Axel's Weaning With Love

Kali ini saya akan menuliskan tentang perjalanan menyusui Axel, terutama saat ini dalam masa menyapih. Saat ini Axel berumur 3 tahun 3 bulan dan masih menyusu, alhamdulillaaah...

Pada dasarnya, saya pribadi memang tidak punya target kapan akan menyapih Axel. Beda dengan perjalanan menyapih Ayra dulu, agak "terpaksa" karena saya sudah hamil 8 bulan lebih, jadi suami meminta Ayra untuk disapih. Cerita lengkapnya ada di sini.

Axel yang punya riwayat kelainan jantung bawaan, meski sekarang sudah sembuh, dan lagi insyaAllah dia anak terakhir, jadi saya tidak punya target kapan harus berhenti menyusui Axel. Beberapa kali suami meminta Axel disapih sebelum pindah ke Canberra, karena alasannya takut Axel rewel, takut proses menyapih semakin susah di Canberra, dan lain-lain.

Saya hargai perasaan suami. Tapi saya tahu bahwa proses menyapih dengan cinta yang benar justru tidak dipatok target waktu. Prinsipnya adalah "do not offer, do not refuse". Jadi kalau Axel minta ya dikasih, kalau tidak minta ya jangan ditawari. Terkadang dia minta menyusu hanya saat dalam kondisi yang menurut dia tidak aman. Ada perasaan insecurity, bisa karena tempat baru atau orang baru. Tapi perlahan kami bisa menangani perasaan tidak amannya dengan cara yang lain. Saat dia mulai merasa tidak aman, perhatikan kebutuhannya. Kalau dia minta digandeng, ya gandeng. Butuh dipeluk ya dipeluk. Tidak serta merta menawarkan menyusu. Penuhi kebutuhannya sambil jelaskan kondisi yang membuat dia tidak nyaman.

Dalam kasus Axel, selain karena alasan pribadi (emaknya masih belum tega), juga karena menurut saya, perubahan kondisi drastis seperti pindah rumah (apalagi beda negara) akan membuat ketidaknyamanan yang sangat ekstrim. Jadi menyapih sebelum berangkat ke Canberra bukanlah keputusan yang tepat.

Satu bulan berada di Canberra, dua minggu pertama, Axel sering sekali rewel. Selalu ada saja yang membuat dia menangis. Waktu tidur malam pun demikian, seringkali dia terbangun dan menangis tidak jelas. Masuk minggu  ketiga baru Axel mulai agak enjoy. Makannya pun mulai banyak. Masuk minggu ke empat, makan semakin banyak dan menyusunya jauh berkurang.

Beberapa hari terakhir ini dia malah minta tidur sama papanya. FYI, sejak Ayra lahir, saya selalu tidur bersama anak (selain karena alasan kamarnya cuma 1 waktu di Surabaya dulu), juga karena saya selalu menyusui anak2. Waktu anak baru satu, suami masih bisa tidur sekamar juga. Begitu Axel lahir, suami sudah tidak mau tidur di kamar kami, karena Axel tidak tahan panas. Begitu AC dimatikan, dia pasti langsung bangun. Jadinya suami yang tidak tahan dingin, mengalah tidur di luar dengan kasur tambahan. Jadi sejak Axel lahir, saya selalu tidur bersama dua anak.

Nah dua hari terakhir ini Axel selalu minta pindah tidur sama papanya. Kemarin malam puncaknya, dia hanya menyusu 5 menit di kamar saya, tidak sampai tidur, kemudian dia minta tidur sama papa. Ayra pun akhirnya minta ikut tidur sama papa. Alhasil saya tidur sendirian di kamar saya.
Setelah 9 tahun menikah, akhirnya saya tidur sendiri lagii :))

Memang belum selesai perjalanan menyapih Axel, tapi ini adalah salah satu capaian yang luar biasa. Saya pribadi tidak terlalu berharap, karena dalam 5 hari ke depan, suami akan pulang ke Indonesia untuk 1 minggu. Bisa jadi Axel balik lagi banyak menyusu...hihi...

Ps. 20 April 2018:
Tidak perlu menunggu lama, keesokan harinya, Axel sudah minta tidur sama saya lagi. Cuma Ayra aja yang masih tidur sama papanya.
Well, perjalanan weaning masih jauh rupanya :D

Post a Comment

Designed by FlexyCreatives