Friday, April 27, 2018

Being a Muslim in Canberra

Menjadi seorang muslim di negara mayoritas non muslim merupakan pengalaman berharga bagi saya pribadi. Beberapa tahun terakhir, sejak saya menjadi lebih dewasa, saya lebih sering belajar ilmu agama lagi, atas keinginan sendiri. Beda sekali dengan belajar agama karena persyaratan sekolah, yang akhirnya menjadi sekadar asal bisa lulus mata pelajaran itu saja.

Lahir dan besar di negara yang mayoritas muslim, dari orang tua yang juga muslim, tentu saja saya menjadi muslim. Meski semakin besar, saya semakin mantap dengan pilihan ini.
Seringkali saya merasa dan sadar diri, kalau semua ritual ibadah yang saya lakukan hanya sekadar ritual saja tanpa paham maksudnya. Setelah punya anak, saya sering baca perjuangan para mualaf untuk bisa masuk Islam, dan juga perjuangannya untuk belajar agama Islam. Sedangkan saya? Hhhmmm....cuma untuk ujian sekolah aja...

Di Surabaya juga saya seringkali menggampangkan kondisi yang sangat kondusif bagi umat muslim. Mau sholat mudah, dimana2 ada musholla. Mau puasa, insyaAllah juga mudah, karena banyak teman muslim. Cari jajanan buka puasa juga mudah.

Sejak di Indonesia saya sempat berpikir justru mungkin para mualaf dan muslim yang tinggal di negara mayoritas non muslim yang sebenarnya beruntung karena mendapatkan kondisi yang membuatnya harus belajar lebih dalam sendiri. Akhirnya saya mendapat kesempatan itu.

Selasa dan Rabu lalu tanggal 24-25 April 2018 ustadz Abdul Somad datang ke Canberra atas undangan AIMFACT. Alhamdulillah saya berkesempatan hadir di hari Rabunya. Materinya sangat menarik dan bermanfaat.










0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review