Wednesday, May 9, 2018

Is Breastfeeding Really The Best?

Kita sering mendengar istilah "breast is best" alias menyusui itu yang paling baik. Sebenarnya apa alasan ungkapan itu?
Kali ini saya baru saja membaca satu artikel yang diberi oleh supervisor saya, jadi memang tugas saya untuk membacanya, tapi saya rasa ada satu bagian yang menarik yang saya rasa perlu saya bagikan.

Tulisan ini dari Elisabet Helsing dalam salah satu chapter sebuah buku. Judul chapter-nya "Breastfeeding: baby's right and mother's duty?"
Saya coba tuliskan dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami. Semoga bermanfaat.

Apakah benar menyusui adalah cara terbaik yang dapat diberikan agar bayi dapat menikmati status kesehatannya secara optimal? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita kaji gambaran global dan melihat manusia dalam konteks sebagai bagian dalam makhluk hidup di planet ini.

Setiap spesies mempunyai "resep" makanan dan strategi perawatan sendiri untuk bayinya masing-masing. Tugas utama eksistensi makhluk hidup adalah untuk menjaga dan menumbuhkan anak mereka. Spesies dengan skala evolusi lebih tinggi mempunyai strategi yang cukup menantang untuk membantu sel telur dan sperma setelah bersatu, untuk membantunya tumbuh dan berkembang dengan aman dan optimal. Salah satu strategi adalah dengan melahirkan anaknya dalam bentuk telur. Namun, bentuk telur seringkali menarik perhatian predator.

Strategi lainnya, yang lebih berisiko namun lebih seidikit membuang energi ibunya adalah untuk mengeluarkan bayinya sebelum bayinya bisa mempertahankan dirinya sendiri dan kemudian ibunya akan menyediakan makanan untuk bayinya (setara dengan fungsi telur) dalam bentuk susu. Satu masalah adalah bayinya tidak mempunyai cangkang untuk berlindung, sehingga tidak dapat berlindung, bukan hanya dari predator besar tapi juga dari penyerang yang berukuran mikro, mayoritas bacilus dan virus yang ada di mana saja.

Namun ibu mamalia telah memiliki respon yang sangat bagus untuk ancaman ini: tubuh ibu telah mendapatkan paparan mikroba ini sepanjang hidupnya sehingga telah membentuk mekanisme pertahanan imunologis untuk dapat menyerang sebagian besar mikroba. Melalui air susunya, ibu mamalia memberikan substansi perlindungan ini dalam jumlah besar.

Nah setiap spesies mendapat ancaman dari mikroba yang berbeda, begitu pula manusia. Mikroba tertentu saja yang menyerang manusia. Itu sebabnya kandungan air susu ibu (ASI) manusia memang sudah dirancang sesuai kebutuhan bayinya.

Semoga bermanfaat yaa..

0 comments:

Post a Comment

 

Andin Talks Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review