Vision Board

Vision board merupakan papan yang berisi impian, cita-cita dan tugas harian kita. Atau kalau mau kita tambahkan apapun juga boleh. Sebenarnya dengar tentang vision board ini sudah lama sekali, mungkin sejak jaman kuliah S1. Pertama tahu dari sebuah majalah. Melihat contoh2 vision board orang lain, rasanya ingiin banget...tapi kok tidak pernah terlaksana. Akhirnya ya memang tidak pernah kesampaian.

Sejak punya dua anak terutama setelah Axel masuk sekolah toddler, rasanya perlu banget bikin vision board. Meski hanya 3 kali seminggu, tapi sudah mulai ada tugas bawa ini itu. Meski hanya punya dua anak, tapi tugas dua anak ini cukup membingungkan saya. Tanggal sekian ada acara untuk kelas kakak, tanggal sekian jam sekian ada rapat, tanggal sekian si adek harus bawa ini, tanggal sekian deadline beasiswa, tanggal sekian tes IELTS dan seterusnya. Memang saya punya buku agenda, tapi kalau berupa buku, seringkali saya juga lupa untuk membukanya. Jadi saya perlu suatu tempat untuk menempelkan jadwal2 itu.

Selain untuk menempelkan tugas harian, fungsi utama vision board sebenarnya adalah untuk selalu mengingatkan kita akan visi kita. Terutama setelah saya berusia 30 tahun, seringkali saya berpikir, saya ini sebenarnya mau jadi apa sih, sudah ngapain aja saya selama ini, dan seterusnya. Bukannya tidak bersyukur, tapi saya tidak mau menyia-nyiakan usia saya. Dengan rutinitas harian yang padat, apalagi setelah punya anak, hari-hari terasa begitu pendek. Tahu-tahu sudah malam saja.

Akhirnya sejak saya mengalami dua kegagalan di tahun 2016 (IBCLC dan LPDP), saya bertekad harus membuat sesuatu untuk tetap menyalakan semangat saya. Untuk tetap istiqomah dalam mencapai visi saya. Sebenarnya saya pun sudah membuat semacam kerangka hidup saya di sebuah kertas sebelumnya, tapi sepertinya itu kurang bisa menjaga ke-istiqomah-an saya.
Karena dua kegagalan besar di tahun 2016, saya benar-benar merasa down, powerless dan merasa saya ini tidak bisa apa-apa. Akhirnya di bulan Desember 2016, saya membeli sebuah papan (saya kurang tahu namanya apa, yang pasti bukan papan kayu) dan mulai memasang gambar2 impian saya. Saya browsing dari internet dan mulai menggunting dan menempel, termasuk juga quote2 yang menarik untuk saya.


Semua yang saya tempel di vision board saya mempunyai makna. Saya pilih gambar burung hantu karena melambangkan pendidikan. Di pojok kiri bawah dan kanan atas ada gambar empat burung hantu menyimbolkan keluarga kami; saya, suami, Ayra dan Axel. Bagian pinggir saya lem permanen, tapi yang tengah menggunakan pin supaya bisa diambil jika sudah tidak digunakan. Bagian tengah ini yang biasanya berisi jadwal harian atau mingguan.

Setelah tahun 2017 ini mau berakhir, saya benar-benar merasakan manfaat vision board. Menjaga semangat kita dalam mencapai impian dan mengingatkan kita akan tugas-tugas harian. Selamat mencoba ya!



  1. Vision board bisa menjadi pengingat bagi kita. Keten nih idenya ^^

    ReplyDelete

Designed by FlexyCreatives