka, mau langsung masuk saja. Tiba-tiba ada seorang laki-laki paruh baya yang menyapa saya. Singkat cerita, saya ceritakan kalau saya sudah coba daftar online tapi tidak bisa diklik terus. Ternyata si bapak bilang kalau aplikasi maupun web hanya dibuka setiap 10 hari yaitu tanggal 10, 20 dan 30 setiap bulannya.
Ya Allaaah...saya cari dimana2 tidak ada info ini. Padahal info ini penting sekali. Pantas saja banyak orang mungkin merasa mengurus paspor itu ribet, akhirnya muncullah para calo itu. Karena prosedur remeh seperti ini tidak disebarluaskan.

Waktu itu tanggal 24 November, saya coba buka lagi tanggal 28, masih belum buka. Dan akhirnya tanggal 29 November sudah dibuka. Langsung saja saya daftar untuk suami dan anak2.

tampilan awal
setelah login, ini tampilannya
setelah pilih lokasi kantor imigrasi, ini tampilannya
Kalau pendaftaran berhasil, akan muncul seperti ini



Pada hari dan jam yang telah ditentukan kami datang sekeluarga. Karena jam suami dan anak2 beda, maka anak2 masih sekolah dulu paginya. Oh ya jangan lupa lengkapi dokumen yang dipersyaratkan yaa...kalau ada satu saja yang kurang, harus kembali lagi dan mengulang dari awal.

Syarat paspor dewasa:
1. KTP
2. KK
3. Akte lahir/Ijasah/Buku Nikah
4. Paspor lama (jika sebelumnya udh pernah punya)

Syarat paspor anak:
1. KTP kedua ortu
2. KK yg udh tercantum nama anaknya yg mau bikin paspornya
3. Akte lahir anak
4. Buku Nikah
dan harus didampingi oleh kedua orang tuanya, tidak boleh salah satu.

Karena e-KTP suami belum jadi, dia harus menyertakan surat keterangan dari Dispenduk. Ini yang lupa dia bawa. Alhasil saya kebut-kebutan bersama anak2 untuk mengantarkan suratnya. Alhamdulillah petugas masih membolehkan melanjutkan prosesnya.
Oh ya, semua dokumen difotokopi yaa...seukuran kertas A4, kemarin saya fotokopi langsung 5x semuanya. Mending kelebihan daripada kurang kan...

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, petugas akan memberikan map yang berisi beberapa form. Jangan lupa bawa bolpen hitam dan materai yaa..
Di dalam kantor imigrasi tidak banyak yang sedang antri, jadi saat nomer antrian saya dipanggil, saya malah belum selesai mengisi form2 itu. Jadinya malah mereka yang menunggu saya.
Setelah mengisi, kita akan dipanggil untuk foto. Alhamdulillah foto juga lancar, saya sempat khawatir Axel yang akan rewel saat foto, tapi ternyata tidak :)

Selesai proses, kami diminta pulang. Nanti akan disms untuk pembayarannya. Satu hari setelah foto, saya dapat sms untuk melakukan pembayaran. Rabu pagi saya bayar ke bank, dan lima hari setelahnya paspor bisa saya ambil di kantor imigrasi tersebut. Alhamdulillah lancar...






1 comments:

zeela zeal said...

Masyaallah tterimakasih informasi berharganya.

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review